News Breaking
NNTV
wb_sunny

Breaking News

PHK Terbanyak di Kaltim, Jumlahnya 10.721 Orang

PHK Terbanyak di Kaltim, Jumlahnya 10.721 Orang


KALTIM.TV -- Data Kementerian Tenaga Kerja menunjukkan, pemutusan hubunga kerja (PHK terbesar terjadi di Provinsi Kalimantan Timur. Per-September 2015, dari total 43.085 orang karyawan yang terkena PHK, sebanyak 10.721 atau 25% dari Kalimantan Timur.

Direktur Pencegahan Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial (PPHI) Kemenaker, Sahat Sinurat, melalui keterangan tertulisnya, Senin (28/9/2015) menyatakan, sektor pertambangan batu bara salah satu yang paling besar melakukan PHK karyawan.

Seperti diketahui, Kalimantan Timur merupakan basis industri pertambangan batu bara. Banyak perusahaan batu bara beroperasi di sana. Harga komoditas batu bara pun saat ini masih rendah.

Data Kementerian Energi dan Sumberdaya Mineral (ESDM), harga batu bara acuan per Agustus 2015 masih berada di US$ 59,14/ton.

Berikut data PHK di provinsi Kalimantan Timur:


  • Kota Balikpapan 7.088 orang
  • Kota Berau 1.291 orang
  • Kabupaten Kutai Barat 1.109 orang
  • Kabupaten Kutai Kartanegara 567 orang
  • Kota Samarinda 360 orang
  • Kabupaten Kutai Timur 158 orang
  • Kota Bontang 76 orang
  • Kabupaten Panajam Pasir Utara 50 orang
  • Kabupaten pasir 22 orang


Sementara, Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak awal bulan ini mengatakan bertekad untuk menurunkan tingkat pengangguran di Kalimantan Timur. Dia menegaskan, pengangguran harus turun 5,11 persen.

“Kita bertekad menurunkan angka pengangguran dengan ketersediaan lowongan kerja dan kesempatan berusaha. Target pembangunan Kaltim Maju 2018 angka pengangguran harus turun menjadi 5,11 persen,” kata Awang Faroek Ishak di GOR Stadion Madya Sempaja Samarinda, Selasa (1/9) lalu.

Awang menjelaskan salah satu program prioritas pembangunan daerah adalah penurunan jumlah angka pengangguran. Pada tahun 2014 angka pengangguran di Kaltim tercatat sebesar 7,54 persen dan akhir Februari angka pengangguran turun menjadi 7,17 persen.

Dia mengakui Pemprov Kaltim terus berupaya mendorong pertumbuhan ekonomi melalui berbagai sektor usaha demi terciptanya lapangan kerja baru serta perluasan kesempatan kerja melalui pemberdayaan potensi ekonomi pada semua sektor lapangan usaha.

Misalnya, pengembangan potensi sumber daya alam yang mempunyai prospek pasar yang jelas dan nilai ekonomi tinggi.  Selain itu, mendorong kegiatan usaha dengan melakukan perluasan atau diversifikasi usaha melalui peningkatan koordinasi, integrasi dan sinkronisasi program pembangunan ketenagakerjaan dengan sektor pembangunan ekonomi di daerah.

“Harapan kita akan tercipta lapangan kerja baru dan perluasan kesempatan kerja yang keberhasilannya ditunjukkan dengan meningkatnya angkatan kerja atau pencari kerja lokal yang bekerja pada seluruh lapangan kerja yang terbuka di Kaltim,” jelas Awang Faroek Ishak.*

Tags

Newsletter Signup

Jadilah yang pertama mendapatkan update berita terbaru nasional news langsung di email Anda.