Darmin: Jangan Sensitif Dengan Isu "Rush Money" Penarikan Uang

Menko Perekonomian Darmin Nasution dan Gubernur BI Agus Martowardojo menjawab pertanyaan wartawan di lingkungan Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (18/11) pagi. (Foto: Humas/Agung)


Kaltara.News - Menko Perekonomian Darmin Nasution meminta masyarakat agar jangan terlalu sensitif terhadap isu penarikan uang atau rush money dari perbankan nasional.

“Begini, jangan terlalu sensitif terhadap isu-isu semacam ini, ya. Tidak ada alasan untuk terjadi rush,” kata Darmin kepada wartawan usai menghadiri acara Peluncuran Strategi Nasional Keuangan Inklusif, di Istana Negara, Jakarta, Jumat (18/11).

Menko Perekonomian menilai, normal saja kalau ada yang menghembus isu rush dalam situasi begini. Namun ia menegaskan, ekonomi Indonesia berjalan dengan baik.

“Bank Indonesia tetap siap siaga menghadapi situasi. OJK menjaga pasar modal, menjaga lembaga-lembaga keuangan, perbankan, asuransi, dan sebagainya. Pemerintah menjaga sektor riil-nya,” tegas Darmin.

Kalau ada isu semacam itu dianggap Menko Perekonomian hal yang biasa.

“Ini kan di Amerika sana sedang ada perubahan-perubahan bermacam-macam, itupun sudah mulai dikembang-kembangkan kan, ada tembok, ada apa, ya kan. Apa iya? Jangan terlalu terburu-buru terpengaruh ya,” ujarnya.

Yang paling penting dari semuanya, menurut Menko Perekonomian, perekonomian Indonesia harus dijaga bersama. Sehingga kalau pun ada goncangan Indonesia akan bisa bertahan.

“Kita sudah tunjukkan selama ini, kita bertahan bukan hanya bertahan. Dalam situasi ekonomi dunia melambat ekonomi kita masih tetap bisa meningkat pertumbuhannya, bukan cuma bisa bertahan,” jelas Darmin.

Jadi isu itu tidak benar? “Saya tidak bilang, itu lebih banyak isu, gitu ya,” tegas Darmin.

Sementara itu Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo menegaskan, bahwa kondisi ekonomi di Indonesia stabil dan kuat. Ini terlihat mulai dari pertumbuhan ekonomi yang mencapai 5 persen saat negara-negara lain di bawah 5 persen.

Agus Martowardojo menyampaikan bahwa kondisi ekonomi di Indonesia stabil dan kuat.

Selain tingkat pertumbuhan ekonomi yang mencapai 5 persen saat negara-negara lain di bawah 5 persen, inflasi Indonesia menurut Agust juga ada di kisaran 3 persen, transaksi berjalan bertambah baik ada di bawah 2 persen dari GDP, dan neraca pembayaran dalam kondisi baik.

“Bahkan sistem keuangan, sistem perbankan kita sehat. Jadi tidak ada dasar untuk ada kegiatan yang disebut rush,” tegas Agus.

Gubernur BI meminta kepada masyarakat dan media agar jangan terpengaruh isu tersebut karena keadaan ekonomi Indonesia dalam keadaan baik dan stabil.
“Mohon, kita jangan memberitakan berita-berita yang nanti bisa membuat masyarakat tidak tenang,” ujarnya.

Agus menegaskan, bahwa BI bersama dengan otoritas yang lain mengkonfirmasi bahwa stabilitas ekonomi Indonesia terjaga baik. (cha/anh)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel