News Breaking
NNTV
wb_sunny

Breaking News

Warga Marpoyan Damai Pekanbaru Keluhkan Lamanya Pembuatan E-KTP

Warga Marpoyan Damai Pekanbaru Keluhkan Lamanya Pembuatan E-KTP

BLANKO HABIS: Di banyak daerah juga mengalami hal yang sama yaitu kehabisan blanko materi pembuatan E-KTP. Sejak awal KTP elektronik memang sudah menuai kontroversi dan baru baru ini terbongkar skandal korupsi proyek tersebut (Foto: ilustrasi/ net)

(NASIONAL News) - Pembuatan Kartu Tanda Penduduk elektronik atau E-KTP yang begitu lama membuat warga di bilangan Marpoyan Damai Kota Pekanbaru mengeluh.

Warga menyesalkan kondisi tersebut pasalnya umumnya warga sudah hampir satu tahun mengurus KTP tetapi belum juga selesai.

Padahal, seperti jamak diketahui, bahwa sebagaimana prosedurnya lama pembuatan E-KTP mestinya hanya 14 hari. Tetapi banyak masyarakat di sini mengeluh terkait lambannya pembuatan E-KTP bahkan sampai berbulan-bulan.

Kondisi tersebut seperti yang dirasakan salah seorang gadis muda yang bernama Ruth. Wanita yang berdomisili di Kecamatan Marpoyan ini mengaku hampir 1 tahun telah mengurus E-KTPnya tetapi belum selesai hingga saat ini.

Dia mengatakan, beberapa bulan lalu dia datang ke Kantor Camat Marpoyan Damai di Jalan Arifin Amad, Pekanbaru, untuk menanyakan E-KTP miliknya apakah sudah selesai apa belum. Pihak petugas mengatakan bahwa kartunya belum selesai karena alasan blanko habis.

"Petugasnya menjawab belum selesai. Alasan mereka bahwa blankonya habis," ungkap gadis itu seperti dituturkan pewarta warga, Denni France, kepada Nasional.news melalui obrolan gawai, Kamis (06/07/2017).

Hari ini Ruth mengaku datang kembali ke kantor camat dan berharap E-KTP yang diurusnya sudah selesai.

Tapi sayang, akunya, dia masih mendapat jawaban yang sama. Jika sudah selesai pihak camat akan menghubunginya melalui SMS.

Ruth berharap pihak instansi Pemerintahan Kota Pekanbaru yang terkait untuk meninjau masalah ini agar dapat segera diatasi dan berharap tak ada lagi masalah serupa di masa mendatang.

"Saya harap instansi pemerintahan yang terkait dengan masalah ini, untuk dapat mencari solusinya supaya kedepannya tidak seperti ini lagi," harapnya.

Terpisah seorang warga bernama Jefri juga ternyata merasakan hal yang sama. Dia mengaku sudah hampir 1 tahun mengurus E-KTP tapi hingga saat ini belum selesai.

Dia merasa kecewa karena begitu lamanya proses pembuatan E-KTP miliknya dan berharap pemerintah secepatnya untuk mengatasi masalah ini.

"Saya udah hampir 1 tahun mengurus E-KTP ini tapi sampai sekarang belum jadi juga. Saya harap kepada pemerintah untuk secepatnya mencari solusi atas permasalahan ini, kenapa bisa lama begini," tutupnya.

Kasus E-KTP hingga saat ini memang sedang dalam polemik. Belum lama ini, terbongkar skandal pemufakatan jahata terkait proyek e-KTP yang diduga merugikan keuangan negara hingga Rp 2,3 triliun.

Kasus dugaan korupsi proyek pengadaan e-KTP ini dinilai sebagai kasus yang masif dan sangat terstruktur. Diduga, proyek itu direncanakan untuk dapat dikorupsi.

Dari kronologi peristiwa hingga kemudian ditetapkannya beberapa tersangka dan sejumlah nama-nama beken dalam mega-skandal ini, diketahui banyak pihak yang terlibat dalam permainan ini.*

Tags

Newsletter Signup

Jadilah yang pertama mendapatkan update berita terbaru nasional news langsung di email Anda.