News Breaking
NNTV
wb_sunny

Breaking News

Hati-hati Jajanan Anak Anda, Balita 3 Tahun Tewas Karena Tersedak Cilok

Hati-hati Jajanan Anak Anda, Balita 3 Tahun Tewas Karena Tersedak Cilok

KIPIKONLINE - Orangtua mesti lebih waspada saat menemani anak-anaknya bermain dan membeli makanan. Seorang balita berusia tiga tahun di Kota Tegal, Jawa Tengah, Aghisni Ramadhan Niar tewas setelah tersedak jajanan cilok.

‎Anak pasangan Wahidin dan Suratmi, warga Jalan Sukrosono, Kelurahan Slerok, Kecamatan Tegal Timur, Kota Tegal ini sempat dilarikan ke rumah sakit tak lama setelah kejadian. Namun nahas, nyawanya tak tertolong.

Korban tewas karena pernapasannya tersumbat. ‎Menurut penuturan paman korban, Siswadi (37), saat kejadian korban tengah bermain di depan rumahnya bersama sang ibu dan neneknya.

Di sela-sela bermain, korban dibelikan jajan cilok yang dijual tetangganya. Saat sedang menikmati cilok itulah tiba-tiba korban tersedak.

"Dia sama ibu dan mbahnya. Tidak tahu awalnya bagaimana. Tapi pas saya datang, kondisinya sudah mau dibawa ke rumah sakit karena tersedak pas makan cilok," kata Siswadi dikutip Sindonews, Rabu (25/11/2015).

Korban yang kesulitan bernapas sempat coba ditolong oleh ibu dan neneknya dengan cara dipijit‎i di bagian leher. Namun cilok yang sudah terlanjur ditelan bulat-bulat tidak juga bisa dikeluarkan.

Akhirnya korban dibawa ke RS Mitra Siaga, Kramat, Kabupaten Tegal. Nahas, setiba di rumah sakit korban dinyatakan sudah meninggal.

Dokter RS Mitra Siaga‎ Silvia Kamal mengatakan, saat diperiksa dan coba diberi pertolongan di rumah sakit kondisi korban sudah meninggal. Penyebabnya adalah gagal nafas karena saluran nafas tersumbat.

"Dari penuturan keluarganya yang membawa ke rumah sakit, sebelumnya korban makan cilok lalu tersedak," kata Silvia.

Menurut Silvia, dari penuturan keluarga, korban sempat mendapat pertolongan sebelum dibawa ke rumah sakit selama 15 menit dengan cara dipijiti. ‎Hal ini disayangkan, karena upaya pertolongan yang diberikan tersebut salah.

"Pertolongan pertama yang diberikan salah. Waktu 15 menit itu cukup lama. Korban hanya dipijit-pijit di bagian leher. Seharusnya dipukul-pukul agar bisa keluar sendiri," pungkasnya.

Ini tentu menjadi peringatan buat ayah bunda untuk tidak lengah mendampingi anak-anak tercinta termasuk dalam soal makan agar tak terjadi kejadian serupa. Korban adalah usia anak 3 tahun, jadi sebenarnya sudah cukup pintar sebetulnya, tetapi karena lingkungannya lengah dalam mengawasi maka terjadilah yang tidak diinginkan.

Kipik mendorong kita semua lebih meningkatkan kewaspadaan dan juga kepekaan lingkungan dalam membimbing anak-anak kita menjadi lebih baik dan selamat. Tanpa adanya kesadaran kolektif dalam mengawal tumbuh kembang anak, maka mustahil rasanya meraih sukses lahirnya generasi kuat dan matang.

Tags

Newsletter Signup

Jadilah yang pertama mendapatkan update berita terbaru nasional news langsung di email Anda.