News Breaking
NNTV
wb_sunny

Breaking News

Soal Pengalihan Sungai, Indominco Bantah Tudingan

Soal Pengalihan Sungai, Indominco Bantah Tudingan

KALTIM.TV -- Vice President PT Indominco Mandiri M Nasution membantah tudingan sejumlah pihak, terkait rencana pengalihan Sungai Santan yang dapat merusak ekosistem lingkungan. Menurutnya, sejumlah komentar yang bersilewaran itu tidak benar dan justru membuat masyarakat resah.

Dia menganggap ribut-ribut persoalan pengalihan sungai karena munculnya komentar dari beberapa pihak yang tidak paham mengenai duduk persoalan. Dia mengakui, saat ini PT Indominco Mandiri sedang mengajukan pembaruan analisis dampak lingkungan (amdal).

Menurutnya, dalam pembaruan amdal tersebut tak ada yang istimewa. Termasuk soal pengalihan sungai yang saat ini diributkan. Rencana pengalihan itu memang tertuang di dalam pembaruan dan berada dalam diterbitkan pada 2005.

“Pembaruan amdal diperlukan untuk menyesuaikan dengan kondisi saat ini. Rencana pengalihan sungai belum tentu perusahaan lakukan. Namun, sudah masuk amdal sejak 2005, tapi sampai sekarang tidak dikerjakan,” ungkapnya dikutip Kaltim.TV dari harian lokal Bontang Post.

Hal terpenting, kata Nasution, selama ini terjadi salah persepsi terkait istilah pengalihan sungai itu. Isu yang berkembang, Indominco akan memindahkan Sungai Santan. Padahal, yang dimaksud pengalihan sungai itu adalah melakukan normalisasi sehingga fungsi sungai berjalan maksimal.

“Misalnya yang dangkal kami keruk, yang berbelok-belok diluruskan, yang sempit dilebarkan. Hal tersebut untuk mempercepat aliran air, bukan memindahkan yang hulu ke hilir atau sebaliknya. Indominco tidak akan pernah melakukan itu,” ujarnya.

Dia juga mengomentari rencana pengalihan sungai itu untuk menambang di kawasan sungai. Menurutnya, pernyataan ini tidak realistis. Pasalnya, menambang di kawasan sungai membutuhkan anggaran lebih besar, sementara masih banyak lahan Indominco yang bisa digarap di daratan.  

“Ngapain kita mau tambang di bawah sungai, cost-nya jauh lebih besar. Selain itu, kawasan sungai yang masuk dalam daftar rencana pengalihan itu hanya mencapai 6,8 kilometer atau sekira lima persen dari panjang keseluruhan sungai yang lebih 100 kilometer. Lokasinya juga cukup jauh, sekira 37 kilometer dari Santan Ulu,” terangnya.

Melalui penjelasan ini, dia berharap masyarakat tak khawatir dengan isu-isu yang tidak benar. “Intinya kami sudah komunikasikan dengan masyarakat di tiga desa ini. Mereka tidak mempermasalahkan, hanya merasa terusik karena isu-isu tersebut,” ujar Nasution.

Kepala Desa Santan Tengah M Subhan mengatakan, selama ini warganya resah terhadap isu-isu pengalihan sungai tersebut. Apalagi disebutkan buaya-buaya akan naik ke daratan.

“Isu ini sangat meresahkan, padahal sebenarnya tidak terjadi persoalan apa-apa. Sebab itu kami meminta agar yang berkomentar tidak membuat masyarakat resah,” ujarnya.

Hal senada juga disampaikan Zulkifli, salah seorang tokoh masyarakat setempat. Dia justru menuding orang yang berkomentar di koran dan menebar isu soal pengalihan sungai hanya ingin numpang tenar.

“Kami rasa hanya cari sensasi, dari yang disampaikan pihak Indominco, justru kami berharap  agar pengalihan sungai itu dilakukan, supaya arus air semakin cepat. Kami dari tiga desa di Santan justru tidak pernah menolak,” ujarnya yang diamini tokoh masyarakat lainnya.

Tags

Newsletter Signup

Jadilah yang pertama mendapatkan update berita terbaru nasional news langsung di email Anda.