News Breaking
NNTV
wb_sunny

Breaking News

Wakil Ketua MPR Harap Kaltim Semakin Maju dan Unggul dengan Pancasila

Wakil Ketua MPR Harap Kaltim Semakin Maju dan Unggul dengan Pancasila

KALTIM.TV -- Wakil Ketua MPR RI Mahyudin mengatakan Kalimantan Timur akan terus maju, unggul, dan berpengaruh. Dengan kemajemukannya yang menjunjung tinggi nilai-nilai luhur Pancasila, Kaltim akan menjadi pelopor pembangunan wilayah.

"Semoga masyarakat Kalimantan Timur dapat terus menjagar persatuan dan kesatuan yang dengan demikian Kaltim bisa semakin jaya di masa masa mendatang," kata Mahyudin kepada koresponden Kaltim.TV di kantornya bilangan Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (06/10/2015).

Sebagai legislator asal Kalimantan Timur, pria yang pernah menjabat sebagai wakil bupati dan bupati termuda ini mengatakan dirinya berkomitmen untuk terus memperjuangkan hak-hak Kaltim di parlemen pusat.

Menurut Mahyudin, bangsa Indonesia memiliki keungggulan kompetitif tidak saja dari aspek sumber daya alamnya. Nilai lebih tersebut menurut dia akan menjadi sebuah kekayaan yang luar biasa apabila modal tersebut diiringi dengan sumber daya insani yang mumpuni. Salah satunya adalah dengan keteladanan yang baik.

"Adanya keteladanan yang baik dapat menuntaskan permasalahan yang sedang dihadapi bangsa Indonesia saat ini.Keteladan pemimpin harus disadari oleh para pemimpin itu sendiri, mereka harus menjadi panutan agar rakyat mengikuti pemimpin," kata Mahyudin.

Menurut politisi Partai Golkar RI itu, untuk menuntaskan permasalahan bangsa harus ada kerjasama yang baik antara masyarakat dan pemimpin bangsa mulai dari tingkat daerah sampai pusat.

Ia berpendapat saat ini bangsa Indonesia di hadapkan kepada permasalahan berkurangnya keteladanan pemimpin dan lemahnya penghayatan dan pengamalan agama.

Karena itu, tegas Mahyudin, penting untuk digencarkanynya sosialisasi 4 Pilar MPR RI, yaitu Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika ke berbagai elemen masyarakat di seluruh wilayah Indonesia.

Kata Mahyudin, letak penghargaan terhadap Pancasila bukan pada dihafal atau tidak. Yang penting adalah bagaimana pemahaman dan pengamalan atas nilai Pancasila tersebut. Sebab itu katanya tidak berarti orang hafal Pancasila sudah berarti dia nasionalis dan sebaliknya tidak berarti tidak hafal Pancasila lalu kemudian dicap tidak nasionalis.

"Pancasila tidak sekadar dihafal, tapi sangat perlu untuk dipahami dan diamalkan. Itulah pentingnya sosialisasi untuk menyegarkan ingatakan kita semua akan nilai-nilai luhur bangsa," ujarnya.

Pengamalan Pancasila, lanjut Mahyudin, sejatinya sangatlah mudah sebab Pancasila itu merupakan ciri khas dan karakter bangsa Indonesia itu sendiri.

"Pancasila sejatinya hanyarumusan dari karakter luhur dari bangsa Indonesia dan hal itu sebenarnya itu tak terpisahkan dari kebudayaan kita," pungkasnya.*


Tags

Newsletter Signup

Jadilah yang pertama mendapatkan update berita terbaru nasional news langsung di email Anda.