News Breaking
NNTV
wb_sunny

Breaking News

Dikepung Asap Kebakaran, Masyarakat Kaltim Diminta Gunakan Masker

Dikepung Asap Kebakaran, Masyarakat Kaltim Diminta Gunakan Masker

KALTIM.TV -- Rapat koordinasi lintas sektor membahas bencana asap yang dimotori Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kaltim  meminta agar masyarakat di Kaltim, khususnya di wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara, Paser, Berau dan Kutai Barat untuk menggunakan masker atau penutup mulut.

Pernyataan ini disampaikan karena sudah sekitar 100.000 masyarakat yang terinfeksi penyakit infeksi saluran pernapasan atas (ISPA).

Kondisi ini, banyak ditemukan di empat daerah tersebut. Sedangkan asap yang menutup langit Kaltim ini bukan hanya karena kebakaran hutan dari dalam daerah, tetapi juga akibat asap kiriman dari Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat.

“Informasi dari Dinas Kesehatan Kaltim masyarakat diminta untuk mengurangi aktivitas di luar rumah. Apabila melakukan aktivitas di luar rumah, diharapkan untuk menggunakan masker. Karena kondisi asap sangat mempengaruhi kesehatan masyarakat, khususnya di empat daerah, yakni Kutai Kartanegara, Paser, Berau dan Kutai Barat,” kata Kepala BPBD Kaltim Wahyu Widhi Heranata di Samarinda, Ahad (20/9).

Menurut dia, meski lebih banyak menyelimuti langit di empat daerah tersebut, namun bencana asap diharapkan juga menjadi perhatian masyarakat Kaltim di daerah lainnya, seperti Samarinda. Penggunaan masker sebaiknya tetap dilakukan untuk aktifitas di luar rumah.

Hingga saat ini, dari empat daerah tersebut baru Paser yang menetapkan status siaga darurat bencana kekeringan dan kebakaran. Sementara, untuk tingkat provinsi, apabila ada minimal dua daerah yang menyatakan status siaga, maka akan menetapkan kebijakan tersebut.

“Kabupaten Paser sejak Agustus lalu telah menetapkan status siaga. Kami tinggal menunggu tiga daerah lainnya, yakni Kutai Kartanegara, Berau dan Kutai Barat,” jelasnya.

Selain itu, informasi dari Dinas Perkebunan membenarkan bahwa diduga ada yang melakukan pembakaran lahan perkebunan. Karena itu, BPBD Kaltim meminta agar hal itu dapat ditindaklanjuti bahkan diberikan tindakan hukum yang tegas bila terbukti melakukan pembakaran secara sengaja.

Rapat koordinasi tersebut diikuti jajaran Badan Intelejen Nasional (BIN) Daerah, Korem 091/ASN, Polda Kaltim, BKSDA, Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kaltim, BMKG Samarinda, Dinas Kesehatan dan Dinas Perkebunan Kaltim. *

Foto ilustrasi: Greenpeace/Ulet Ifansasti

Tags

Newsletter Signup

Jadilah yang pertama mendapatkan update berita terbaru nasional news langsung di email Anda.