15 Tahun Pemerintah Pusat Tidak Tanggapi Macet Bundaran Aloha-Gedangan

SIDOARJO (NASIONAL NEWS) - Sudah sekitar 15 tahun, usulan dan laporan Pemkab Sidoarjo ke pemerintah pusat soal langganan kemacetan di Bundaran Aloha Gedangan dan perempatan Gedangan yang masuk jalan nasional belum ada tanggapan.

Pernyataan itu disampaikan Ketua DPRD Sidoarjo H. Sullamul Hadi Nurmawan. Sampai kini, belum pernah ada utusan dari pemerintah pusat yang menengok untuk mencari solusi agar tidak terjadi kemacetan panjang setiap hari.

"Sekarang ini, kemacetan itu pasti bisa dirasakan di dua titik itu (Aloha dan perempatan Gedangan red,). Bahkan sekarang tambah satu titik lagi, yakni di Sruni Gedangan juga kerap terjadinya kemacetan," katanya disela-sela acara hibah jalan oleh pihak perumahan Puri Surya Jaya (PT Jayaland) kepada Pemkab Sidoarjo untuk Jalan Frontage Road Waru-Sidoarjo Kamis (15/12/2016).

Gus Wawan sapaan akrap Ketua DPRD itu berharap, selain Pemkab Sidoarjo, PT KAI, perusahaan maupun instansi lain yang punya chanel di Jakarta, juga ikut mengusulkan agar solusi mengatasi kemacetan di jalan nasional bisa terwujud.

"Saya tadi mendengar Menteri Perhubungan RI sekarang juga alumni PT Pembangunan Jaya satu group dengan Puri Surya Jaya. Puri Surya Jaya di Sidoarjo bisa juga menginfokan kemacetan yang ada di jalan nasional di Sidoarjo. Paling tidak, semakin banyak yang menginfokan dan mengusulkan ke Jakarta, siapa tahu lansung segera di respon solusi dalam mengurai kemacetan di Bundaran Aloha dan Gedangan itu," papar Gus Wawan.

Subianto Setyawardaja Direksi PT Jayaland mengatakan usulan yang disampaikan oleh Ketua DPRD Sidoarjo, hal yang bagus dan itu jangka panjang ke depannya.

Tapi pihaknya sekarang sedang merintis untuk melebarkan perlintasan rel KA  depan perumahan Puri Surya Jaya.

"Yang mendesak, perlintasan depan Puri Surya Jaya akan dilebarkan sekitar 23 meter agar lalulintas bisa tertata dan aman. Kami juga sudah ijin ke PT KAI dan menunggu ijinnya turun. Ijin turun, rencananya pengerjaannya sekitar pertengahan 2017 nanti," jelas Subianto.

Sementara itu Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga Kab. Sidoarjo H. Sigit Setiawan menandaskan, salah satu untuk mengurangi kemacetan, pihak terus berupaya mewujudkan jalan Frontage Road sisi timur rel KA mulai  Waru sampai Sidoarjo sepanjang sekitar 9 kilometer tersebut.

PU Bina Marga juga mengapresiasi banyak perusahaan yang menghibahkan tanah depan perusahaannya untuk pembangunan jalan Frontage Road. Sudah sekitar 45 persen banyaknya perusahaan yang menyerahkan tanahnya untuk Frontage Road itu. "Perusahaan yang sudah menghibahkan tanahnya, kami datangi ‎dalam Safari M-bong," imbuhnya.

Masih kata Sigit, Frontage Road dibangun salah satunya untuk mengurangi kemacetan mulai Waru sampai Sidoarjo dekat jembatan layang Jenggolo.

Dengan terwujudnya Frontage Road ini, akan juga melancarkan arus lalulintas menuju perusahaan itu sendiri, masyarakat umum atau pengguna jalan lainnya.
"Semoga Frontage Road ini bisa segera terwujud dan kemacetan yang ada, terurai," harap mantan Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan itu.

Sumber: Berita Jatim

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel