Ini Besaran UMP Kaltara 2017 yang Tertinggi se-Kalimantan

Kaltara.News  – Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) akhirnya mengumumkan penetapan Upah Minimum Provinsi (UMP) Kaltara tahun 2017. Adapun besaran UMP Kaltara yang disebut terbesar se-Kalimantan ini sebesar Rp 2.354.800.

Pengumuman peresmian ini dilakukan oleh Gubernur Kaltara DR.H Irianto Lambrie di sela pidato pembukanya pada kegiatan launching Bantuan Belajar Kaltara Cerdas di Gedung pertemuan Universitas Kaltara (Unikal), Selasa (1/11/2016).

Dengan besaran tersebut maka UMP Kaltara tahun depan mengalami kenaikan sebesar Rp 179.460 dari tahun sebelumnya sebesar Rp 2.175.340. Kenaikan tersebut juga mengacu dari Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 78 tahun 2015 tentang Pengupahan.

Irianto mengatakan, penetapan UMP Kaltara tersebut langsung dikomunikasikan ke setiap kabupaten/kota agar segera menetapkan Upah Minimum Regional (UMR) di masing-masing daerah.

“Seperti yang sudah saya sampaikan, UMP ini akan menjadi patokan dari setiap kabupaten/kota dalam menetapkan UMR. Bisa sama, bisa lebih namun tidak boleh di bawah dari UMP,” jelasnya seperti dilansir Kaltara.News dari Radar Tarakan.

Penetapan UMP Kaltara 2017, mengacu dari surat keputusan (SK) Gubernur Nomor 188.44/ A.580/ 2016 tanggal 24 Oktober 2016.

Irianto menyebutkan, UMP Kaltara kali ini tertinggi di seluruh provinsi yang ada di Kalimantan. Sehingga hal itu dinilai menjadi salah satu titik terang untuk kesejahteraan masyarakat Kaltara.

“UMP Kaltara merupakan angka tertinggi di seluruh Provinsi di Kalimantan,” katanya.

Herman, salah satu pengusaha di Kota Tarakan yang memiliki belasan karyawan mengatakan, dirinya tidak mempermasalahkan kenaikan dari UMP. Karena hal tersebut memang merupakan kewajiban dari permerintah serta hak dari setiap karyawannya.

Namun ia berharap, dari patokan UMP yang telah ditetapkan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara, tidak berbanding jauh dengan upah yang akan ditetapkan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan.

“Ya tidak apa-apa kalau UMP-nya naik, itukan hak karyawan. Tapi semoga saja kenaikan UMR 2017 Tarakan tidak jauh-jauh dari UMR 2016-nya,” harapnya. (*/eca/keg)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel