Proyek LRT Sumatera Selatan Kembali Tersendat, Minta Waskita Sesuai Target

Proyek yang diperkirakan selesai pada 2018 ini kembali tersendat. (Foto: Kumparan)

(NASIONAL News) - Rencana pemasangan rel proyek LRT (Light Rail Transit) Palembang yang semula bakal mulai dipasang 28 Juni 2017, kembali diundur 3 Juli 2017.

"Hari ini belum mulai kerja. Tanggal 30 sudah ada yang kerja tapi belum maksimal tapi tanggal 3 sudah mulai kerja untuk pemasangan rel, dan rel sudah ada di zona 1 dan zona 5," ungkap Kabid Perkeretaapian dan Pengembangan H Afrian Joni, Sekretaris PMU Percepatan Penyelenggaraan LRT Wahidin ST MT, beberapa waktu lalu

Seperti dikutip dari laman resminya, Pemprov Sumsel menyatakan Kadishub Sumsel H Nasrun Umar menghimbau Waskita Karya pelaksana proyek LRT (Light Rail Transit) agar pekerjanya tidak terlalu lama meninggalkan pekerjaan guna mengejar target penyelesaian.

"Saya menghimbau ke WK tidak boleh terlalu lama. H-3 janji mereka stop. Kemudian tanggal 28 mulai lagi. Tapi nyatanya pekerja mulai sepi. Ini sebagai rasa tanggung-jawab kita bersama. Walaupun struktur organisasi pekerjaannya bukan ke kita. Tapi ke Dirjen," kata Nasrun Umar.

Bahkan mantan Sekda Banyuasin ini sudah menghimbau kepada para pengguna jalan sepanjang proyek LRT  agar lebih lebih berhati-hati karena kemungkinan bakal crowded dimulainya pemasangan slab track (rel), jika jadi dipasang 28 Juni 2017.

"Saya menyuarakan ke masyarakat mohon maaf sebesar-besarnya pemasangan slantrack (rel) pada saat tertentu akan lebih membuat macet. Dimulai tanggal 28 nanti. Diharapkan percepatan LRT akan tepat waktu," seru Nasrun yang juga Manajer Sriwijaya Football Club (SFC).

Terkait belum dimulainya kembali bekerja untuk pemasangan rel tersebut, H Afrian Joni mengatakan dari pihak Dishub Sumsel sudah memberikan himbauan tanggal 28 Juni 2017.

"Pihak Waskita Karya mungkin bertahap melakukan kegiatan untuk pemasangan rel, baru mulai menaikkan rel ke atas. Tanggal 30 sudah ada yang kerja tapi belum maksimal tapi tanggal 3 sudah mulai kerja untuk pemasangan rel, dan rel sudah ada di zona 1 dan zona 5," ulasnya.

Arfian Joni menambahkan, untuk rel tahap ke- 2 sebanyak 2669 batang diangkut jam 9 sampai jam 5 pagi.

"Sudah sampai di pelabuhan Boom Baru dan akan diangkut mulai tanggal 3 Juli 2017. Namun ada juga yang sudah ada sebanyak 500 batang yang diangkut ke gudang di Tanjung Api Api," pungkasnya.

Rel yang dipasang merupakan rel berjenis slab track alias rel dengan bantalan tanpa balast. LRT Palembang menjadi pengguna pertama slab track di Indonesia.

Satu slab track memiliki panjang 25 meter dan dipasang langsung di konstruksi jalurnya.

Slab track yang digunakan dibuat di Tiongkok dan diimpor oleh Waskita selaku kontraktor. Saat ini, slab track dari Tiongkok berada di Pelindo dan disimpan di gudang Waskita, lansir Sripoku.*

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel