News Breaking
NNTV
wb_sunny

Breaking News

Dekonstruksi dan Deislamisasi Belum Banyak Disadari oleh Umat Islam

Dekonstruksi dan Deislamisasi Belum Banyak Disadari oleh Umat Islam

KIPIK ONLINE - Umat Islam harus selalu mawas diri terhadap berbagai macam upaya deislamisasi dan dekonstuksi Islam. Deislamisasi yang ditandai dengan gerakan massif untuk meredam kebangkitan dan persatuan umat Islam belum banyak disadari umat. Padahal secara hal itu ada dan berlangsung sistematis.

Demikian ditegaskan Guru Besar Sastra Arab dan Filologi Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah (UIN) Jakarta, Prof Dr Nabilah Lubis MA.

Hal itu disampaikan Nabilah saat memberikan sambutan acara silaturrahim dan temu pikir dewan penasehat dan dewan pakar BMOIWI Musyawarah Organisasi Islam Wanita Indonesia (BMOIWI), beberapa waktu lalu.

BMOIWI adalah organisasi federasi dari 32 ormas muslimah di Indonesia yang memiliki jaringan di seluruh Indonesia.

Salah satu yang menjadi perhatian serius Nabilah yang masuk dalam pola gerakan deislamisasi adalah aksi pemurtadan yang dalam agendanya kerap dijalankan terselubung.

Karenanya, dia menilai umat Islam lebih khususnya organisasi kewanitaan muslimah untuk turut aktif membendung upaya yang tak jarang dilakukan secara terbuka tersebut.

"Kita harus membentengi umat Islam dari upaya deislamisasi. Harus selalu dicerahkan agar jangan sampai terperosok pada pemahaman parsial tentang Islam. Sebab upaya (deislamisasi) tersebut saat ini kasat mata karena sudah menggunakan berbagai media dan cara," katanya dalam keterangan tertulisnya ditulis Pinopini.com, Sabtu (01/11/2014).

Nabilah menegaskan, kontra deislamisasi adalah dengan membangun budaya ilmu dan kesadaran intelektual bahwa umat Islam harus selalu mendapatkan pemahaman tentang Islam yang benar dan utuh. Tidak setengah-setengah.

Lebih jauh Nabilah mengungkapkan keprihatinannya sebagian dari kalangan umat Islam yang mudah tergoda dengan bujuk rayu materi lalu kemudian berpindah keyakinan.

"Modus pemurtadan sekarang sudah banyak jenisnya, sudah kasat mata. Tidak lagi hanya dengan bagi-bagi sembako," ujarnya.

Ketua Umum al Majlis al Alami Lil Alimat al Muslimat Indonesia (MAAI) atau majelis ilmuan muslimat dunia cabang Indonesia ini, mendorong BMOIWI sebagai federasi ormas wanita muslimah untuk secara aktif mengambil peran pencerahan kepada umat Islam.

Dewan penasehat dan dewan pakar BMOWI yang hadir dalam pertemuan itu sepakat untuk bersama sama dengan pengurus untuk memaksimalkan keterlibatan semua organisasi anggota dan jaringannya dalam melaksanakan program programnya sehingga kontribusi BMOIWI kepada ummat menjadi solusi terhadap keterpurukan bangsa ini.

Dalam sambutannya presidium BMOIWI Pusat, Sabriati Aziz, menuturkan kegiatan ini penting bagi BMOIWI agar jaringannya memperoleh masukan dan sumbang pemikiran dari dewan penasehat maupun dewan pakar yang memiliki kepakaran masing-masing dalam disiplin ilmu dan konsentrasi terhadap persoalan umat dan bangsa.

Sehingga, lanjut dia, kehadiran BMOIWI merupakan perjuangan solutif bagi persoalan kekinian serta dalam menyikapi isu-isu secara tepat. Disampaikan juga oleh Sabriati bahwa Kehadiran BMOIWI diharapkan mampu menjawab masalah keummatan yang multi dimensi.

"Olehnya itu program program yang dilaksanakan dengan tepat diharapkan mampu memberikan kontribusi kepada bangsa," ujar Sabriati.

Agenda Silaturrahim dan curah gagasan ini dilaksanakan di Mushalla An Nubala kediaman Prof. Hj. Nabilah Lubis, Ciputat Tangerang Selatan. Hadir dalam acara ini dewan penasehat BMOIWI lainnya seperti Maysarah, Maryam Ahmad, Amani Lubis, Nurjannah Hulwani, dan Nurdiati Akma.

Pertemuan itu dipsnfu olrh pengurus BMOIWI yang dipimpin oleh presidium Sabriati Aziz yang juga wakil dari Muslimat Hidayatullah (Mushida) didampingi oleh Dr Azizah dari Muslimat Al Washliyah, Dadah Chalidah dari Wanita PUIdan Ummi Musyarafah dari PP Aisyiah. (ad/cb)

Tags

Newsletter Signup

Jadilah yang pertama mendapatkan update berita terbaru nasional news langsung di email Anda.