News Breaking
NNTV
wb_sunny

Breaking News

Soal Kebakaran dan Kabut Asap, Awang Keluarkan 5 Instruksi

Soal Kebakaran dan Kabut Asap, Awang Keluarkan 5 Instruksi

KALTIM.TV -- Terbakarnya hutan dan lahan akibat musim kemarau berkepanjangan menimbulkan kabut asap  di beberapa wilayah di Tanah Air. Kondisi itu kemudian menimbulkan dampak sosial ekonomi dan kesehatan bagi masyarakat.

Bukan itu saja, beberapa negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura juga terkena imbas.  Guna mengantisipasi hal tersebut, Pemprov Kaltim menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Pencegahan Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan.

Hal itu sebagaimana diungkapkan Asisten Administarsi Umum Setprov Kaltim Dr Meiliana usai memimpin rapat koordinasi persiapan rakor yang berlangsung di Kantor Gubernur, Senin (12/10) lalu.  

Dikatakan dia, bencana kabut asap akibat pembakaran lahan yang tidak kunjung tertangani memerlukan tindakan segera, baik dalam upaya mengantisipasi maupun penanggulangannya. Kebakaran lahan dan hutan yang menimbulkan dampak buruk bagi masyarakat seharusnya jauh-jauh hari dapat diantisipasi.

"Jika pencegahan dan antisipasi benar-benar dilakukan, dampak kebakaran lahan dan hutan yang ada tidak akan menjadi lebih luas sekarang ini," ujarnya dikutip laman Pemprov belum lama ini.

Menurutnya, rapat koordinasi yang akan dilakukan sangat penting, khusunya dalam upaya mengevaluasi kegiatan yang sudah dilakukan, baik oleh  bupati/walikota beserta jajaranya, lembaga, begitu pula pihak swasta khususnya sektor perkebunan dan pertambangan dan kehutanan, termasuk dinas dan instansi terkait.

Dalam pertemuan yang digelar kemarin itu, Gubernur Awang mengeluarkan lima instruksi penting untuk mencegah semakin meluasnya kebakaran hutan dan kabut asap.

Instruksi pertama, Gubernur meminta para camat meningkatkan peran, dibantu para kepala desa dan lurah untuk mendata kebakaran hutan di masing-masing daerah dan melakukan tindakan nyata  secara bersama dan melibatkan pengusaha.

Kedua, sosialisasi terus-menerus kepada masyarakat dan perusahaan-perusahaan, baik perkebunan, pertambangan dan kehutanan untuk tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan dengan cara membakar.

Ketiga, kepada pihak yang berwajib, mulai Kapolda, Kodam VI Mulawarman dan jajaran agar terus membangun kerjasama yang baik dengan aparatur pemerintahan, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota agar bisa melakukan upaya-upaya nyata dalam penanggulangan kebakaran hutan dan lahan.

Keempat, apabila ada terbukti dan nyata diharapkan pihak berwajib untuk menindaklanjuti pihak yang melakukan pembakaran hutan secara sengaja, sesuai dengan hukum dan peraturan perundang-undangan.

Kelima, kepada perusahaan tambang batu bara yang tersebar di Kaltim diharapkan terus membantu dengan memanfaatkan lubang-lubang bekas tambang yang biasanya berisi air, agar dapat dijadikan embung-embung air yang dapat digunakan untuk pencegahan dan mengurangi kebakaran hutan dan lahan di sekitar tambang masing-masing.

"Hari ini saya keluarkan lima instruksi. Saya yakin, jika lima instruksi ini dilaksanakan dengan koordinasi yang baik, kabut asap di Kaltim akan bisa kita kurangi secara perlahan-lahan," kata Awang usai rapat koordinasi pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan, Kamis (15/10) di Kantor Gubernur Kaltim.

Agar instruksi ini bisa segera dilaksanakan, Gubernur Awang Faroek Ishak meminta Dinas Kehutanan, Dinas Pertambangan dan Dinas Perkebunan agar menginstrusikan kepada perusahaan maupun pemerintah kabupaten/kota untuk melaksanakan instruksi gubernur tersebut.

Gubernur juga mendesak agar setiap daerah mengaktifkan kembali Pusat Pengendalian Krisis di masing-masing daerah. Bukan hanya pengendalian keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), tetapi juga penanggulangan bencana kebakaran. Msyarakat juga diminta segera melapor jika terjadi kebakaran hutan di masing-masing daerah.

Pangdam VI Mulawarman Mayjen TNI Benny Indra Pujihastono yang juga hadir dalam pertemuan tersebut mengatakan, sesuai pengalaman mengatasi permasalahan kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah, maka, tindakan yang dilakukan adalah jangan menunggu terjadinya kebakaran, tetapi mencegah agar kebakaran tidak terjadi.

"Dengan langkah ini diharapkan kita semua bisa mengantisipasi permasalahan asap akibat kebakaran hutan di daerah untuk tahun depan," jelasnya. *

Tags

Newsletter Signup

Jadilah yang pertama mendapatkan update berita terbaru nasional news langsung di email Anda.