News Breaking
NNTV
wb_sunny

Breaking News

Kalau Judulnya "Islam Bukan Teroris", Mungkin Kamu Tidak Klik Sekarang

Kalau Judulnya "Islam Bukan Teroris", Mungkin Kamu Tidak Klik Sekarang

Foto: Huffingtonpost
ISLAM agama damai. Tapi banyak yang menyangkal kesimpulan tak tergugat tersebut. Mereka yang mengingkari ini, sayangnya, karena memang gagal paham.

Selain gagal paham, ada juga memang berangkat dari landasan sentimentil yang menepikan rasionalitas. Jelas, tidak mudah untuk memahamkan orang jenis ini. Karena itu tadi, telah terlanjur paranoid.

Mungkin, karena tingkat eksesif dan sudah kadung melekatnya stempel bahwa Islam agama teror terutama melalui framing media, judul-judul artikel yang mencoba meluruskan persepsi keliru tersebut tak lagi menarik minat pembaca saking seringnya tema serupa diangkat.

Kenapa sih Islam selalu diidentikkan dengan kekerasan, atau tepatnya terorisme. Tentu saja, ini bukan sesuatu yang kebetulan.

Identifikasi dengan melekatkan stigma negatif kepada Islam tersebut tercipta karena akumulasi emosi yang tak terperihkan. Kalau coba ditilik dari fragmen kesejarahan, ada semacam kesumat yang terangkai di sana.

Dan, Islam, sebagai poros religiusitas yang sejalan dengan naluri kemanusiaan, nyatanya tak pernah -dan tidak akan pernah- usang dengan beragam solusi kritisnya meskipun dari kanan kiri atas bawah menerima celaan dan penggambaran yang teramat kejam.

Maka, betapapun besarnya usaha dan kerja keras mendemonisasi Islam, hal itu tak mungkin berhasil. Sebab, sebagaimana dalam salah satu doktrin theologisnya disebutkan, bahwa Tuhan sendirilah yang langsung menjaga agama ini.

Media, khususnya di Barat, boleh saja terus merepresentasikan wajah Islam yang gemar menumpahkan darah. Namun hal itu tak bisa menepikan kemutlakan Islam sebagai ajaran penuh cinta.

Terkait tema ini, saya tertarik dengan pendapat diutarakan Paus Fransiskus baru baru ini yang turut menyela adanya tudingan Islam identik dengan kekerasan.

Paus Fransiskus menyatakan, adalah salah mengidentifikasi Islam dengan kekerasan. Sebaliknya, ketidakadilan sosial dan pemberhalaan uang adalah penyebab utama terorisme.

"Saya kira tidak benar mengidentifikasi Islam dengan kekerasan," kata Paus kepada wartawan di dalam pesawat sewaktu kembali ke Roma setelah lima hari mengunjungi Polandia seperti dikutip laman Antara News, Senin, 1 Agustus 2016.

"Ini tidak benar dan ini tidak tepat," tegasnya seperti dimuat di sini.

"Saya kira pada hampir semua agama selalu ada kelompok kecil fundamentalis. Kami (umat Katolik) juga memilikinya," kata Paus.

"Saya tidak suka membahas kekerasan Islam karena setiap hari saya membaca surat kabar saya menyaksikan kekerasan di sini di Italia, ada yang membunuh pacarnya, ada yang membunuh mertuanya. Mereka semua umat Katolik yang terbaptis," lanjut dia.

"Andai saya berbicara soal kekerasan Islam, saya juga harus membicarakan kekerasan Katolik. Tidak semua muslim keras," sambung Paus Fransiskus.

Pernyataan Paus Fransiskus ini mengafirmasi tesis bahwa sejatinya agama kontra-terorisme. Ini juga menjadi menarik apabila dihubungkan kian meluasnya berbagai sangkaan yang menempatkan Islam sebagai pesakitan.

Karena itu, bijaklah bersikap. Cerdaslah mencerna. Pintarlah menelaah berbagai informasi yang beredar di sekitar kita.

Setiap agama saya kira melakukan glorifikasi untuk menabalkan identitasnya yang, pada titik tertentu, mengandaikan lahirnya manusia beradab.

Dan, saya meyakini bahwa Islam adalah satu-satunya agama yang benar. Tentu saja hanya orang bodoh berpikiran sempit lagi picik yang berkesimpulan prinsip semacam ini intoleran. (ANCHAL)

Tags

Newsletter Signup

Jadilah yang pertama mendapatkan update berita terbaru nasional news langsung di email Anda.