News Breaking
NNTV
wb_sunny

Breaking News

Bankaltim Tuan Rumah Panen Rejeki Bank BPD 2015

Bankaltim Tuan Rumah Panen Rejeki Bank BPD 2015

KALTIM.TV -- Asosiasi Bank Pembangunan Daerah (ASBANDA) bersama Bank Pembangunan Daerah seluruh Indonesia (BPD-SI) kembali menggelar program customer rewards yang dikemas dalam paket program Panen Rejeki Bank BPD yang akan digelar pada Sabtu, 24 Oktober 2015 bertempat di DOM Balikpapan, Kalimantan Timur.

Perhelatan akbar Panen Rejeki bank BPD berupa Penarikan Undian Nasional Tabungan Simpeda dengan total hadiah sebesar Rp 6 Miliar (diundi 2x setahun) atau Rp 3 Miliar untuk setiap periodenya, kali ini sebagai tuan rumah adalah Bankaltim.

Dalam keterangannya diterima media ini disebutkan Undian Nasional Tabungan Simpeda pada setiap periodenya akan diperuntukkan bagi 584 penenang dengan hadiah utama Rp 500 juta. Kemudian hadiah kedua Rp 100 juta untuk 4 pemenang, hadiah ketiga Rp 50 juta untuk 26 pemenang. Hadiah keempat Rp 5 juta untuk 26 pemenang, hadiah kelima Rp 2,5 juta untuk 26 pemenang, hadiah keenam Rp 2 juta untuk 52 pemenang, hadiah ketujuh Rp 1,5 juta untuk 104 pemenang, dan hadiah kedelapan Rp 1 juta untuk 345 pemenang.

Dalam helatan ini juga digelar Seminar Nasional BPD-SI bertajuk “Pemberdayaan UMKM sebagai Wujud Implementasi Program Transformasi BPD.” Seminar ini rencananya dihadiri Keynote Sepeech Menteri Koperasi dan UKM Republik Indonesia, Anak Agung Gde Ngurah Puspayoga.

Narasumber seminar lainnya akan diisi olehs sejumlah tokoh diantaranya Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri, Reydonnyzar Moenek, dan Wakil Ketua Komisi XI DPR-RI, Gus Irawan Pasaribu.

Ketua Umum Asbanda yang juga Direktur Utama Bank DKI, Kresno Sediarsi mengungkapkan program transformasi BPD yang telah diluncurkan pada tanggal 26 Mei 2015 lalu oleh Presiden Joko Widodo di Istana Negara Jakarta, berkomitmen untuk memperkuat diri menjadi bank regional yang berdaya saing tinggi dan kuat serta berkontribusi signifikan bagi pertumbuhan dan pemerataan ekonomi daerah yang berkelanjutan.

"Sebagai langkah awal dalam implementasi Program Transformasi BPD adalah melalui kegiatan-kegiatan yang memang dapat kita laksanakan," kata Kresno Sediarsi.

Kresno menyebutkan, beberapa kegiatan yang menjadi quickwin dalam rangka program transformasi BPD diantaranya adalah melalui Bidang Teknologi, yaitu penggunaan Layanan Laku Pandai dan Solusi e-channel oleh beberapa BPD melalui BPDNet. Selain itu, dapat pula dilaksanakan standarisasi prosedur layanan, maupun system prosedur lainnya, seperti masalah yang sama-sama kita hadapi, yaitu terkait dengan masalah perpajakan.

“Mari kita sama-sama laksanakan, implementasi Program Transformasi BPD di masing-masing BPD, melalui kegiatan yang memang dapat kita laksanakan bersama-sama,” jelas Kresno Sediarsi dalam rilis pers diterima Kaltim.TV, Kamis (22/10/2015).

Lebih jauh Kresno menjelaskan, Tabungan Simpeda Bank Pembangunan Daerah seluruh Indonesia dari tahun ke tahunnya terus menunjukkan pertumbuhan yang sangat signifikan. Hal ini, kata dia, dapat kita lihat pada Penarikan Undian Simpeda Periode ke-1 Tahun XXV-2014 di Papua, jumlah penabung sampai dengan akhir Juni 2014 berjumlah 6.944.950 penabung dengan jumlah saldo Simpeda sebesar Rp 30,44 triliun.

Kemudian pada Penarikan Undian Simpeda Periode ke-1 Tahun XXVI-2015 di Balikpapan kali ini, jumlah penabung sampai dengan akhir Juni 2015 berjumlah 7.069.345 penabung dengan jumlah saldo Simpeda sebesar Rp 32,48 triliun.

Dituturkan dia, apabila dilihat dari penarikan undian Simpeda di Papua sampai dengan di Balikpapan, dari sisi penabung terjadi peningkatan sebesar 1,79% atau meningkat sebanyak 124.395 penabung, sedangkan saldo Simpeda meningkat 6,70% atau naik sebesar Rp2,04 triliun.

"Dari data ini menunjukkan bahwa Simpeda cukup menarik dan cukup disukai oleh masyarakat dalam menabung, disamping tentunya hadiah yang lumayan menjanjikan, juga kemudahan dalam bertransaksi dengan adanya jaringan ATM Bersama," imbuhnya.

Adapun BanKaltim, kata dia, sampai dengan posisi Juni 2015 telah menghimpun Tabungan Simpeda sebanyak ±Rp1,91 triliun atau sebesar 5,89% dari Tabungan Simpeda Nasional.
Sementara yang paling banyak menghimpun Tabungan Simpeda sejak lebih dari 10 tahun terakhir, yaitu Bank Jatim, sampai dengan posisi Juni 2015 telah menghimpun Simpeda sebanyak ±Rp8,36 triliun atau sebesar 25,75% dari Tabungan Simpeda Nasional.

Selain program customer reward yang secara rutin disuguhkan bagi nasabah Tabungan Simpeda dari Bank Pembangunan Daerah dari Aceh sampai Papua, Bank Pembangunan Daerah (BPD) secara terus menerus melakukan inovasi untuk memberikan pelayanan terbaik bagi para nasabahnya.

Inovasi tersebut salah satunya melalui Asosiasi Bank Pembangunan Daerah (asbanda), kini sedang mengembangkan solusi layanan BPD NET yang merupakan merupakan layanan payment switching, baik untuk transaksi berbasis kartu maupun transaksi berbasis non-kartu, disamping juga untuk solusi layanan back-end support.

Fitur layanan BPD NET antara lain; Solusi Layanan Interbank Switching seperti ATM Switching & Mobile EDC, Solusi Layanan e-Channel seperti Web Teller, Internet Banking, Mobile Banking, Kiosk, Cash Management System, dan Financial Supply Chain Management System. Selain itu juga layanan Branchless Banking dan BPD Card e-Money.

Lebih dari itu BPD Net Online juga menawarkan solusi layanan Back-end Supporting seperti XBRL System, e-Learning System, serta Loan Origination System. Terkait dengan pengembangan Tabungan Simpeda, Asbanda juga sedang berusaha mengembangkan sebuah layanan khusus bagi nasabah Simpeda berupa Simpeda Privillage yang nantinya akan memberi nilai lebih bagi para nasabah untuk dapat menikmati ragam fasilitas seperti fasilitas eksekutive lounge di Bandara dan lainnya.

Ragam inovasi di atas merupakan komitmen BPD untuk melakukan transformasi, dan hasil nyata dari keseriusan dalam transformasi BPD tersebut dapat dilihat dari berbagai aspek kinerja BPD yang terus meningkat. Hal ini dapat dilihat dari berbagai indikator yang berhasil dibukukan oleh BPD seluruh Indonesia. Per Juni 2015, aset BPD telah mencapai Rp547,82 triliun atau meningkat sebesar 18,76% dibandingkan posisi Juni 2014 yang mencapai Rp461,28 triliun atau menempati peringkat 4 dalam perbankan nasional setelah Mandiri, BRI, dan BCA.

Dia menjelaskan, kekuatan aset BPD seluruh Indonesia ini menunjukkan bahwa apabila BPD seluruh Indonesia bersinergi akan menjadi potensi kekuatan yang solid dalam kancah persaingan industri perbankan nasional serta dapat memberikan kontribusi yang lebih optimal bagi perekonomian nasional, khususnya di daerah.

Sesuai dengan data Statistik Perbankan Indonesia, kinerja kredit BPD juga menunjukkan pertumbuhan yang cukup baik. Pada Juni 2015, posisi kredit BPD mencapai Rp302,98 triliun atau meningkat sebesar 9,20% dibandingkan posisi Juni 2014 sebesar Rp 277,46 triliun.
Sementara Posisi Dana Pihak Ketiga (DPK) BPD seluruh Indonesia pada Juni 2015 mencapai Rp 360,88 triliun, atau mengalami penurunan sedikit sebesar 2,47% dibanding posisi Juni 2014 yang mencapai sebesar Rp370,03 triliun. Kondisi ini disebabkan karena kondisi ekonomi nasional kita yang saat ini sedang mengalami kondisi sulit.

Kresno menambahkan, dengan prestasi dan pertumbuhan kinerja BPD secara nasional maupun lokal saat ini, BPD BPD-SI optimis mampu menjadi garda terdepan pembangunan ekonomi daerah untuk mendukung suksesnya ragam program Pemerintah menciptakan lapangan kerja.

"Sehingga dapat menigkatkan taraf hidup masyarakat daerah yang secara kolektif akan menurunkan tingkat kemiskinan secara nasional serta meningkatkan kesejahteraaan bangsa, dan bersama-sama menjadikan BPD ke depan mampu berkiprah lebih maksimal dan mampu menjadi “raja” di daerahnya sendiri sehingga mampu memenuhi seluruh harapan stakeholders,” pungkasnya.

FOTO: Program Panen Rejeki Bank BPD yang digelar pada Oktober 2014 tahun lalu dimana Papua sebagai tuan rumah. (ASBANDA)

Tags

Newsletter Signup

Jadilah yang pertama mendapatkan update berita terbaru nasional news langsung di email Anda.