News Breaking
NNTV
wb_sunny

Breaking News

Jalan-jalan Reporter Nasional News ke Kampung Mentadak Malaysia

Jalan-jalan Reporter Nasional News ke Kampung Mentadak Malaysia

Kaltara.News - Bagi masyarakat yang tinggal di Pulau Sebatik wilayah Indonesia, gemilangnya negara tetangga bukan lagi rahasia umum. Negeri jiran memang selalu masyhur di telinga warga.

Kemasyhuran negeri tetangga bukan karena hiruk pikuk beragam permasalahan yang dialaminya. Melainkan semarak pembangunan kawasannya.

Reporter Nasional.news, Yahya Hasan, berkesempatan menyaksikan langsung geliat pembangunan di Kampung Mentadak, wilayah yang berada di Tawau, Sabah, Malaysia. Kampung ini bersebelahan dengan Pulau Sebatik Indonesia.

Dari pantauan media ini di lokasi, pulau yang berada di bawah kuasa negara persekutuan Malaysia ini memang berkembang pesat, jauh dibanding dengan kondisi Pulau Sebatik Indonesia.



Infrastruktur seperti masjid yang ada di bilangan Mentadak juga terlihat dibangun dengan baik, berbahan kokoh, dan representatif.

Kami sempat mengunjungi taman baca (perpustakaan), masjid, dan sejumlah fasilitas umum lainnya. Perkembangannya pesat. Meskipun Mentadak daerah perbatasan yang jauh dari pusat pemerintahan negara, wilayah ini mendapat perhatian serius dari pemerintah. Umumnya kawasan perbatasan yang berada di bawah kekuasaan Malaysia memang terawat baik.

Ya, harus diakui pengelolaan wilayah tapal batas oleh Malaysia cukup pesat. Ini pula yang kemudian menjadikan warga Indonesia lebih untung melakukan aktifitas relasi ekonomi dan bisnis dengan suadara seperbatasan ini.

Selain itu, konstruksi fasilitas transportasi seperti jalan raya di Pulau Mentadak yang menjadi lalu lintas utama perekonomian masyarakat juga dibangun dengan apik. Tak terlihat kondisi jalan yang mengenaskan sebagaimana kerap dirasakan di pulau kita.

Yang pasti, banyak hal yang menjadi catatan menarik dalam perjalanan media ini ke Mentadak. Kami akan menayangkan di sini pada laporan berikutnya.



Masyarakat perbatasan Indonesia yang ada di Pulau Sebatik dan sekitarnya masih menaruh harapan besar kepada pemerintah untuk melakukan upaya nyata membangun wilayah perbatasan Indonesia di utara Kalimantan ini.

Iri rasanya kita melihat Malaysia yang sangat peduli pada pembangunan kawasan tapal batas padahal mereka negara kecil. Sementara Indonesia yang kaya raya ternyata tidak (atau belum) menunjukkan keseriusan untuk secara konsisten membangun kawasan perbatasan menjadi kawasan primadona.

Kita ingat, salah satu agenda prioritas Presiden Jokowi dan Wapres Jusuf Kalla adalah "Membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan".

Janji politik itu tertuang dalam poin ketiga Nawa Cita. Tapi, sayangnya, nampak belum cukup menggembirakan upaya yang dilakukan oleh pemerintah saat ini.

Lalu, apa hasil yang bisa dilihat dalam dua tahun kinerja pemerintah soal pembangunan pinggiran dan perbatasan itu? Kita masih terus menanti kejutan. Sebab, masih nihil dampak pembangunan perbatasan yang bisa dirasakan.

Yang pasti, masyarakat Indonesia di perbatasan sangat menantikan perhatian yang lebih serius dari pemerintah. Bukan sekedar argumentasi apalagi sekumpulan ilusi pencitraan di media massa.

Semiskin dan sebodoh-bodohnya orang Indonesia di tengah era keterbukaan informasi saat ini, mereka tetap bisa membedakan mana asli mana palsu. Mana yang yang tulus mana yang karena fulus. Jadi mari hentikan segala ilusi, mari realisasi segala janji-janji.

Dalam pada itu, kita senantiasa berbesar hati dan berbangga bahwa kawasan perbatasan akan mengalami peningkatan mutu dan kualitas dari segala sisi. Tentu kita percaya pemerintah akan merealisasikan janjinya. Insya Allah. (yhs/cha) 

Tags

Newsletter Signup

Jadilah yang pertama mendapatkan update berita terbaru nasional news langsung di email Anda.