Danrem 091/ASN Brigjen TNI Irham Waroihan Sebut Santri Garda Terdepan Menjaga NKRI

Komandan Korem (Dandrem) 091/Aji Surya Natakesuma Brigjen TNI Irham Waroihan saat memberikan materi sosialisasi empat pilar kebangsaan di Kampus Utama Pondok Pesantren Hidayatullah di Samarinda, Kalimantan Timur, Jumat, 22 September 2017 (Bobby Hasan/ NN)

SAMARINDA - Komandan Korem (Dandrem) 091/Aji Surya Natakesuma Brigjen TNI Irham Waroihan menjadi narasumber dalam kegiatan acara Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan yang digelar MPR RI bekerjasama dengan PW Syabab Hidayatullah Kaltim di Aula Masjid Kampus Utama Pondok Pesantren Hidayatullah di Samarinda, Jumat (22/9/2017).

Pada saat menyampaikan materinya, Irham Waroihan menekankan pentingnya kesadaran berbangsa dengan mengetahui berbagai ancaman yang ada.

Brigjen TNI Irham Waroihan menekankan bahwa salah satu tantangan yang kita hadapai saat ini sebagai bangsa adalah ancaman proxy war atau perang provisi. Diantara bentuknya adalah adanya upaya untuk mengadu dan membenturkan antar sesama anak bangsa.

Irham Waroihan menjelaskan, politik pecah belah (devide Te impera) telah lama dijalankan dan menyasar bangsa Indonesia bahkan dilakukan jauh sebelum bangsa ini merdeka. Bahkan, hingga kini upaya tersebut terus berlangsung.

“Bahkan sesama angkatan TNI pun mau diadudoma. Tujuannya agar kita sibuk saling ribut sendiri. Ini harus kita waspada. Jangan sampai kita dipecah belah,” tegasnya.

Irham mengatakan, isu disintegrasi pun menjadi ancaman yang perlu diwaspadai oleh anak bangsa. Dia menegaskan, Indonesia negeri yang luas dengan pulau-pulau yang disatukan oleh lautan harus kita jaga agar tidak dikuasai pihak asing.

Sebab itu, dia mendorong santri untuk terus berjuang membela NKRI. Dia menyatakan santri selalu terdepan dan berperan penting dalam sejarah Indonesia.

Oleh karenanya, Danrem mendorong santri-santri Pondok Pesantren Hidayatullah harus berada di garda terdepan dan dan benteng terakhir NKRI dalam menjaga aqidah dan akhlak.  

“Kalau aqidah benar, pasti Islamnya benar, dan dalam bernegara juga pasti benar,” tegas dia.

Selain itu, Brigjen TNI Irham Waroihan menambahkan, gempuran teknologi informasi dengan turunannya berupa pornografi, gadget, media sosial, dan fenomena cyber bullyng juga menjadi satu hal yang tak boleh diabaikan dampaknya terhadap generasi bangsa. (jsk/nn)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel