News Breaking
NNTV
wb_sunny

Breaking News

Wapres Jusuf Kalla Akan Buka Munas IV Hidayatullah

Wapres Jusuf Kalla Akan Buka Munas IV Hidayatullah

Kaltara.News - Wakil Presiden Jusuf Kalla(JK) dijadwalkanakan membuka Musyawarah Nasional (Munas) IV Hidayatullah di Balikpapan, Kalimantan Timur, Sabtu, 7 November 2015.

Munas Hidayatullah dijadwalkan berlangsung empat hari, 7-10 November. Munas yang dilaksanakan setiap lima tahun sekali ini akan dihadiri perwakilan pengurus DPW Hidayatullah dari 34 provinsi dan 297 pengurus DPD kabupaten/kota se-Indonesia.

Jumlah peserta aktif munas diperkirakan mencapai 1.200 orang. Salah satu agenda munas yang mengangkat tema “Membangun Moralitas Bangsa Menuju Kesejahteraan Umat” adalah memilih ketua umum Hidayatullah periode 2015-2020.

Sekretaris Jenderal Pimpinan Pusat Hidayatullah Abu Ala Abdullah mengatakan, mekanisme pemilihan di munas nanti berbeda dengan pemilihan pada organisasi pada umumnya. Ketua umum tidak dipilih melalui pemungutan suara oleh peserta, melainkan oleh formatur.

Nama para calon ketua umum nanti akan dikerucutkan oleh formatur hingga menjadi tiga nama. Selanjutnya, pimpinan umum Hidayatullah, KH Abdurrahman, yang akan menetapkan siapa yang menjadicalonketuaumumperiode 2015-2020.

“Kami meminimalisasi konflik jika pemilihan ketua umum dilakukan oleh floor. Melalui pemilihan ini kami juga ingin menumbuhkan spirit bahwa dalam Islam itu kita tidak boleh minta jabatan, tapi jabatan itu diberi,” ujarnya saat bersilaturahmi dengan jajaran redaksi KORAN SINDO di Gedung SINDO Jakarta kemarin.

Kata Abu A'la Abdullah, melalui munas ini Hidayatullah akan melakukan regenerasi kepengurusan. Pengurus eksekutif yang terpilih akan melanjutkan pekerjaan yang sudah dilakukan pengurus sebelumnya.

Ketua Umum DPP Hidayatullah KH Abdul Mannan mengatakan, dalam kiprahnya melakukan syiar agama, Hidayatullah diterima dengan baik oleh masyarakat di seluruh wilayah Indonesia. Syiar agama dilakukan melalui media dakwah dan pendidikan.

“Dalam melakukan dakwah kami mengutamakan pendekatan kultural. Kondisi budaya masyarakat setempat selalu menjadi perhatian demi meminimalisasi potensi konflik di masyarakat,” ujarnya pada kesempatan yang sama.

Hidayatullah kini diakuinya telah menjangkau wilayah pelosok. Organisasi ini berdiri di banyak tempat, termasuk di mana organisasi Islam lain seperti Muhammadiyah dan NU tidak ada.*

Sumber: Koran Sindo

Tags

Newsletter Signup

Jadilah yang pertama mendapatkan update berita terbaru nasional news langsung di email Anda.