News Breaking
NNTV
wb_sunny

Breaking News

Indonesia Tuan Rumah Pertemuan Dai dan Ulama Internasional

Indonesia Tuan Rumah Pertemuan Dai dan Ulama Internasional

JAKARTA - Indonesia menjadi tuan rumah perhelatan Silaturrahim Akbar Dai dan Ulama Internasional dan Forum Ilmiah Internasional ke-5 (Al Multaqa al Duwaly al 'Ilmy  al Khamis) yang diselenggarakan selama 4  hari di Hotel Grand Cempaka, Jakarta Pusat, yang dibuka hari ini, Selasa (3/7/2018).

Acara ini diselenggarakan oleh Rabithah Ulama dan Dai Asia Tenggara bekerja sama dengan Yayasan al Manarah Al Islamiyah yang diketuai oleh Syekh Khalid Al Hamudy serta didukung oleh Pemprov DKI Jakarta.

Acara dibuka oleh Wakil Presiden Republik Indonesia Muhammad Jusuf Kalla dan sambutan dari Guber DKI Jakarta, Anies Baswedan serta menghadirkan sejumlah tokoh nasionak sebagai narasumber dalam berbagai rangkaian pertemuan dai internasional ini.

Diantara tokoh yang didapuk sebagai pembicara ada Imam Masjidil Haram Syaikh Dr Hasan Bukhori, Guru Besar Universitas Ummul Quro Mekkah Prof Dr Thoha Abidin, Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid, Ketua Majelis Ulama Indonesia Prof Dr KH Makruf Amin, Habib Luthfi bin Yahya, KH Said Aqil Husin Al Munawwar, Prof Dr Didin Hafidhuddin, Prof Dr Yunahar Ilyas, KH Syukron Makmoen, Dr Mukhlis Hanafi dan ulama ulama lainnya.

Sekretaris Rabithah Ulama dan Dai Asia Tenggara yang juga Penanggung Jawab Berita Sekretariat Steering Committee Multaqa ke-5 ini, Dr Jeje Zaenudin, mengatakan acara forum internasional ini sendiri telah menjadi agenda tahunan dari program kerja Rabithah Ulama dan Dai Asia Tenggara sejak didirikannya pada tahun 2014.

Pada Multaqa yang pertama yang diselenggarakan di Depok Tahun 2014 sebagai tahun pembentukan Rabithah. Multaqa yang kedua tahun 2015 diselenggarakan di Lembang-Bandung dengan tema "Waman Ahsanu Qaulan".

Multaqa yang ketiga diselenggarakan di Centul-Bogor dengan tema Ummatan Wasatha. Multaqa ke empat tahun 2017 diselenggarakan di Kota padang dengan Tema “Wihdatul Ummat”. Pada tahun ini agenda ini mengusung tema "Sinergi Untuk Harmoni".

"Forum akbar tahunan ini konsisten dengan pengambangan wacana dakwah yang murni tanpa ditunggangi kepentingan-kepentingan politik pragmatis," kata Jeje dalam keterangan persnya diterima media ini, Selasa.

Oleh karena itu, jelas Jeje, dari perhelatan akbar ini diharapkan melahirkan kesadaran bersama tentang besarnya tanggung para ulama dan dai dalam mengembangkan dakwah Islam yang penuh hikmah dengan berorentasi kepada terwujudnya peradaban Islami yang memberi kontribusi nyata bagi keharmonisan, kesejahteraan, kemakmuran, keadilan, keamanan dan kedamaian, serta keselamatan dan kebahagiaan umat manusia di dunia dan akhirat sebagaimana yang digariskan oleh Kitabullah dan Sunnah Rasulullah SAW.

Jeje menyebutkan, tema besar dari perhelatan Multaqa kelima ini adalah “Wa'tasimu Bihablillahi Wala Tafarraqu” (Berpegang Teguhlah Kalian Semua di Jalan Allah, Jangan Bercerai Berai).

Tema ini menurut Jeje mencerminkan tujuan utama dari forum ini adalah merumuskan langkah-langkah konkrit dalam mewujudkan kesatuan-persatuan para ulama dan dai dalam berdakwah, menjauhi perselisihan dan perpecahan umat, serta mengembangkan cara-cara dialog yang saling menghormati dalam menghadapi berbagai issu kontroversi di tengah masyarakat.

Eratkan Persatuan 
Lebih jauh Jeje mengatakan, acara ini digelar sebagai wujud dari komitmen terhadap terciptanya kesatuan dan persatuan ummat dalam ikatan Kitabullah dan Sunnah Rasulullah serta panduan para ulamanya dari generasi-ke generasi.

Para peserta yang hadir lebih dari 500 peserta didominasi oleh para undangan dalam negeri yang terdiri dari para ulama, cendekiawan, dai, dan para utusan pimpinan ormas Islam seperti MUI, Muhammadiyah, Nahdhatul Ulama, Hidayatullah, PERSIS, Wahdah Islamiyah, Dewan Dakwah Islamiyah, FPI, Al Irsyad, Syarikat Islam, An Najat al Islamiyah, PUI, Al Washliyah, Hidayatullah,  GP Anshar DKI, dan ormas-ormas lainnya.

Demikian juga lebih dari seratus ulama dan dai datang sebagai undangan dari negara-negara Asia Tenggara dan beberapa ulama dan tokoh utusan dari negara-negara Afrika dan Eropa serta belasan duta besar negara-negara Islam untuk Indonesia.

HAMID ABILHAIL

Tags

Newsletter Signup

Jadilah yang pertama mendapatkan update berita terbaru nasional news langsung di email Anda.