Jangan Langsung Berpikir Negatif Terhadap Orang-orang "Sider"

Oleh Viki Ariyanti, Sekretaris Taktik Community Jawa Timur



BAGI anggota yang aktif dalam grup kadang merasa jengkel terhadap anggota-anggota yang cukup tidak merespon.

Tapi percayalah, sebenarnya mereka merespon tapi mereka simpan dalam diri mereka sendiri, belum berani mengeksplorkan pendapat pribadinya. Orang-orang seperti ini butuh sentuhan.

Seringkali teman-teman menyinggung "Yang sider metuo!" (yang sider keluarlah) Menurutku ini tidak ngefek. Mungkin ngefek tapi cuma sedikit. Menurutku tidak perlu marah-marah. Atau harus nyindir terus-terusan.

Alhasil marah-marah dalam grup tidak memberikan efek. Yang balas ya, yang aktif-aktif aja. Bisa dikatakan "sing bales iku-iku tok" (yang balas hanya itu-itu saja).

Harusnya kita mencari faktornya dulu kenapa bisa begitu. Kemudian mencari jalan solusi. Bukan marah-marah tidak jelas dalam grup.

Dari pengamatan dan pengalaman pribadi faktor yang mungkin menyebabkan sider:

1. Pribadi orang introvert 
Menurutku kita tidak bisa menyamakan antara pribadi introvert sama ekstrovert. Orang introvert memang cenderung diam, tidak menyukai keramaian, dan lebih nyaman ngobrol antar individu daripada kelompok. Orang introvert condong lebih suka dichat secara pribadi. Yakin pasti direspon.

2. Ketidaknyamanan
Kalau tidak  nyaman gini susah, mau bales tapi rasanya sungkan. Faktor ketidaknyamanan mungkin bisa karena tidak terlalu mengenal semua anggota grup. Jadi berasa kaya masih asing. Ya walau tidak semua begini. Ada juga yang baru masuk grup tapi aktif sekali. Tapi yang jelas ada orang sider karena ini.

3. Belum Nyambung
Tidak mengikuti pembicaraan dari awal. Jadi ingin merespon tapi tidak percaya diri karena takut tidak nyambung dengan apa yang dibicarakan.

4. Memantau 
Pendapat yang lain lebih kuat daripada pendapat diri sendiri. Sebenernya ingin berpendapat tapi karena menurut pribadinya pendapat temannya lebih kuat. Jadi ia urungkan mengatakan pendapatnya.

5. Bingung 
Bingung mau bicara apa. Kadang tidak merespon karena tidak tahu harus bicara apa.

6. Males ngetik
7. Tidak suka basa basi. 
8. Tidak suka berdiskusi via online
9. Sibuk
10. Yang terakhir adalah tidak mau tau. 

Untuk yang nomer 1-8 mungkin bisa diatasi melalui pendekatan misal langsung di-chat secara pribadi, atau bisa ditag dalam chat yang didiskusikan.

Biasanya kalau ditag bisa ngebuat orang tadi merasa dibutuhkan dan seakan ngebuat dia mau tidak mau harus jawab. Nah itu bisa membuat orang yang awalnya kurang percaya diri bisa lebih percaya diri untuk menjawab.

Untuk nomer 9, menurutku dalam anggota grup harus saling mengerti bahwa kesibukan tiap orang beda-beda. Kalau masalahnya cuma sibuk. Yakin kok, pasti dibales kalau emang perlu dibales. Ketika orangnya sudah tidak sibuk.

Nomer 10 ini, kayanya memang harus dikick. Orang seperti itu  sudah tidak ada minat lagi gabung dalam grup. Atau paling tidak dinasehati dulu.

Mungkin masih banyak faktor yang menyebabkan sider, selain yang saya sebutkan di atas, tapi sebagai warga grup kita harus senantiasa menumbuhkan rasa toleransi, saling menghargai, dan berfikir positif. Agar tidak terjadi kesalahpahaman.*

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel