News Breaking
NNTV
wb_sunny

Breaking News

PII sebagai Lumbung Pemimpin Indonesia yang Berintegritas

PII sebagai Lumbung Pemimpin Indonesia yang Berintegritas


Oleh Rizki Ulfahadi*

INDONESIA adalah negara besar, negara dengan jumlah penduduk terbanyak di dunia. Dua tahun yang lalu saja sebagaimana data Badan Pusat Statistik 2016, tercatat 261,1 juta jiwa penduduk negeri ini. Angka yang sangat besar untuk sebuah bangsa. Akan tetapi, kita tidak lekas berbangga dengan angka tersebut. Justru akan mengecewakan serta jauh dari ekspektasi jika kuantitas tersebut tak berbanding lurus dengan kualitas.

Realita hari ini kita kekurangan SDM yang berkualitas. Pengangguran ada dimana-mana. Data BPS pada Februari 2018 memang dalam setahun terakhir pengangguran di Indonesia berkurang 140 ribu dibanding tahun sebelumnya. Tapi tetap saja masih ada puluhan juta rakyat Indonesia yang “betah” dengan penganggurannya. Tidak hanya pengangguran, berbagai problem kebangsaan lainnya pun menunjukkan rendahnya kualitas SDM Indonesia.

Problematika tersebut memang tidak enteng untuk dientaskan. Butuh proses. Butuh waktu. Upaya strategis yang bisa dilakukan untuk meningkatkan kualitas SDM adalah pendidikan.

Tidak ada jalan lain untuk memajukan sebuah bangsa kecuali pendidikan, seperti itu kira-kira ungkapan dari Najwa Shihab. Terutama adalah SDM dari kaum muda. Pemuda Indonesia merupakan harapan besar renaissance bangsa. Untuk melahirkan SDM yang berkualitas pun harus dimulai pendidikan yang panjang sejak muda, tidak bisa instan saja lahir makhluk yang berkualitas.

Pendidikan sangat luas, tidak cukup hanya dengan sekolah formal saja, butuh wadah lain bagi pemuda Indonesia untuk menempa dirinya. Maka organisasi kepemudaan sangatlah diperlukan, sebagai wadah belajar sekaligus melatih diri.

Salah satu organisasi kepemudaan yang sudah tercatat dalam sejarah di Indonesia adalah Pelajar Islam Indonesia (PII) yang sudah hadir di negeri ini sejak 4 Mei 1947. Sebuah organisasi yang lahir dari perenungan di dalam sebuah masjid atas kegelisahan kondisi umat, kegelisahan serta keresahan atas dikotomi kaum pelajar Indonesia.

PII merupakan organisasi yang fokus di bidang pendidikan dan kebudayaan, untuk kesempurnaan pendidikan yang ada di Indonesia bagi masyarakat Indonesia dan umat manusia.

Sejak kelahirannya PII terbukti sudah banyak melahirkan tokoh-tokoh hebat di republik ini, seperti Jusuf Kalla, Yusril Ihza Mahendra, Anies Baswedan, Dahlan Iskan, Mahfud MD, Tifatul Sembiring, Hatta Rajasa, Muhadjir Effendi, Sofyan Jalil dan banyak tokoh nasional lainnya.

Hal yang menjadi fokus pembinaan di kaderisasi PII adalah pembentukan karakter Muslim, Cendikia, Pemimpin (MCP). MCP inilah yang menjadi identitas dari seorang kader PII. Karakter inilah yang krisis di kalangan pemimpin kita hari ini, terlebih lagi karakter moral. PII dalam setiap langkahnya selalu mengedepannya terbentuknya karakter ini, membentuk sikap mental sebagai seorang Muslim, Cendikia dan Pemimpin.

Fokus pembinaan PII adalah kalangan pelajar, pelajar notabene adalah para remaja yang berada di masa yang sangat sentral dalam proses menemukan jatidiri. Pembinaan sikap mental para remaja menjadi sesuatu yang tidak bisa dikesampingkan, jika tidak maka akan semakin banyaklah kita temui anak-anak muda yang jauh dari asa kita bersama.

PII hadir untuk itu, tidak hanya sampai di pengembangan sikap mental, PII juga menumbuhkan intelektual keilmuan, juga memberdayakan untuk pengembangan skills. Tiga komponen dasar kaderisasi itulah yang membuat PII menjadi lumbung atau wadah yang dari waktu ke waktu tidak hentinya melahirkan tokoh-tokoh bangsa dan agama.

Indonesia hari ini pun membutuhkan sosok pemimpin yang seperti itu, dimana ada sosok yang memiliki sikap mental kepribadian yang baik, mempunyai intelektual keilmuan yang mumpuni, serta cakap dalam bertindak dengan keahlian yang dimiliki. Itulah mesias pemimpin berintegritas yang kita dambakan untuk Indonesia.

PII sebagai organisasi keislaman kepelajaran, akan selalu melakukan pembinaan terhadap umat Islam Indonesia, sebagai mata rantai perjuangan umat demi terwujudnya izzul islam wal muslimin.
_______
*) RIZKI ULFAHADI, penulis adalah mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Tags

Newsletter Signup

Jadilah yang pertama mendapatkan update berita terbaru nasional news langsung di email Anda.