News Breaking
NNTV
wb_sunny

Breaking News

Kemendag Gandeng Pelaku Usaha untuk Berdayakan Pondok Pesantren

Kemendag Gandeng Pelaku Usaha untuk Berdayakan Pondok Pesantren

JAKARTA - Kementerian Perdagangan (Kemendag) menggandeng erat asosiasi dan pelaku usaha untuk memastikan pasokan bapok lancar dan harganya terjaga dengan baik. Kemendag dalam hal ini menggandeng pelaku usaha juga dalam rangka memberdayakan pondok-pondok pesantren.

Saat pasokan ayam berkurang yang mengakibatkan kenaikan harga ayam bulan lalu, Kemendag bersinergi dengan integrator untuk menggelontorkan pasokan daging ayam sehingga harga dapat
ditekan.

Selain itu, selama dua tahun terakhir Kemendag telah bersinergi dengan perusahaan, asosiasi, dan pondok-pondok pesantren di seluruh Indonesia untuk menggelar pasar murah. Pasar murah tersebut menjual paket sembako murah yang dijual di bawah harga pasar.

"Tujuannya, agar dapat membantu masyarakat yang membutuhkan untuk mendapatkan sembako dengan harga terjangkau.  Pasar murah tersebut merupakan bagian dari program tanggung jawab sosial perusahaan untuk membantu masyarakat," kata Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita saat memberikan sambutan acara penyerahan 43 piagam penghargaan dalam 'Rapat Evaluasi Stabilisasi Harga dan Pasokan Bapok Selama Puasa dan Lebaran 2018' di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Kamis (5/7/2018).

Lukito mengatakan, hasil penjualan pasar murah selalu disumbangkan ke pondok pesantren yang menjadi tempat penyelenggaran. Dengan begitu, para pengusaha turut berkontribusi membantu pondok-pondok pesantren.

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menyerahkan penghargaan sebagai salah satu bentuk apresiasi kepada satgas pangan dan pengusaha yang telah bersinergi dengan baik mewujudkan stabilitas harga barang kebutuhan pokok (bapok) menjelang dan saat puasa dan Lebaran 2018.

Kementerian Perdagangan mengapresiasi komitmen para pelaku usaha yang telah membantu pemerintah agar konsumen dapat membeli bapok dengan harga terjangkau.

“Kami mengapresiasi upaya dan sinergi yang baik antara Pemerintah Daerah, Kementerian Pertanian, Bulog, Satgas Pangan, Bank Indonesia, serta para pelaku usaha, sehingga harga dan ketersediaan bapok pada puasa dan Lebaran tahun ini kembali dapat dikendalikan dan dijaga stabilitasnya,” ungkap Mendag saat memberikan penghargaan seperti dirilis laman resmi Kemendag.

Keberhasilan ini, lanjutnya, juga tercermin dari tingkat inflasi kelompok bahan makanan di bulan Mei dan Juni 2018 yang terkendali. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, inflasi kelompok bahan makanan pada Mei dan Juni 2018 tercatat sebesar 0,21% dan 0,88%, masih mencerminkan kondisi yang terjaga dan terkendali.

Di tahun 2017, tingkat inflasi kelompok bahan makanan juga terkendali dengan 0,86% di bulan Mei dan 0,69% di bulan Juni. Sinergi ini telah mampu menghasilkan inflasi terendah dalam lima tahun terakhir.

"Bila membandingkan periode puasa dalam empat tahun terakhir, tingkat inflasi khususnya di kelompok bahan makanan cenderung turun,” imbuh Mendag.

Tingkat inflasi nasional di bulan Juni 2018 tercatat sebesar 0,59%. Nilai ini lebih rendah dari tingkat inflasi nasional bulan Juni 2017 yang sebesar 0,69%.

WAHYUDI FANANI

Tags

Newsletter Signup

Jadilah yang pertama mendapatkan update berita terbaru nasional news langsung di email Anda.