News Breaking
NNTV
wb_sunny

Breaking News

Survei DMI-Merial Institute: Pemuda Islam Semakin Bergairah Hidupkan Masjid

Survei DMI-Merial Institute: Pemuda Islam Semakin Bergairah Hidupkan Masjid

JAKARTA - Pemuda Islam semakin bergairah menghidupkan masjid. Di waktu yang sama, pemuda juga abai terhadap materi yang dianggap berkonten radikal. Demikian diantara hasil survei persepsi dan aspirasi generasi muda terhadap masjid yang dilakukan oleh Departemen Kaderisasi Pemuda PP Dewan Masjid Indonesia (DMI) bekerjasama dengan Merial Institute. 

"Kekhawatiran berbagai pihak tentang masjid menjadi persemaian paham radikalisme juga tidak tampak," papar Ketua Departemen Kaderisasi Pemuda dan Remaja Masjid PP DMI M. Arief Rosyid Hasan, dalam keterangannya di Jakarta, Jum'at (27/7/2018).

Arief menyebutkan, hanya 6,98% responden mengaku pernah menemukan materi ceramah yang berisi ajakan untuk memusuhi agama dan etnis tertentu. Dan hanya 2,03% yang setuju dengan materi tersebut

Survei ini berlangsung pada 17-21 Juli 2018. Jumlah responden sebanyak 888 orang pemuda Islam berusia 16-30 tahun dan berdomisili di 12 kota besar: Jakarta, Depok, Bekasi, Tangerang, Bogor, Bandung, Surabaya, Yogyakarta, Semarang, Makassar, Medan, Palembang.

Lebih jauh survei tersebut menemukan masjid digunakan untuk tujuan politik praktis juga masih ada, namun hal itu tidak signifikan.

"Hanya 15,65 persen responden pernah menemukan materi ceramah yang berisi ajakan politik praktis di masjid," imbuh Arief.

Arief menyebutkan, dari survei, juga didapati generasi muda mengalami peningkatan gairah untuk lebih banyak beribadah di masjid. Namun, jelasnya, mereka membutuhkan variasi kegiatan sosial dan ekonomi di masjid.

"Mereka berharap masjid dapat dimanfaatkan lebih dari sekadar tempat ibadah salat," ujarnya.

Sejumlah temuan menarik di antaranya di antaranya adalah, sebanyak 33,6% responden mengaku selalu datang beribadah di masjid setiap hari. Sisanya 66,4% responden tidak datang setiap hari.

Namun di sisi lain, hanya 33,2% responden yang menganggap bahwa pengelolaan masjid saat ini telah mewakili aspirasi generasi muda. Mereka merasa perlu variasi kegiatan dan perbaikan dalam pengelolaan fasilitas di masjid.

Sebanyak 96% responden menganggap perlu kegiatan pengajian, zikir, tabligh akbar di masjid. Sedangkan 95% responden menganggap perlu kegiatan pendidikan: kursus dakwah, pelatihan imam, pesantren kilat di masjid.

Sebanyak 73,9% responden membutuhkan kegiatan usaha di masjid: baik dalam bentuk koperasi, mini market ataupun warung. Sedangkan 67,3% responden merasa perlu diadakan kegiatan olahraga dan kebugaran di masjid.

"Meningkatnya harapan generasi muda umat Islam terhadap pengelolaan masjid perlu disambut gembira oleh berbagai pihak. Juga diikuti dengan perbaikan pelayanan dan fasilitas masjid. Sehingga harapan kita dapat tercapai: umat Islam lebih banyak memakmurkan masjid, sekaligus dimakmurkan oleh masjid," ujar Arief.

Selain jumlah masjid dan mushala di kota-kota besar di Indonesia terus mengalami perkembangan, keterlibatan jamaah juga tumbuh dan semakin semarak. Salah satu kelompok jamaah yang menonjol adalah generasi muda.

"Dengan tingkat pendidikan dan wawasan yang berbeda dengan generasi di atasnya, mereka tampak memiliki aspirasi yang lebih beragam terhadap keberadaan dan kegiatan di masjid," tandasnya.

BUNYAMIN HARIS

Tags

Newsletter Signup

Jadilah yang pertama mendapatkan update berita terbaru nasional news langsung di email Anda.