Kuatkan Peran Bangun Indonesia Beradab, KIPIK Makassar Berkonsolidasi

Pengurus Komunitas Pecinta Keluarga (KIPIK) Kota Makassar melakukan kegiatan silaturrahim dan konsolidasi dalam rangka menguatkan peranan lembaga tersebut dalam pembangunan karakter bangsa untuk terwujudnya Indonesia beradab.

Acara konsolidasi yang berlangsung santai penuh suasana kekeluargaan di sebuah rumah makan di pusat Kota Makassar ini turut dihadiri pendiri KIPIK, Dr. Sabriati Aziz, M.Pd.I

Dalam pengarahannya, Dr Sabriati menekankan visi KIPIK sebagai wadah penguatan bersama dalam mewujudkan ketahanan keluarga yang Islami, utuh, dan berpengaruh.

"Tiga frase yang tertuang dalam visi yaitu Islami, utuh, dan berpengaruh, memiliki substansi pesan yang cukup filosofis. Islami berarti pilar dari keseluruhan gerak kita, utuh berarti kolektifitas peran antara ayah, ibu, dan lingkungan. Dan, berpengaruh, yang berarti kelak menjadi kebanggan berdimensi dunia akhirat," jelasnya.  

Karena itu, Sabriati menjelaskan, orientasi utama gerakan KIPIK adalah melakukan langkah prevensi dan imunitas terhadap keluarga muslim dari berbagai upaya dekonstruksi moral terutama yang menyasar generasi muda.

Mengingat beratnya tantangan yang dihadapi keluarga Indonesia dewasa ini, maka Sabriati menilai pekerjaan menegakkan nilai-nilai luhur ajaran Islam dalam lingkup keluarga merupakan pekerjaan yang cukup berat. Tetapi, beliau menegaskan, tegaknya keluarga kokoh bagaimanapun harus tetap diupayakan.

Apalagi, lanjut beliau, keluarga terus diperhadapkan pada banyak tantangan di tengah kondisi negara yang acapkali absen dalam melindungi warganya dari paparan negatif terutama serangkaian ideologisasi dan formalisasi LGBT yang dilakukan oleh sejumlah kelompok pro-kebebasan.

"Dengan terbangunnya kolektifitas gerak maka diharapkan KIPIK semakin meneguhkan perannya sebagai salah satu ikhtiar kebangsaan dalam ranga mewujudkan Indonesia berperadaban mulia serta menjadi wasilah bagi kita untuk menyebarkan manfaat untuk sesama dan merengkuh limpahan pahala di sisi Allah Ta'ala," kata Sabriati yang juga anggota Dewan Presidium BMOIWI Pusat ini.

Pada kesempatan tersebut hadir Ketua Kipik Makassar Dr. St Rabiah M. Hum yang turut didampingi oleh sejumlah jajarannya diantaranya Siti Aisyah, Ashajar, Dewi Yuliana, Umiska, Kasmawati, dan Nasrah.

Dalam pemaparannya Dr. St Rabiah mengutarakan sejumlah program kerja yang akan terus digalakkan di daerah kepemimpinannya diantarnya edukasi masyarakat tentang kepengasuhan atau parenting. Serta upaya membentengi keluarga dari pengaruh keburukan dari LGBT.

Selain itu, juga akan dibuka kesempatan kepada keluarga di Makassar yang ingin terlibat atau berminat bergabung menjadi relawan KIPIK. Sebagaimana platformnya, KIPIK adalah wadah terbuka bagi siapa saja keluarga muslim untuk bersama membangun ketahanan keluarga yang berbekal cinta dan kepedulian.

Jadi, bagi siapa saja keluarga muslim yang berminat membangun bangsa melalui kesadaran terhadap pentingnya ketahahan keluarga, dipersilahkan untuk bergabung dengan menghubungi pengurus KIPIK di setiap kota di Indonesia.

Dengan bergabung di KIPIK, kita bersama menyemarakkan gerakan membangun ketahanan keluarga serta saling berbagi ilmu dan pengalaman dalam kepengasuhan dan kerumahtanggan. Insya Allah, berkah!.  (ybh/hio)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel