News Breaking
NNTV
wb_sunny

Breaking News

Jalan Tol KM 13 Balikpapan - Sepinggan Bisa Dinikmati 2017

Jalan Tol KM 13 Balikpapan - Sepinggan Bisa Dinikmati 2017

KALTIM.TV -- Pemerintahan Jokowi–JK menunjukkan keseriusan mereka mendukung rencana pembangunan jalan tol di Kaltim. Bukti dukungan itu setidaknya terlihat saat penandatanganan kontrak pembangunan jalan tol Seksi V yang melintasi Km 13 Balikpapan -  Sepinggan sepanjang 11 Km.  

Jika sebelumnya Pemprov Kaltim masih mengalami kendala pembiayaan untuk kelanjutan pembangunan Seksi V, setelah penandatanganan kontrak ini maka diperoleh kepastian bahwa ruas jalan tersebut akan dibangun oleh perusahaan asal Tiongkok, Beijing Urban Construction Group (BUCG) dengan konsorsium (joint operation) PT. Wijaya Karya (Wika) dan PT. Pembangunan Perumahan  (PP).

Nilai kontrak Seksi V ini adalah Rp848,55 miliar dengan masa pelaksanaan 730 hari kalender atau kurang lebih dua tahun. Sumber dana pembiayaan untuk ruas tol Seksi V ini  berasal dari APBN dan loan Tiongkok.

“Ini kabar yang sangat menggembirakan. Jalan tol kita sudah mendapat dukungan pusat. Saya minta rakyat Kaltim bersabar, karena program infrastruktur yang kita rencanakan, semuanya akan kita tuntaskan," kata Gubernur Awang dikutip laman resmi Pemrov, belum lama ini.

Kata Awang, perlu kesabaran dan pihaknya tidak akan berhenti berjuang, baik melalui sumber dana APBD, APBN, loan atau  pinjaman luar negeri, termasuk investasi swasta dalam negeri maupun luar negeri.

Dia menjelaskan, dukungan APBN dan loan Tiongkok ini akan tersambung dengan pekerjaan Seksi I (Km. 13 Balikpapan – Samboja) yang kontraknya  sudah ditandatangani Mei lalu melalui pembiayaan multiyears contract (3 tahun) APBD Kaltim senilai Rp1,5 triliun.

Seksi I ini dibagi dalam 5 segmen dan dikerjakan masing-masing oleh PT. Wijaya Karya (panjang 4,8 Km nilai kontrak Rp322,3 miliar, PT. Bangun Cipta (panjang 3,45 Km nilai kontrak Rp238,2 miliar), PT. Adhi Karya (panjang 5,9 Km nilai kontrak Rp317,7 miliar),  PT. Hutama Karya (panjang 3,9 Km nilai kontrak 273,5 miliar)  dan PT. Waskita Karya   (panjang 3,28 Km nilai kontrak Rp273,6 miliar).

“Kita sangat berharap, BUCG dan konsorsium PT. Wika dan PT. PP bisa segera bekerja setelah penandatanganan kontrak ini sehingga akhir tahun 2017, rakyat Kaltim sudah benar-benar bisa menikmati hadirnya jalan tol,”  yakin Awang.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono saat memberi arahan pada acara penandatanganan kontrak antara PPK Pembangunan Jalan Tol Balikpapan-Samarinda Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional  (BBPJN) VII dengan BUCG di Ruang Sapta Taruna Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Rabu (23/9) lalu menegaskan, bahwa pembangunan infrastruktur saat ini tidak hanya dilakukan di daerah Jawa, tetapi juga menyebar ke Kalimantan, Sulawesi bahkan Papua.

Namun demikian, kata dia, perkembangan pembangunan ini perlu terus dipantau dan diawasi agar pencapaian progress pekerjaan bisa dilakukan tepat waktu dan berkualitas.  

“Saya minta dengan hormat, setelah penandatanganan kontrak ini, BUCG segera melakukan persiapan lapangan and start to work.  Why, because in one month, the President will visit to check our work,” kata Menteri Basuki.

Tekanan ini perlu  disampaikan kepada BUCG dan konsorsiumnya, mengingat kata Menteri Basuki, diperkirakan satu bulan setelah penandatanganan kontrak pembangunan ini, Presiden Joko Widodo akan melakukan kunjungan ke Kaltim untuk melihat dua proyek infrastruktur sekaligus, yakni perkembangan Jembatan Pulau Balang yang juga telah mendapatkan dukungan APBN untuk bentang panjangnya dan juga akan melihat dari dekat perkembangan pembangunan jalan tol Balikpapan – Samarinda sepanjang 99,02 Km. Adapun kunjungan Presiden diperkirakan pada awal Oktober esok.

Sementara Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kaltim, Taufik Fauzi menambahkan, selain mendapat dukungan APBN dan loan Tiongkok untuk pekerjaan Seksi V, Kaltim  juga mendapat dukungan APBN untuk pembangunan jembatan yang melewati Waduk Manggar. Pembangunan jembatan ini berada dalam ruas Seksi I (yakni Km. 13 – Samboja).

“Jembatan Waduk Manggar berada dalam Seksi I. Panjang  jembatannya mencapai 613 meter melalui dana APBN menggunakan tipe struktur Balok Girder Pratekan,” ujar Taufik.
Jembatan Waduk Manggar ini bernilai kontrak Rp271,83 miliar bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2015-2017 dengan masa pelaksanaan 730 hari kalender atau sekitar 2 tahun.

Sedangkan General Manager BUCG, Lidao Song mengatakan, dengan sederet pengalaman membangun sejumlah proyek besar di Tiongkok, BUCG tidak akan mengalami banyak kesulitan mengerjakan salah satu paket jalan tol di Kaltim  itu. *

Tags

Newsletter Signup

Jadilah yang pertama mendapatkan update berita terbaru nasional news langsung di email Anda.