Pembacokan Hermansyah Dikaitkan Kasus Chat Mesum Habib Rizieq

Pakar telematika Institut Teknologi Bandung (ITB) Hermansyah menjadi korban penusukan. (Istimewa)

(NASIONAL News) - Hermansyah dibacok oleh orang tak dikenal hingga luka parah dan tak sadarkan diri. Tubuhnya penuh luka. Keluarganya mengalami trauma.

Hermansyah adalah pakar telematika lulusan ITB angkatan 1989 yang dikenal kritis dan diketahui berseberangan pendapat dengan polisi terkait kasus dugaan chat mesum via aplikasi WhatsApp (WA) yang melibatkan Habib Rizieq Shihab dan Firza Husein.

Akibat kejadian teror yang nyaris menewaskannnya tersebut, banyak pihak yang kemudian mengaitkan pembacokan Hermansyah dengan keterlibatannya sebagai saksi ahli dari chat pornografi palsu yang melibatkan Habib Rizieq-Firza Husein.

Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) MUI Ustad Bachtiar Nasir mendesak polisi segera menangkap pelaku penyerangan terhadap ahli IT ITB Hermansyah di Tol Jagorawi KM 16, Jakata Timur. Sebab, isu dari kasus itu sudah membias ke ranah lain yang bermuatan politis.

"Saya minta polisi segera mengusut dan menangkap para pelakunya karena ini perbuatan yang keji. Kasus ini sudah membahayakan keselamatan nyawa rekan kami. Kalau masalah motif kami tidak tahu betul," tegasnya kepada wartawan saat menjenguk korban di di RS Hermina Depok, Ahad (9/7/2017) lalu.

Menurutnya, penyerangan terhadap Hermansyah itu merupakan kejadian yang sangat sensitif. Sebab, seminggu setelah rekan diskusinya itu menyatakan chat tersebut palsu ke publik serangan tersebut terjadi. Kasus ini, kata dia, harus menjadi atensi dari institusi kepolisian.

Bachtiar mengaku tidak berani berspekulasi terkait insiden tersebut karena kejadian ini merupakan hal sensitif. Pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada polisi untuk mengungkapkan kasus ini.

Hal senada diungkapkan Pengamat Politik dan Ekonomi Universitas Indonesia (UI) Ichsanudin Noorsy memastikan penyerangan dan pengeroyokan terhadap ahli IT Hermasyah itu buntut pembongkaran soal kasus chat mesum Habib Riziq dengan Firza Husein. Ini terjadi tak lama setelah rekannya itu muncul di televisi nasional.

"Saya yakin ini masalah soal chat yang dibongkar Hermansyah. Kan belum seminggu Hermansyah bicara soal keaslian chat itu dan tak lama setelah itu diserang di tol," tuturnya seperti dikutip Indopos.

Ichsanudin menilai penyerangan tersebut erat kaitannya dengan unsur politik. Apalagi dalam kasus chat mesum itu sempat memanaskan situasi Pilkada DKI Jakarta. Ditambah dengan kelima pelaku tersebut telah mengunti korban sejak dari Cijantung hingga ke lokasi kejadian.

"Pasti muatannya politis karena ada pihak yang disudutkan jika Hermansyah publis siapa pelaku penyebaran chat ini. Tentunya pelaku sudah tahu target yang akan diserang, sehingga pencarian momennya pas dilakukan di ruas tol," jelasnya.

BACA JUGA: Ahli IT Dibacok OTK, Pakar Forensik Harap Masyarakat tak Delegitimasi Polisi

Sementara, Juru Bicara FPI Munarman menyebut, insiden penyerangan ke Hermansyah merupakan tindakan keji dan membahayakan nyawa karena ada dua kelemahan dari polisi, yakni tak adanya perlindungan hukum atas saksi ahli. Selain itu, tak melihat sensivitas kasus yang ditangani.

"Ini masalah yang tidak dilihat sama polisi kalau sudah tahu siapa saksi ahli, harus dijaga lah. Percuma mereka ungkap yang benar, taruhannya nyawa. Harusnya ada perlindungan saksi dari polisi," pungkasnya.

Sementara Kasubdit Humas dan Publikasi ITB Fivien Nur Savitri mengaku sangat berduka dengan musibah yang menimpa Hermansyah. ”Beliau merupakan alumni ITB. Semoga pihak kepolisian dapat segera menemukan pelakunya, dan pihak keluarga Hermansyah diberikan kekuatan, kesabaran, serta ketabahan atas musibah yg menimpa beliau,” katanya.

Azis Yanuar, kuasa hukum Firza Husein juga  meminta kepolisian menangkap pelaku pembacokan serta pengtaniayaan terhadap Hermansyah. Ia pun mengaku sangat kaget atas kejadian yang menimpa Hermansyah. Bahkan dia menilai para pelakunya telah melakukan teror kekerasan di tengah kota.

Ia menambahkan, teror kekerasan ini sangat merugikan korban, karena Hermansyah tentunya untuk sementara waktu tidak lagi bisa dimintakan pendapatnya karena masih dalam perawatan di rumah sakit.

”Kami kaget, dan kami memohon dan meminta pihak kepolisian untuk mencari dan menangkap para pelakunya. Supaya kita tahu apa motif di balik aksi ini,” pungkas Azis. (Jawa Pos)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel