News Breaking
NNTV
wb_sunny

Breaking News

Mahasiswi Ini Tidak Malu Jadi Pemulung, Raih Predikat Cumlaude di Kampus

Mahasiswi Ini Tidak Malu Jadi Pemulung, Raih Predikat Cumlaude di Kampus

Firna dan orangtuanya (Foto: Angling Adhitya P/detikcom)
BAGI kamu yang malas belajar dan tidak bergairah menjalani hidup, contohlah mahasiswi ini. Gadis ini mampu meraih prestasi membanggakan kendati dalam kondisi ekonomi serba terbatas.

Wanita ini sukses menjadi salah satu lulusan terbaik dengan predikat cumlaude saat diwisuda di Auditorium Universitas Negeri Semarang (Unnes).

Atas prestasinya ini pun ia menuai apresiasi dari Menristek Dikti dan mendapatkan peluang mendapatkan beasiswa magister ke Singapura.

Rektor Unnes, Fathur Rokhman, mengatakan peluang Firna mendapatkan beasiswa magister ke Singapura sangat terbuka melalui beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).

"Saya sudah berkonsultasi dengan pak Menristek Dikti, bilang ada mahasiswa Unnes anak pemulung tapi merupakan mahasiswa dengan skripsi terbaik dan ingin melanjutkan S2. Pak Menteri sudah menjawab akan bantu mengkomunikasikan," kata Fathur seperti dikutip Pinopini.com dari Detikcom, Rabu (27/7/2016).

Namanya Firna Larasanti. Kemandirian perempuan yang telah menginjak usia 21 ini patut ditiru di tengah gaya hidup anak-anak muda yang senang menghabiskan waktu di tempat tongkrongan. Atau lebih doyan menghabiskan waktu bersama gadget.

Selain sibuk menuntut ilmu, Firna juga secara rutin membantu orangtuanya memulung sampah. Bapaknya memang berprofesi sebagai pengumpul sampah-sampah bekas untuk dijual kembali. Sementara ibunya bekerja sebagai tukang cuci keliling.

Tak banyak penghasilan yang dapat diraup setiap harinya dari memulung. Maksimal 50 ribu sehari. Jika sampah bekas sedang lesu, pendapatan pun nihil.

Namun, kondisi tersebut bukanlah masalah baginya. Firna tetap selalu optimis. Jiwa besarnya pun mengantarkannya menjadi sosok inspiratif.

Kondisi sulit tak lantas membuat Firna berpangku tangan. Ia terus belajar. Kerja kerasnya tak henti. Hasil terbaik pun berhasil ia raih.

Firna lulus dengan Indeks Prestasi Komulatif (IPK) 3,77. Skripsi mahasiswi jurusan Politik dan Kewarganegaraan Fakultas Ilmu Sosial itu bahkan memenangkan lomba penulisan tingkat provinsi tentang otonomi daerah dan mendapatkan juara 1.

Memang, tidak ada usaha yang sia-sia. Semua upaya, apalagi yang dilakukan dengan maksimal, pasti akan menghasilkan buah. Jika yang kita kerjakan secara konsisten itu adalah kebaikan, maka ia pun akan berbuah kebajikan dan kebermanfaatan.

Seperti dikatakan Firna: "Kuncinya itu yakin dan terus berusaha belajar giat. Saya yakin kalau berusaha dan minta sama Allah, maka keinginan kita pasti tercapai". (YUGOSLAVI ABDUH)

Tags

Newsletter Signup

Jadilah yang pertama mendapatkan update berita terbaru nasional news langsung di email Anda.