News Breaking
NNTV
wb_sunny

Breaking News

[UNDUNSYAH] Kiprah Putra Bulungan dan Baktinya untuk Kaltara

[UNDUNSYAH] Kiprah Putra Bulungan dan Baktinya untuk Kaltara

Kaltara.News - Gaya bicaranya datar tapi selalu sarat dengan spirit kerja keras. Dialah Undunsyah. Pria putra Kaltara yang lahir di Bulungan ini kini menjabat sebagai Bupati Tana Tidur pada periode kedua. Selain dikenal sebagai politisi, ia juga adalah salah satu tokoh pemekaran Provinsi Kalimantan Utara.

Dr. H. Undunsyah, M.H, M.Si lahir di Salimbatu, Bulungan, 27 Februari 1962. Bapak berperawakan semampai berusia 54 tahun ini ditetapkan sebagai bupati Tana Tidung terpilih untuk masa jabatan 2010–2015 oleh KPU Tana Tidung pada tanggal 30 Desember 2009 setelah memenangkan Pilkada Tana Tidung 2009.

Ia berpasangan dengan wakil bupati Markus Yungkin. Undunsyah dilantik sebagai bupati Tana Tidung bersama dengan Markus Yungkin sebagai wakil bupati Tana Tidung pada tanggal 16 Januari 2010.

Ia dan Markus kembali terpilih sebagai bupati dan wakil bupati Tana Tidung periode 2016-2021 setelah memenangi Pilkada yang digelar pada 9 Desember 2015 dan keduanya dilantik pada pelantikan serentak tanggal 17 Februari 2016 di Bulungan.

Karir Undunsyah yang seperti sekarang bukanlah proses yang sederhana. Bahkan biduk perjalanan karirnya penuh dengan perjuangan, kerja keras, dan kosistensi.

Buat konsistensi Undunsyah untuk berbuat untuk wilayahnya terus ia jaga hingga kini. Saat dilantik Februari lalu, ia mengemukakan satu kalimat menggugah.

“Saya akan melaksanakan kepemimpinan layaknya nabi rasul yang amanah. Saya akan gunakan mata hati saya untuk kemajuan daerah Kabupaten Tana Tidung,” ujarnya kepada wartawan usai dilantik oleh Gubernur Kalimantan Utara Irianto Lambrie, Rabu (17/2/2016) di Gedung Wanita, Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan.

Undunsyah dan Pembangunan Kawasan 

Pemerintah Kabupaten Tana Tidung dibawah kemepimpinan Undunsyah berusaha bekerja pada koridor visi, misi, strategi dan kebijakan yang bersandar pada prioritas faktor-faktor yang cukup berpengaruh terhadap keberhasilan pembangunan.

Dengan taat pada koridor tersebut, dalam tiga tahun (2010-2012) kepemimpinan Bupati Undunsyah, telah tampak sejumlah kemajuan di beberapa bidang kehidupan masyarakat Tana Tidung.

Diantara upayanya adalah perbaikan kinerja Sektor pendidikan yang saat ini tampak mulai terlihat. Ketika Bupati Undunsyah mulai memimpin Kabupaten Tana Tidung pada tahun 2010, anak-anak usia sekolah di wilayah ini baru mampu menikmat lama sekolah rata-rata 7,08 tahun. Angka ini kemudian naik menjadi 7,10 tahun pada tahun 2011dan pada 2012 mencapai angka 7,24 dari rencana target di angka 9 tahun.

Target di angka 9 bukanlah hal yang muluk-muluk, karena angka 9 tahun merupakan angka rata-rata lama sekolah secara nasional. Angka rata-rata lama sekolah yang dicapai oleh anak-anak usia sekolah di Kabupaten Tanah Tidung di tahun 2012 masih jauh di bawah pencapaian Provinsi Kalimantan Timur yang berada pada angka 8,87 tahun.

Sebab itu, Bupati Undunsyah mematok target angka 9 agar mampu ‘berlari’ mengejar ketertinggalan dari kabupaten-kabupaten lain. Bahkan, di akhir kepemimpinannya, dia menargetkan pencapaian angka lama sekolah 15 tahun.

Perkembangan yang cukup menggembirakan tampak pada Angka Partisipasi Murid (APM) SD dalam dua tahun belakangan (97,28% dan 92,14%) yang melebihi APM provinsi (96,77%) dan APM nasional (85,41%). Tahun 2012 Pemkab Tana Tidung menargetkan APM sebesar 98,5%. Untuk tingkat SLTP, tahun 2010 dan 2011, APM yang dicapai 83,76% dan 67,99%. Lalu tahun 2012 ditargetkan pencapaian APM 90,12%.

