KIPIK Kaji Pentingnya Kurikulum Pendidikan Adab di Pare-pare



Komunitas Pecinta Keluarga (KIPIK) kerjasama dengan kawasan Syariah binaan Walikota pare pare menggelar workshop tentang kurikulum pendidikan adab. Tema ini diangkat mengingat kian mendesaknya lahirnya suatu format baku kependidikan yang terintegrasi dan holistik.

Hadir dalam acara tersebut sebagai narasumber yakni Ketua KIPIK Nasional, DR Sabriati Aziz, M.Pd.I. Hadir pula dalam kesempatan tersebut Koordinator Kawasan Syariah, Ustadz Imam.

Selain itu, masyarakat juga tampak antusias menghadiri acara yang berlangsung penuh suasana kekeluargaan tersebut.

Pada kesempatan tersebut Sabriati mengutarakan ide pentingnya penerapan kurikulum pendidikan adab. Sebab, menurutnya, hal ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat khususnya keluarga muslim.

Al Qur'an sejatinya sudah memuat panduan-panduan tentang pendidkan adab. Namun, jelasnya, panduan tersebut masih memerlukan tafsir atau penjelasan yang lebih gamblang agar dapat dipahami bahkan oleh kalangan awam. Adapun masalah tersebut, kata beliau, sudah masuk domain para ulama.

Karenanya, ia berharap ke depan akan segera lahir panduan yang berisi perangkat mata ajar tentang pendidikan adab yang diprakarsai oleh lembaga-lembaga tinggi agama Islam. Ide kurikulum pendidikan adab ini pun telah beliau utarakan di dalam disertasi doktoralnya.  

Lebih jauh Sabriati berpesan kepada diri dan segenap peserta yang hadir untuk terus istiqomah dalam mengaja dan mendidik keluarga menjadi komunitas yang selalu taat kepada Allah Ta'ala sehingga kelak terhindar dari api neraka.

"Indikator keluarga yang tervebas dari api neraka antara lain mendirikan sholat, selalu mohon ampun, menggemarkan perbuatan baik, dan menyeru kepada dakwah," kata Sabriati.

Acara yang berlangsung di Kampung Tegal, Kabupaten Pare-pare, Selasa (26/04/2016) ini ditutup dengan doa dan ramah tamah. (ybh/hio)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel