Arkeolog Menemukan Bukti Manusia Raksasa China

Penampakan mayat manusia raksasa yang ditemukan arkeolog di desa Jiaojia, Provinsi Shandong, Tiongkok, yang diperkirakan berusia 5000 tahun. (Foto: Mirror/Asiawire)

(NASIONAL News) - Sebuah kuburan di daratan Tiongkok (China) yang berisi manusia raksasa berhasil ditemukan. Peneliti meyakini bahwa mayat tersebut telah terkubur 5000 tahun yang lalu.

Para ilmuwan yang bekerja menggali di Desa Jiaojia, dekat Kota Jinan di provinsi Shandong, Tiongkok Timur, mengatakan bahwa banyak pria yang dikuburkan di sana memiliki tinggi sekitar 1,8 meter dan ada juga setinggi 1,9 meter, seperti dikutip Nasional.news dari Mirror.

Meskipun tidak terlalu tinggi menurut standar pria barat modern, orang-orang itu seperti raksasa di Tiongkok saat 5.000 tahun yang lalu.

Arkeolog percaya bahwa orang-orang yang tinggal di desa itu memiliki beragam makanan dan berlimpah untuk mereka. Kemudian membuat  mereka sangat mensyukuri hal tersebut hingga membuat perawakannya seperti itu.


Keanekaragaman dan berlimpahnya makanan yang mengindikasikan bentuk fisiologi manusia saat itu cukup tinggi. (Foto: Mirror/AsiaWire)

Fang Hui, kepala sekolah dan sejarah budaya Universitas Shandong, mengatakan bahwa jawawut, sejenis bijian gandum, adalah tanaman utama dan orang-orang juga memelihara babi.

"Pertanian pada saat itu sudah memiliki sumber makanan yang beragam dan kaya sehingga tubuhnya berubah," katanya.

Arkeolog juga menemukan bukti bahwa laki-laki yang lebih tinggi ditemukan di kuburan yang lebih besar. Memungkinkan orang-orang tersebut memiliki status lebih tinggi dan mampu memperoleh makanan yang lebih baik.

Penduduk Shandong percaya bahwa ukuran tinggi menjadi salah satu penentu bagaimana karakteristik mereka terbentuk.

Konfusius, seorang filsuf penemu agama Konghucu, yang hidup antara tahun 551-479 SM yang merupakan penduduk asli daerah itu ternyata juga  memiliki tinggi sekitar 1,9 meter.

Statistik resmi mendukung klaim tersebut. Pada tahun 2015, tinggi rata-rata pria berusia 18 tahun di Shandong adalah 1,75 meter, sedangkan dengan rata-rata tinggi badan nasional 1,72 meter.

Arkeolog mulai menggali reruntuhan 104 rumah, 205 kuburan dan 20 lubang pengorbanan di desa Jiaojia tahun lalu.


Bekas penggalian situs kuburan memperlihatkan berapa besar manusia di kuburan tersebut. (Foto: Mirror/Asiawire)

Peninggalannya berasal dari Budaya Longshan, peradaban Neolitik akhir di bagian tengah dan dekat dengan Sungai Kuning, dinamai Longshan karena berada dekat dengan Gunung Longshan di Zhangqiu.

Reruntuhan deretan rumah di daerah tersebut mengindikasikan bahwa orang cukup nyaman tinggal di daerah tersebut, dengan kamar tidur dan dapur yang terpisah.

Tembikar dan giok berwarna-warni juga ditemukan, kata Wang Fen, kepala tim penggalian Jiaojia. Kawasan ini diyakini sebagai pusat politik, ekonomi dan budaya di utara Shandong 5.000 tahun yang lalu.

Kisaran situs Jiaojia telah diperbesar dari 240.000 meter persegi di awal menjadi 1 kilometer persegi saat ini. Namun sekarang, hanya baru 2.000 meter persegi yang telah digali.

"Studi lebih lanjut dan penggalian situs ini sangat bermanfaat bagi pemahaman kita tentang asal-usul budaya di Tiongkok timur," kata Zhou Xiaobo, wakil kepala biro kebudayaan Shandong dari warisan budaya.*

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel