News Breaking
NNTV
wb_sunny

Breaking News

USAID dan Kemenag Terbitkan Buku tentang Pengembangan Madrasah

USAID dan Kemenag Terbitkan Buku tentang Pengembangan Madrasah

Buku-buku USAID yang diterbitkan bekerjasama dengan Kementerian Agama Republik Indonesia (foto: Istimewa) 

(NASIONAL News) - Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) bekerja sama dengan United States Agency for International Development (USAID) menerbitkan buku tentang pengembangan madrasah.

Penerbitan buku ini dilakukan melalui kerjasama program PRIORITAS (Prioritizing Reform, Innovation and Opportunities for Reaching Indonesia's Teachers, Administrators and Students).

Buku ini memuat ulasan praktik dalam pembelajaran, manajemen, budaya baca dan pelayanan khusus di Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan Madrasah Tsanawiyah (MTs).

"Buku ini berisi pengalaman para guru dan kepala madrasah dalam menerapkan manajemen sekolah dan pembelajaran berkelas dunia di madrasah," kata pengurus USAID Prioritas, Mustajib, dalam keterangan tertulisnya, Kamis.

Mustajib mengatakan, buku ini berisi banyak cerita praktik pembelajaran aktif yang mempu membuat siswa menghubungkan pengetahuannya dengan kebutuhan praktis kehidupan sehari-hari.

Mustajib mencontohkan kreatifitas yang dilakukan Akidin, guru matematika MTsN 2 Tangerang yang mengajak siswa kelas IX membuat miniatur madrasah dalam bentuk tiga dimensi untuk menerapkan konsep kesebangunan, perbandingan senilai, pengukuran, dan bangun ruang sisi datar.

Mustajib manbahkan, pengalaman manajemen MIN Pattiro Banggae, Takalar, Sulawesi Selatan, yang diulas dalam buku ini juga menurutnya patut dicontoh.

"Mereka menerapkan transparansi dan akuntabilitas anggaran, serta melibatkan peran serta masyarakat dalam pengelolaan program madrasah," kata Mustajib.

Misalnya, terangnya, mereka memasang papan keuangan besar-besar sehingga semua orang tahu biaya dan pengeluaran madrasah ini.

Berbagai strategi manajemen yang diterapkan madrasah ini menurut Mustajib juga telah memantik partisipasi masyarakat untuk terlibat dalam pengembangan sekolah.

Selain itu, ada juga cerita dari MIN Sumurrejo, Semarang, Jawa Tengah, yang mendirikan pondok baca sebagai pusat kendali program pembudayaan membaca setiap hari di madrasahnya.

"Madrasah ini berupaya membentuk ekosistem cinta membaca baik melalui keteladanan, komunitas, program pembiasaan, pembelajaran literasi, dan fasilitas membaca," katanya.

Lebih jauh Mustajib mengurai bahwa orangtua juga difasilitasi layanan membaca dan diberikan pemahaman pentingnya membaca. Dampak dari program ini, katanya, kesenangan siswa membaca telah tumbuh baik.

"Dalam satu semester ada siswa kelas IV, V, dan VI yang membaca lebih dari 100 buku," imbuhnya.

Kemampuan mengkonsep

Sementara itu, Direktur USAID PRIORITAS Stuart Weston menjelaskan pembelajaran praktik dengan model pembelajaran aktif demikian membuat siswa mampu mengetahui konsep kesebangunan sekaligus berpikir mengasoisiasikan dengan praktik di dunia nyata.

"Dari pembelajaran ini, siswa bisa belajar langsung menerapkan konsep matematika dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Stuart Weston, saat menjelaskan salah satu isi buku praktik tersebut di Jakarta, Kamis (13/7/2017).

USAID PRIORITAS selama lima tahun (2012-2017) telah melatih lebih dari 7.000 MI dan MTs mitra di tujuh provinsi yaitu Aceh, Sumatra Utara, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Sulawesi Selatan, untuk menerapkan praktik yang baik dalam pembelajaran, manajemen, dan budaya baca.

USAID mengklaim penerbitan buku ini untuk menyebarluaskan praktik-praktik yang baik di madrasah dan akan didistribusikan ke perwakilan kantor Kemenag provinsi di seluruh Indonesia.

Dirjen Pendidikan Islam, Kemenag, Prof Dr Kamaruddin Amin dalam sambutannya pada buku tersebut mengatakan buku praktik ini diharapkan dapat memberikan motivasi dan inspirasi bagi kabupaten/kota, guru, kepala madrasah, dan praktisi untuk meningkatkan mutu pendidikan di madrasah.*

Tags

Newsletter Signup

Jadilah yang pertama mendapatkan update berita terbaru nasional news langsung di email Anda.