News Breaking
NNTV
wb_sunny

Breaking News

Begini Tips Agar Anak-anak Tidak "Mengganggu" Ketika di Masjid

Begini Tips Agar Anak-anak Tidak "Mengganggu" Ketika di Masjid

DUNIA anak-anak adalah bermain. Tak pelak, masjid yang notabene merupakan tempat ibadah pun tak lepas menjadi arena bermain layaknya play group taman kanak-kanak.

Masjid atau musalla tampaknya memang selalu menjadi tempat favorit anak-anak. Maka tak heran kalau tiba waktu shalat, khususnya maghrib, mereka seringkali sudah siap lebih dulu daripada orangtua. Walaupun sebenarnya itu hanya modus biar bisa ikut ayah ke masjid. Hehe..

Dari beberapa pengamatan, anak-anak lebih agresif dan bersemangat kalau diajak ke masjid daripada "digombal" ke sekolah setiap pagi yang kadang-kadang tidak mempan kecuali harus diiming-imingi hadiah.

Namun sayangnya, kehadiran anak-anak di masjid seringkali dianggap mengganggu "orang dewasa" yang sedang khusyuk beribadah. Tak jarang kemudian mereka dilarang masuk masjid dan diusir jauh-jauh. Bahkan dibentak!.

Paman pengumuman di sebuah masjid melarang anak-anak masuk masjid 


Suara gaduh anak-anak memang seringkali mengganggu ibadah. Apalagi kalau nangis. Tapi kalau kita mau jujur, sebenarnya ributnya anak-anak di belakang hanya 1 dari sekian banyak sumber-sumber pengganggu ibadah.

Jadi, tak elok rasanya kalau hanya karena suara gaduh anak-anak lalu kemudian mereka dilarang masuk ke masjid. Padahal, mereka juga mau beribadah meskipun masih pada level yang mereka pahami.

Justru saya khawatir, diusirnya mereka yang sedemikian kasar itu menjadi ceruk basah bagi setan untuk menjauhkan anak-anak kita dari masjid di kemudian hari.

Karena itu sebaiknya masjid-masjid dan musallah harus lebih ramah terhadap anak. Jangan jauhkan mereka dari masjid sebagai pusat kegiatan ibadah umat Islam. Hentikan mengusir mereka.

Di usinya yang masih labil itu justru kebiasaan ini menjadi penguat untuk membangun alam bawah sadar mereka bahwa mereka adalah para syabaabul masajid. Sehingga ketika dewasa nanti, hatinya selalu terpaut dengan masjid.

Begini ilustrasi shaf yang benar untuk mencegah keributan antar anak-anak di masjid / net


Pengurus masjid pun dituntut untuk bersikap dewasa. Tidak malah ikut kekanak-kanakan yang selalu mengedepankan emosi. Orangtua pun demikian. Membawa anak-anak ke masjid berarti sepakat untuk mematuhi prosedur berlaku yang telah ditetapkan oleh masjid.

Harus ada kerjasama yang baik antar pengurus masjid dengan orangtua anak-anak. Hendaknya ada kesepahaman bersama terkait aturan dan prosedur yang ada. Jangan sampai ketika anaknya diatur, orangtua tidak terima. Ini yang membuat pengurus masjid lesu.

Maka, sikapilah karakter anak-anak dengan penuh kebijaksanaan. Hindari amarah. Dan, jangan lupa terapkan trik di bawah ini.

Ini Tipsnya
Suara gaduh seringkali datang ketika saat shalat telah ditegakkan. Penyebab umumnya karena tata tertib shaf yang tidak diterapkan kepada anak-anak. Masjid yang baik dan ramah anak adalah masjid yang menyedikan tenaga satuan kontrol (satrol) untuk menjaga kondusifitas ibadah.

Satrol berfungsi untuk memastikan shalat berjalan dengan tenang dan khidmat. Karena itu perhatian mereka bukan saja pada kenyamanan dan keamanan jamaah. Tetapi juga memastikan bahwa anak-anak yang ada terkondisi dengan baik.

Tipsnya adalah shaf anak-anak disatukan dengan jamaah orang dewasa. Selama ini kita sering menyaksikan jamaah anak-anak dipisahkan dengan orang dewasa dan ditempatkan di bagian belakang yang dilokalisir.

Cara melokalisir tersebut justru akan memantik "keributan" karena mereka akan saling colek, menggoda, dan akhirnya cekikikan. Jika tak ada yang mengawasi, mereka akan keluar dari shafnya dan kembali kejar-kejaran saat ibadah sedang berlangsung.

Dengan menempatkan mereka bersama shaf orang dewasa dengan cara menyelipkan antara anak-anak dan shaf jamaah dewasa, mereka akan merasa dikontrol. Setidaknya mereka tidak berani main-main apalagi cubit-cubitan. Jarak mereka yang tak bisa saling menjangkau tidak memungkinkan mereka saling tengok.

Nah, inilah sedikit tips dari kami. Semoga anak-anak kita semakin baik. Semakin sholeh-sholehah. Dan, kelak menjadi manusia-manusia yang bermartabat nan bermanfaat untuk agama, nusa, dan bangsa. Aamiin. (YACONG B. HALIKE)  

Tags

Newsletter Signup

Jadilah yang pertama mendapatkan update berita terbaru nasional news langsung di email Anda.