News Breaking
NNTV
wb_sunny

Breaking News

Mahasiswa Santan Kaltim Gelar Aksi Tolak Eksploitasi Tambang

Mahasiswa Santan Kaltim Gelar Aksi Tolak Eksploitasi Tambang

KALTIM.TV - Puluhan anak muda aktivis Himpunan Mahasiswa Kecamatan Marangkayu (HMKM) bersama Kesatuan Pelajar dan Mahasiswa Santan (KEPMAS) melakukan aksi protes menolak upaya eksploitasi tambang di halaman kantor Pekerjaan Umum (PU) Kaltim, Jl Teuku Umar, Karang Paci, Samarinda, Selasa (15/9/2015).

Sejumlah elemen organisasi juga turut mendukung aksi ini diantaranya LMND, Pokja 30, Jatam Kaltim, SAVE PESUT, Gusdurian Kaltim, WALHI, PKD Kaltim, dan Himmah-Kukar.

Salah seorang perwakilan demonstran yang juga mahasiswa asal desa Santan, Romiansyah Nebo, mengatakan aksi ini masih dalam rangkaian protes warga Santan atas rencana peningkatan produksi batubara PT Indominco Mandiri dari 16 juta ton menjadi 20 juta ton mulai tahun 2015 ini di wilayah tersebut.

Bahkan atas rencana tersebut, kata Romiansyah, perusahaan akan mengalihkan alur Sungai Santan untuk diambil batu baranya. Padahal sungai Santan sejak berpuluh tahun hingga kini menjadi jalur mata pencaharian warga dan juga sumber air konsumsi utama masyarakat di desa Santan.

"Sungai Santan berada di Kecamatan Marangkayu Kutai Kartanegara merupakan urat nadi kehidupan bagi tiga kampung yaitu Santan Ulu, Santan Tengah, dan Santan Ilir," kata Romiansyah yang juga aktivis Jatam Kaltim ini.

Dia menegaskan, salah satu tuntutan mahasiswa yaitu menolak rencana peningkatan produksi dan pemindahan alur sungai oleh PT Indominco Mandiri kegiatan pertambangan batubara.

"Yang dibutuhkan masyarakat saat ini adalah perbaikan kualitas air sungai Santan, bukan malah menambang sungai," kata Romiansyah Nebo dalam orasinya.

Dalam audiensinya yang diterima pihak Dinas PU, diakui PU bahwa memang benar telah mengeluarkan rekomendasi teknis kepada PT. Indominco Mandiri. Di waktu yang sama Dinas PU juga mengakui bahwa kualitas air sungai Santan sudah sangat buruk.

Oleh perwakilan mahasiswa, Dinas PU Kaltim dituntut untuk menyerahkan rekomendasi teknis yang telah dibuat kepada masyarakat sebagai bentuk keterbukaan informasi serta mencabut rekomendasi teknis yang telah diberikan kepada PT. Indominco Mandiri.

"Kita juga mendesak PU Kaltim untuk menyerahkan kajian teknis terkait rencana pengalihan sungai Santan dan ini akan kita kaji ulang seberapa besar kebenaran dan kesalahannya," kata Saiful Ardi, salah seorang demonstran yang turut dalam audiensi tersebut.

Dia menambahkan, batas akhir tuntutan pencabutan rekomendasi teknis dan penyerahan kajian teknis pengalihan sungai Santan selambatnya tanggal 28 september 2015.

Sementara itu perusahaan eksplorasi batu bara PT Indominco Mandiri hingga sejauh ini belum memberikan tanggapan dan keterangan lainnya ke publik soal penolakan masyarakat atas rencana peningkatan aktifitas tambang tersebut di bilangan desa Santan, Kalimantan Timur.

PT Indominco Mandiri yang berkantor pusat di Gedung Ventura Lantai 8, Jl. R.A.Kartini No.26, Kota Jakarta Selatan, ini juga tidak -atau belum- memberikan keterangan resminya yang dapat diakses publik.

Portal PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITM) yang membawahi PT Indominco Mandiri beroperasi di Kalimantan Timur juga tak memuat apa pun yang sedikitnya ihwal rencana upaya konsesi yang dikhawatirkan mencemari sungai Santan tersebut.

Tags

Newsletter Signup

Jadilah yang pertama mendapatkan update berita terbaru nasional news langsung di email Anda.