Angka pencapaian tersebut tidak terlalu jauh dari angka APM SLTP nasional 2010 (75,64%) dan provinsi 2011 (85,25%). Dan APM SMU Kabupaten Tana Tidung berada pada angka 20,62% (2010), 47,14% (2011), dan tahun 2012 ditargetkan 78,1%.

Bupati Undunsyah berobsesi angka APM itu terus meningkat sampai pada apa yang dicapai Provinsi Kalimantan Timur pada 2010, yakni 80,23%. Minimal target itu dapat digapai pada akhir masa kepemimpinannya pada tahun 2015.

Dari sisi Angka Melek Huruf (AMH) penduduk berumur lebih dari 15 tahun, tahun 2010 berada pada angka 89,05%, meningkat ke 89,93% pada 2011 dan ditargetkan 92,19% pada 2012. Bupati Undunsyah bersama segenap aparaturnya terus memacu agar mencapai AMH standar nasional 99,45% atau minimal standar provinsi 97,71% (2011).

Salah satu langkah untuk mencapai hal itu adalah peningkatkan jumlah guru secara signifikan. Dalam tiga tahun berlakangan, jumlah guru SD tampak terdapat perkembangan: 288 orang, 312 orang dan 306 orang. Kemudian guru SLTP: 86 orang, 97 orang dan 96 orang. Dan guru SMU: 66 orang, 90 orang dan 89 orang.

Selain menambah jumlah guru, guna meningkatkan kualitas guru atau pendidik, Dinas Pendidikan KTT melaksanaka kegiatan bimbingan teknis (bimtek) pembuatan karya tulis guru tingka SD. Tujuannya agar para pendidik dapat mengembangkan karya nyata atau prestasi tinggi dalam menunaikan tugas dan profesinya sebagai guru profesional.

Pada tingkat lanjut, mereka diharapkan dapat menghasilkan anak didik ke arah yang lebih baik dan mampu mencapai masa depan yang gemilang.

Untuk meningkatkan mutu guru, kata Markus, juga diupayakan langkah-langkah meningkatkan kemampuan dan pengembangan keterampilan guru agar mampu sejajar dengan kualitas guru di kabupaten lain di wilayah Provinsi Kalimantan Utara termasuk jiran Kaltim.

Masih dalam upaya meningkatkan kualitas guru, tahun 2012 Pemerintah KTT melakukan kerjasama dengan Universitas Negeri Jakarta (UNJ). Kerjasama ini meliputi pelatihan, pengembangan dan penelitian. Harus diakui bahwa saat ini KTT merupakan wilayah kabupaten yang kaya akan sumberdaya alam namun tidak cukup mempunyai sumberdaya manusia yang mumpuni di bidang pendidikan.

Setelah dicanangkan wajib belajar 18 tahun di KTT, Undunsyah menginginkan adanya kerjasama seperti program magang untuk tenaga pendidik di Tanah Tidung, selain itu juga menginginkan adanya kunjungan kerja untuk mendapatkan info-info serta pengalaman bagaimana membangun pendidikan di Jakarta --terutama UNJ.

Langkah lain buat memajukan sektor pendidikan adalah penambahan jumlah bangunan sekolah, namun sejauh ini belum bisa dilakukan secara optimal. Perkembangan jumlah bangunan sekolah dalam tiga tahun belakangan relatif stagnan.

Untuk mengejar ketertinggalan sektor pendidikan, pasangan Bupati Undunsyah dan Wakil Bupati Markus pun menempuh langkah cepat dengan membangun sekolah terpadu. Kendati alokasi anggaran di sektor pendidikan relatif terbatas, Pemkab Tana Tidung saat ini tengah menyelesaikan pembangunan TK dan SD Terpadu Unggulan di Kecamatan Tana Lia, SD dan SMP Unggulan Terpadu di Kecamatan Sesayap Hilir, serta SMP dan SMA Terpadu Unggulan di Kecamatan Sesayap.

Dengan pembangunan sekolah semacam ini diharapkan bisa mempercepat peningkatan kualitas sumber daya manusia Tana Tidung.

