Wakil Ketua DPR RI Terima Audiensi Pemuda Hidayatullah di Senayan

JAKARTA (Nasional News) - Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah menerima rombongan audiensi PP Pemuda Hidayatullah di kantornya Komplek Parlemen, Senayan, Jalan Jenderal Gatot Subroto, Jakarta Pusat, Selasa (13/12/2016).

Rombongan PP Pemuda Hidayatullah ini dipimpin oleh Suhardi Sukiman yang juga Sekretaris Jenderal organisasi pemuda yang memiliki jaringan wilayah dan daerah hampir di seluruh Indonesia ini.

Pada kesempatan tersebut Suhardi melaporkan beragam program dan renstra organisasinya. Selain itu, ia juga menyampaikan perihal agenda Musyawarah Nasional VI Pemuda Hidayatullah yang akan digelar di Kota Batam Desember ini.

"Munas kali ini sekaligus momentum menguatkan kembali jatidiri gerakan Pemuda Hidayatullah. Bahwa organisasi Pemuda Hidayatullah hadir untuk sebuah kerja-kerja yang membumi," kata Suhardi.

Kerja-kerja membumi, jelas Suhardi, seiring dengan semangat pendiri induk organisasi yang konsen berkecimpung di ranah dakwah dan pendidikan ini.

Suhardi mengatakan, kader Hidayatullah selalu didorong oleh para pendahulu lembaga ini untuk menyibuki pekerjaan-pekerjaan yang nyata, tidak mengawang-awang.

"Salah satu pesan founding father yang selalu disegarkan, selamat datang di alam realita bukan di alam cerita. Pesan agar pemuda bekerja, terus bekerja untuk umat dan bangsa kita tercinta tanpa interest apapun kecuali menyebarkan rahmat dan meraih ridha Tuhan," katanya.

Kendati demikian, lanjut Suhardi, berbagai masalah yang menghadang nyatanya tidak selalu sederhana. Karennanya, dalam kesempatan tersebut ia meminta pandangan serta berbagi pengalaman dengan Fahri Hamzah yang merupakan tokoh muda yang turut mewarnai perjalanan reformasi bangsa ini.

Fahri Hamzah dalam penyampaiannya mengatakan salah satu spirit aksi damai 212 berlangsung awal Desember lalu yang menyita perhatian publik itu adalah agar umat Islam menyemarakkan masjid sebagai basis gerakan.

"Umat Islam mesti berdaulat secara ekonomi sehingga pemuda meski harus mampu melahirkan pengusaha yang tangguh dan dermawan, Basisnya adalah masjid," kata Fahri.

Lebih lanjut ia mengatakan umat Islam harus ambil bagian dalam politik Indonesia dan tidak lagi mempermasalahkan dasar negara. Sebab itu ia menerangkan pemuda Islam harus menjadi mainstream dan mampu merangsek ke semua lini.

Para pemuda, lanjut Fahri, harus rajin membaca dan menelaah buku agar memiliki landasan teoritis yang kuat agar tidak mudah goyah dengan info dari medsos misalnya.

"Perkembangan Hidayatullah pun dinamis. Awalnya organisasi sosial, sekarang sudah terbuka sebagai ormas, sehingga harus terus melanjutkan peran dan kontribusi terbaiknya dalam membangun bangsa," katanya.

Hadir pula dalam kesempatan tersebut pengusaha Musliadi D Mappasomba serta sejumlah jajaran pengurus PP Syabab Hidayatullah seperti Ketua Departemen Perkaderan Ilman Abdullah, Kadep Dakwah Ahmad Muzakky, dan Muhammad Arbani yang mewakili PW Syabab Hidayatullah Jabodebek. (ksk/qsw)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel