Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Kapolda Kaltim Akui Ada Penangkapan Anggotanya Oleh BNN

Senin, 23 November 2015 | 06:43 WIB Last Updated 2016-10-22T08:40:12Z
Kaltara.News - Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Timur, Inspektur Jenderal Safaruddin, membenarkan kabar tentang adanya anggota polisi di wilayah tugasnya yang ditangkap oleh aparat Badan Narkotika Nasional (BNN) karena terkait narkoba.

Anggota polisi yang diketahui berinisial AM dengan pangkat Brigadir itu diduga terkait dengan jaringan peredaran narkoba antarpulau.

“Betul memang dari anggota Polda (Kaltim). Kita welcome saja. Dalam masalah narkotika, tidak ada kompromi bagi siapa pun yang terlibat. Termasuk anggota, bila terlibat akan ditindak,” kata Safaruddin, Minggu (22/11/2015).

Dia menyebutkan, BNN mengamankan AM bersama tiga orang lain, yakni, Sbn, Bus, dan Jaf, pada Rabu (18/11/2015) lalu.

Mereka dibekuk di tempat berbeda, yakni di Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman, Sepinggan, Balikpapan, dan di Hotel BS di Jalan Letjen Suprapto, Balikpapan.

“Penangkapan dilakukan BNN. Kita back up dan diperiksa di Polda. Kita bantu berikan fasilitas bagi BNN. Back up sepenuhnya," kata dia.

"Kita tidak mungkin bela, karena kita komit masalah narkotika. Terlibat, kita tindak tegas,” kata Safaruddin lagi.

“Namun keterlibatan sejauh mana, silahkan tanya BNN. Kami tidak bisa terlalu lebar, karena akan dikembangkan,” sambung Safaruddin.

Sementara itu, berdasarkan informasi dari berbagai sumber terungkap bahwa AM bertugas sebagai pengendali para kurir.

Modus mereka adalah mengirim narkotika dari luar Kalimantan -diperkirakan via udara, ke Balikpapan, kemudian dijemput. Mereka mengedarkan narkotika jenis sabu dan ekstasi.

BNN lebih dulu menangkap Jaf dan Bus yang datang dari Medan. Sesampai di bandara keduanya dijemput Sbn. Ketiganya ditangkap petugas saat dalam perjalanan dari bandara.

Pengembangan dari ketiganya, petugas menangkap Brigadir AM yang diyakini sebagai pengendali para kurir ini.

Adapun barang bukti yang diamankan adalah 1,1 kilogram sabu dan 141 butir ekstasi.

Sumber: Kompas
×