Selain itu, usaha serius pemerintah Tana Tidung dibawah kepemimpinan Undunsyah adalah peningkatan kualitas kesehatan masyarakat. Tingat kualitas kesehatan masyarakat dapat dilihat dari indikator-indikator antara lain angka kematian bayi, umur harapan hidup, angka kematian ibu, dan prevalensi balita dengan gizi kurang/buruk.

Indikator angka kematian bayi per 1000 kelahiran hidup relatif bagus, yakni angka 5 (2010) dan 20,7 (2011). Angka tersebut relatif lebih baik dibandingkan angka serupa secara nasional yang mencapai 34 (2011) dan provinsi yang berada pada angka 17,9 (2010). Bupati Undunsyah bertekad menggapai angka yang ditargetkan MDG’s pada 2015, yakni 19.

Selanjutnya umur harapan hidup, rata-rata mencapai umur 72,61 tahan (2010), 72,64 tahun (2011) dan target 72,9 tahun (2012). Angka ini hanya sedikit di bawah angka provinsi 73,4 tahun (2011) dan nasional (MDG’s) pada angka 73,7 tahun.

Lalu angka kematian ibu, tahun 2010 belum ada data dan pada tahun 2011 mencapai 11 kematian per 100.000 ibu melahirkan. Angka ini jauh lebih baik dibandingkan angka provinsi yang mencapai 171, nasional pada angka 228 dan target MDG’s 110.

Angka prevalensi gizi balita buruk di Kabupaten Tana Tidung relatif kurang bagus. Tahun 2010 berada pada angka 17 dan menurun pada angka 3,14 pada tahun 2011. Sementara target MDG’s adalah 18 dan angka provinsi (Kalimantan Timur) pada 17,1.

Untuk mengendalikan populasi penduduk, angka partisipasi ber-KB di kalangan pasangan usia produktif  lumayan tinggi, berturut-turut 79,05% (2010), 62,34% (2011) dan 82% (2012). Sedangkan angka tingkat provinsi Kalimantan Timur hanya bertengger di kisaran 57,90%.

Dan juga sektor pembangunan pertanian dan ketahanan pangan. Saat ini sektor pertanian masih menjadi andalan mata pencaharian rakyat Kabupaten Tana Tidung dan menempati peringkat pertama dalam struktur ekonomi masyarakat setempat. Ini yang terus dibidik oleh Undunsyah untuk terus digenjok.

Tahun 2011 lalu, sektor pertanian mengambil porsi 35,58% dalam strukur ekonomi, disusul pertambangan & galian 34,32%; perdagangan, hotel & resto 12,37% dan jasa-jasa 13,55%.
Produksi Domestik Regional Bruto (PDRB) sektor pertanian mencapai Rp125.455,67 (2010); Rp135.032,92 (2011) dan Rp155.287,86 (2012).

Secara total PDRB Kabupaten Tana Tidung tercatat Rp242,75 miliar (2007) dan Rp379,56 miliar (2011). Agar PDRB ini stabil atau bahkan meningkat, Dinas Pertanian Kabupaten Tana Tidung berusaha menjaga agar tidak terjadi penyusutan lahan sawah –minimal luasannya relatif tetap.

Dalam tempo tiga tahun belakangan, lahan sawah yang ada tercatat 627 hektar dengan produksi padi 2.533 ton (2010), 825 hektar dengan produksi 1.363,5 ton (2011) dan 1.039 hektar dengan produksi 2.661 ton (2012).

Untuk terus meningkatkan produksi pertanian (padi), Dinas Pertanian menurunkan tenaga penyuluh lapangan pertanian sebanyak 23 orang (2010), 34 orang (2011) dan 35 orang penyuluh pada tahun 2012.

Pemkab Tana Tidung bertekad membangun sektor pertanian agar tercapai ketahanan pangan masyarakat yang kuat. Selain terus menguatkan pembangunan pertanian, Pemerintah KTT juga mendorong para camat dan warga masyarakat untuk mengembangkan potensi lokal, terutama pada perkebunan, peternakan dan perikanan.

Misalkan pada Desa Trans Kujau UPT III Kecamatan Sesayap sangat potensial untuk pengembangan pertanian sayuran dan palawija, dan peternakan domba.

Jalan Undunsyah untuk berbakti bagi umat dan Kaltara masih panjang. Semoga tetap komitmen dan konsisten dalam cita-cita mulai memajukan wilayah dan mensejahterakan masyarakat. (ksl/hsj)

Tags

Newsletter Signup

Jadilah yang pertama mendapatkan update berita terbaru nasional news langsung di email Anda.