News Breaking
NNTV
wb_sunny

Breaking News

Sosialisai Empat Pilar Kebangsaan di Kampus Hidayatullah Samarinda, Ini Pesan Mahyudin

Sosialisai Empat Pilar Kebangsaan di Kampus Hidayatullah Samarinda, Ini Pesan Mahyudin

FOTO BERSAMA: Sekretaris PW Syabab Hidayatullah Kaltim Shobirin Ibnu Hambali, Dandrem 091/ASN Brigjen TNI Irham Waroihan, Wakil Ketua MPR RI Mahyudin, Walikota Samarinda Syaharie Jaang, Ketua Yayasan Hidayatullah Samarinda KH Jamaluddin Ibrahim, dan angota DPR RI Hetifah Sjaifudian, berfoto bersama usai penyerahan cinderamata (Bobby Hasan/ NN)

SAMARINDA – Wakil Ketua MPR RI Mahyudin mengatakan musuh utama bangsa adalah perpecahan, karena itu anak-anak bangsa perlu terus membangun komitmen persatuan demi menjaga keutuhan.

Hal tersebut disampaikan dia ketika memberi pengantar Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan MPR RI kepada ratusan pelajar dan pemuda Syabab Hidayatullah di Aula Masjid Kampus Utama Pondok Pesantren Hidayatullah di Samarinda, Kalimantan Timur, Jumat (22/9/2017).

“Dengan Pancasila, kita bisa bersatu dan ini menjadi kekayaan yang kita miliki. Negara Arab saja yang bahasanya hanya bahasa Arab, susahnya mereka bersatu. Tapi kita Alhamdulillah bisa bersatu meskipun kita memiliki beragam jenis bahasa,” kata Mahyudin di hadapan ratusan hadirin.

Pesatuan tersebut ditegaskan Mahyudin mesti menjadi hal yang senantiasa disyukuri dan dirawat dengan baik oleh anak-anak bangsa. Sebab, sebut dia, jika melakukan napaktilas sejarah, tidak ada yang menduga negara sebesar Uni Soviet atau Yugoslavia bisa bubar dan terpecah menjadi beberapa bagian.

Mahyudin mendorong generasi muda khususnya kaum santri untuk membangun semangat kerja keras dan gotong oyong. Dia menyebut bangsa yang kalah adalah karena generasinya yang lemah.

“Cita-cita menjadi pemimpin harus disiapkan. Tapi kalau anda tidur, anda adalah pemimpi. Kalau anda bangun tidur dan anda bekerja, anda adalah pemimpi sejati. Saya dan kita semua ingin melihat bangsa ini menjadi bangsa yang besar. Tidak melulu menjadi bangsa konsumtif tapi harus produktif,” pesan Mahyudin.

Sebab itu, Mahyudin menyarankan, santri sebaiknya tidak saja bercita-cita menjadi ustadz tetapi harus juga bermimpi menjadi ahli di bidang lainnya seperti menguasai teknologi karena ancaman dan tantangan kebangsaan juga kian kompleks.

“Ancaman agama adalah radikalisme. Kita juga menghadapi tantangan korupsi dan narkoba,” imbuhnya.

Pada kesempatan tersebut Mahyudin menjelaskan juga mengenai lembaga negara Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR), terkait fungsi dan tugas-tugasnya.

Dia menjelaskan, selain memiliki tugas-tugas konstitusional, MPR sebagai lembaga negara juga mempunyai tugas menyosialisasikan Empat Pilar MPR RI ((Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, Bhinneka Tunggal Ika), sesuai perintah UU No. 17 Tahun 2014 tentang MD3 (MPR, DPR, DPD, dan DPRD) kepada masyarakat.

"Empat Pilar MPR RI telah mempersatukan Indonesia sebagai negara besar yang terdiri dari ribuan pulau, suku, budaya, dan bahasa. Karena kita punya Pancasila sebagai perekat bangsa yang majemuk ini. Masyarakat seharusnya menyadari itu. Masyarakat harus memahami Pancasila sebagai ideologi," imbuhnya.

Mahyudin menjelaskan kepada para peserta sosialisasi, bangsa Indonesia saat ini sedang menghadapi tiga ancaman yaitu korupsi, narkoba, dan radikalisme.

Mahyudin menegaskan bahwa korupsi harus diperangi bersama, agar bangsa Indoneia maju sebab, terang dia, sekarang ini korupsi nampak sudah menjadi budaya. Korupsi terjadi baik di pusat maupun daerah.

Kegiatan sosialisasi empat pilar kebangsaan MPR RI ini terselenggara atas kerjasama PW Syabab Hidayatullah Kaltim dengan MPR RI. (ksl/nsn)

Tags

Newsletter Signup

Jadilah yang pertama mendapatkan update berita terbaru nasional news langsung di email Anda.