News Breaking
NNTV
wb_sunny

Breaking News

Membangun Diri Menjadi Pribadi Positif

Membangun Diri Menjadi Pribadi Positif

Oleh Viki Ariyanti, Sekretaris Wilayah Taktik Community Provinsi Jawa Timur


BELAKANGAN ini teman saya banyak yang curhat pada saya mengenai masalahnya dan dia merasakan sebuah kecemasan.

Setelah saya telaah ternyata salah satunya diakibatkan oleh pikiran yang negatif. Atau yang sering kita dengar dengan istilah negative thinking atau suudzon.

Sebenarnya negative thinking itu tidak masalah jika sesuai kadarnya. Mungkin untuk kehati–hatian kita. Namun jika terlalu sering akan mengakibatkan penyakit. Penyakit hati.

Dampaknya tidak hanya kepada diri sendirinya saja. Akan tetapi akan berdampak pada orang lain juga.

Buruknya lagi negative thinking ini bisa sampai berdampak pada perpecahan persaudaraan atau mengakibatkan permusuhan.

Maka dari itu kita harus membangun pribadi yang selalu berpikir secara positif atau positive thinking.

Memang tidak semudah yang kita bayangkan. Namun apa salahnya mencoba? Bahkan harus dicoba. Lalu bagaimana caranya?

Berikut ini saya akan memaparkan beberapa cara menurut pandangan saya pribadi:

Menjernihkan Pikiran

Tentu yang pertama adalah menjernihkan pikiran. Maksudnya adalah tidak terburu–buru untuk berburuk sangka.

Misal ada kejadian teman kita lama sekali tidak membalas pesan WA kita. Padahal dia online. Nah, biasanya dari sini banyak pikiran negatif yang mulai timbul.

“Ini kenapa sih si A tidak membalas pesanku. Padahal dia online loh. Jangan–jangan bla bla bla”.

Kalau udah pikiran buruk gini susah untuk diajak kompromi. Maka dari itu harus dijernikan dulu pikirannya. Jangan langsung menjudge yang tidak–tidak.

Mencari Sudut Pandang Berbeda

Hal yang sering memicu seseorang untuk berpikir negative thinking adalah hanya berpikir dari satu sudut pandang, tidak mau melihat sudut pandang yang lain.

Misalnya, suatu hari ada kumpul bersama teman–teman organisasi. Namun salah satu teman kita ada yang terlihat tidak ingin berbicara pada kita.

Jangan langsung beranggapan bahwa teman kita itu tidak menyukai kita. Kita harus mencari sudut pandang lain. Mungkin saja dia sedang tidak ingin berbicara basa–basi atau sedang ingin berbicara hanya seperlunya saja atau dia sedang ada masalah lain.

Atau kita bisa intropeksi diri. Mungkin kita yang punya salah. Maka solusinya ada nomer berikutnya.

Menanyakan Kepada Orangnya Langsung

Ini yang kerap terjadi adalah tidak mau menanyakan tentang penyebab konflik kepada yang bersangkutan. Hal ini memiliki dampak yang cukup bahaya, mulai dari kesalahpahaman hingga permusuhan dari teman dekat menjadi musuh bebuyutan.

Kadang kita malah curhat ke teman kita “Anak ini lo kok gini ya ke aku bla bla bla”. Curhat itu memang tidak apa - apa kalau teman yang kita curhati membawa kita untuk berfikir positif, tidak masalah.

Namun jika dia malah bilang, misal “Wah iya anak ini kayanya gak suka kamu bla bla bla” itu malah jadinya semacam adu domba atau bisa ke arah ghibah. Kalau bahasa gaulnya namanya ngompori. Masalah ini tidak akan kelar justru akan memperumit.

Makanya jangan sungkan tanya ke orangnya langsung. Misal seperti masalah yang ada di nomor 2 bisa kita ajak bicara duluan. Menanyakan pelan –pelan. Mengapa dia bersikap seperti itu.

Sebisa mungkin kalau ingin bertanya harus sesuai kondisi. Ini tidak hanya untuk masalah yang ada di nomer 2 namun bisa untuk semuanya.

Bersabar

Membiasakan pribadi yang selalu berfikir positif tidak cukup dengan tindakan. Namun butuh kesabaran dan pengendalian emosi. Karena tidak semua orang mempunyai jiwa kesabaran tingkat tinggi.

Seringkali kita akan menemui orang yang mudah berapi – api. Dari sini kesabaran kita akan diuji. Sabar ada batasnya? Tidak! Sabar tidak ada batasnya.

Cara di atas merupakan cara berfikir positif manusia kepada manusia. Jangan lupa kita juga harus bisa berfikir positif terhadap Tuhan Yang Maha Esa.

Seringkali kita mengeluh “Kenapa seperti ini Ya Allah?” Padahal kita harus intropeksi diri kenapa bisa seperti itu.

Dan yakinlah bahwa Tuhan telah memberikan yang terbaik untuk kita. Tuhan memberikan apa yang kita butuhkan bukan apa yang kita inginkan.

Mungkin tidak hanya itu cara untuk membangun pribadi positif. Mungkin masih banyak lagi cara yang lain. Kalian bisa melakukan dengan versi kalian sendiri.

Yang terpenting adalah jangan mudah terburu–buru untuk berfikir negatif terhadap sesuatu hal. Dahulukan positive thinking.

Karena berpikir positif itu tidak ada ruginya. Justru itu akan membuat jiwa kita merasakan sebuah ketenangan dan memberi dampak positif bagi diri kita maupun orang lain.

Kalaupun faktanya tidak seperti apa yang menjadi prasangka kita, hal itu tidak usah dipermasalahkan, jadikanlah sebuah motivasi  agar kita jangan sampai melakukan hal seperti itu.

Semoga Bermanfaat dan selamat mencoba!

Tags

Newsletter Signup

Jadilah yang pertama mendapatkan update berita terbaru nasional news langsung di email Anda.