News Breaking
NNTV
wb_sunny

Breaking News

Madrasah Jurnalistik Forjim Kawah Candradimuka Perwarta Muslim

Madrasah Jurnalistik Forjim Kawah Candradimuka Perwarta Muslim


Sejumlah peserta halal bihalal dan workshop jurnalistik yang digelar Forum Jurnalis Muslim (Forjim) diabadikan usai pertemuan tersebut di Hotel Sofyan Betawi Cut Mutia, Menteng, Jakarta Pusat, Ahad, 16 Juli 2017 (Foto: Dok. Forjim)

Jakarta - Organisasi komunitas Forum Jurnalis Muslim (Forjim) berkomitmen menjadikan Madrasah Jurnalisitk yang dikelolanya menjadi kawah candradimuka lahirnya pewarta muslim tangguh.

Forjim berharap tidak saja sebagai media pembentukan atau pengembangan jurnalis atau pewarta muslim tetapi juga calon-calon jurnalis.

"Dengan usaha ini diharapkan jurnalis muslim dapat berperan meng-counter pemberitaan media-media arus utama yang cenderung pemberitaanya tidak ramah terkait Islam dan umat Islam," kata Ibnu Syafaat, Ketua panitia Halal bihalal dan Workoshop Jurnalistik Forjim dalam siaran persnya diterima media ini.

Forum Jurnalis Muslim menggelar acara halal bihalal dan workshop jurnalisti di Hotel Sofyan Betawi Cut Mutia Menteng,  Jakarta Pusat,  Ahad (16/7/2017).

Syafaat yang juga Ketua Divisi Pendidikan dan Pelatihan Forjim mengatakan workshop ini bertujuan untuk penyegaran dan peningkatan skill jurnalistik jurnalis muslim.

"Bagaimana pun juga seorang jurnalis perlu penyegaran terkait ilmu jurnalistik meski hari-harinya sudah berurusan dalam dunia jurnalistik," kata Syafaat.

Ketua Divisi Pendidikan dan Pelatihan Forum Jurnalis Muslim (Forjim), Ibnu Syafaat, saat memberikan sambutan dalam acara halal-bihalal dan workshop jurnalistik digelar di Jakarta, Ahad, 16 Juli 2017 (Foto: Dok. Forjim)

Ibarat pisau, jelas Syafaat, meski sering digunakan setiap hari untuk memotong,  tapi harus tetap diasah agar selalu tajam. Demikianlah ilmu jurnalistik.

Menurut Syafaat, workshop jurnalistik ini akan dilakukan secara berkala. Acara kali ini diikuti oleh 35 jurnalis muslim dari berbagai media massa.

"Insyaallah Forjim akan memfasilitasi pelatihan-pelatihan peningkatan skill jurnalistik para jurnalis muslim secara rutin," katanya.

Sementara itu, Ketua Umum Forjim Ades Satria dalam sambutan menjelaskan bahwa Forjim berdiri sejak tahun 2010 di Jakarta.

Forjim diharapkan pihaknya menjadi wadah silaturahmi para jurnalis muslim. Juga sebagai media peningkatan kapasitas baik sebagian jurnalis maupun sebagai seorang muslim.

"Forjim tak hanya mengakomodasi pelatihan jurnalistik saja,  melainkan juga pembinaan ruhiyah para jurnalis muslim," kata Ades.

Ades menambahkan, Forjim secara berkala mengadakan pengajian untuk para jurnalis baik yang sudah lancar baca al-Quran maupun yang belum.

Panitia meyerahkan cinderamata (foto: Dok. Forjim)

"Sehingga Forjim dapat berperan sebagai pengajak kebaikan kepada para jurnalis muslim," ungkap Ades yang juga kombatan majalah Sabili ini.

Acara halal bihalal ini juga diisi ceramah oleh Sekjen Forum Umat Islam (FUI) Muhammad Al Khaththath. Al Khaththath kepada para jurnalis berpesan bahwa, perjuangan wartawan muslim sangat berat.

Khaththath berharap, garapan Forjim tidak hanya MUI, Pesantren dan ormas Islam tetapi bagaimana dapat masuk ke parlemen, Istana, kementerian dan lembaga terkait.

"Jadilah Forjim lokomotif perjuangan di Jakarta dan seluruh Indonesia. Aktivis dijaga persatuan dan kesatuannya,” kata Al Khaththath.

Adapun untuk materi workshop diisi oleh Hanibal Wijayanta (senior manajer TVOne) dengan tema teknik investigasi,  Ahmad Husein (wartawan senior,  eks Majalah Gatra) dengan tema character building jurnalis muslim.

Lalu ada Tjahja Gunawan (Pemred Ahad.co.id, eks wartawan senior Harian Kompas) dengan tema mengelola isu dan action plan.

Kegiatan ini didukung oleh Lazis Dewan Da’wah, Rumah Zakat, Obsession News, dan LPPOM MUI. (MARKUS YASIN)

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.