News Breaking
NNTV
wb_sunny

Breaking News

Pemuda Hidayatullah Sesalkan Film Pendek "Kau Adalah Aku yang Lain"

Pemuda Hidayatullah Sesalkan Film Pendek "Kau Adalah Aku yang Lain"

Cuplikan adegan film pende berjudul "Kau Adalah Aku yang Lain" (foto: Facebook Divisi Humas Polri)

(NASIONAL News) - Syabab Hidayatullah, sayap pemuda ormas Hidayatullah menyesalkan beredarnya film pendek berjudul "Kau Adalah Aku yang Lain" yang memuat materi adegan sensitif terkesan mendiskreditkan Islam.

"Sangat disesalkan. Okelah dalihnya seni tapi (video) itu saya pikir terlalu lebay. Framingnya dipaksakan untuk mendiskreditkan pihak tertentu namun di waktu yang sama menutup mata dari realita sebenarnya," kata Ketua Umum PP Syabab Hidayatullah Suhardi Sukiman kepada Nasional.news, Selasa (27/06/2017).

Menurutnya, di tengah umat Islam sedang kondusif berpuasa dan merayakan hari Raya Idul Fitri, tidaklah elok film pendek kontoversial tersebut diedarkan.

Menurut Suhardi, jikalau produser mengklaim dalam film itu ingin menceritakan bagaimana Islam menghargai kehidupan bagi siapapun, mestinya ia bisa menghadirkan banyak adegan yang secara faktual dimana umat Islam telah membuktikan sikap tolerannya.

"Jangan justru membuat penggambaran yang konyol. Tujuannya mungkin cari sensasi atau motif lain. Tapi apapun itu, film pendek ini menunjukkan ketidakdewasaan dalam berbangsa dan ketidakmengertian akan realitas Indonesia yang majemuk. Umat Islam telah membuktikan komitmennya berada di garis terdepan dalam toleransi di NKRI," tukas Suhardi.      

Seperti diwarta, hari terakhir puasa Ramadhan atau sehari menjelang hari Raya Idul Fitri, Sabtu (2406/2017) publik dikejutkan oleh akun Facebook Divisi Humas Polri yang merilis video film pendek bertajuk “Kau Adalah aku yang Lain”.

Video berdurasi 7 menit 41 detik ini dinilai sebagian warganet berisi pesan tendensius yang mendiskreditkan Islam.

Dalam video itu digambarkan sebuah jalan ditutup karena ada kegiatan "pengajian". Tampak sejumlah orang yang beraksesori Islam tidak mau membuka jalan yang ditutup ketika ada ambulans mau lewat mengangkut pasien kritis yang kebetulan beragama Kristiani.

Selajutnya, tampak anggota polisi beradegan mengamankan acara itu. Ia terlibat perdebatan dengan seorang warga yang bersikeras menolak.

Tiba-tiba tokoh yang dipanggil "Mbah" berambut gondrong dan berpenampilan lusuh yang berdebat dengan polisi dalam film itu menghardik dengan kalimat kasar.

"Kemanusiaan itu kan kalau agamanya sama. Lha, ini kan beda. Tidak boleh mengganggu pengajian. Kafir!" demikian potongan dialog dari tokoh Mbah itu yang kemudian memunculkan beragam penilaian.

Umumnya netizen menilai film tersebut berisi cuplikan yang mendiskreditkan agama Islam dan penganutnya. Namun sebagian lainnya berpandangan hal itu sebagai seni semata.

Film pendek "Kau Adalah Aku yang Lain" adalah merupakan karya sineas asal Semarang, Anto Galon, yang berhasil menjuarai ajang tahunan Police Movie Festival ke-4 yang digelar oleh Polri.

Festival tersebut bertema 'Unity in Diversity'. Sejumlah film pendek dari para film maker di berbagai daerah telah melalui proses seleksi. Namun, video yang dilansir di akun Facebook milik Divisi Humas Polri tersebut ternyata mengundang kontroversi. Berikut videonya*


Tags

Newsletter Signup

Jadilah yang pertama mendapatkan update berita terbaru nasional news langsung di email Anda.