News Breaking
NNTV
wb_sunny

Breaking News

Membaca Eksistensi dan Peluang “Emak-emak” Menjelang Pilpres 2019

Membaca Eksistensi dan Peluang “Emak-emak” Menjelang Pilpres 2019

Oleh Rizki Ulfahadi*

EKSISTENSI (existence) atau “keberadaan” merupakan sebuah asa yang selalu diinginkan oleh setiap manusia walaupun secara tidak sadar. Eksistensi akan dirinya adalah perjuangan yang kadang menimbulkan ego di kalangan manusia. Mungkin ada yang menolak popular, tapi tak ada yang menolak eksis.

Sebagian orang bahkan tidak mau untuk popular karena khawatir tidak mampu mengontrol diri dan kemungkinan buruk lainnya, tapi sulit ada orang yang tidak mau untuk eksis. Menjadi masalah baginya jika eksistensinya tidak ada.

Setelah deklarasi capres-cawapres untuk pilpres 2019, ada yang menarik dan menjadi sorotan ketika Sandiaga Uno resmi menjadi cawapresnya Prabowo Subianto, yaitu “bahagia”-nya barisan emak-emak.

Yang indah di mata memang sering mempesona, yang mempesona acapkali menarik, yang menarik intens memikat, yang memikat mudah membuat memilih, yang dipilih menjadi harapan untuk bahagia. Sandiaga Uno yang begitu “ganteng” bagi kalangan hawa menjadi daya tarik dan nilai jual tersendiri bagi pasangan Prabowo-Sandi.

Tepat di tanggal 1 September 2018 kemarin, penulis menghadiri seminar sekaligus bedah buku berjudul “Paradoks Indonesia” yang merupakan pemikiran strategis Prabowo Subianto untuk Indonesia. Keynote Speech acara itu adalah pengarang buku itu sendiri yaitu Prabowo Subianto.

Pagi itu sedikit berbeda, ketika memasuki ruangan jelas terlihat membludaknya emak-emak yang mendominasi diantara 2000 peserta seminar di Ballroom Grand Sahid Jakarta tersebut. Di undangan acara tertulis bahwa Sandiaga Uno akan menjadi salah satu pembicaranya, tapi ternyata berhalangan hadir.

Pesona Sandiaga Uno sepertinya terlanjur hadir di ruangan itu, emak-emak tetap bahagia, tidak kecewa. Pesona itu sepertinya tidak hanya di Sandiaga Uno, tapi sudah melebur juga bersama pasangannya.

Ketika Prabowo Subianto datang memasuki ruangan pun suara emak-emak menggemuruh memenuhi ruangan meneriakkan Prabowo, tak ada sedikitpun dominasi bapak-bapak.

Kata “emak-emak” pun menjadi bahan ice breaking di tengah-tengah seminar, Prabowo sendiri pun beberapa kali menggunakan kata “emak-emak” dan selalu mendapat respon meriah dari seluruh peserta, bahkan seminar itu pun menjadi sedikit “ricuh” karena barisan emak-emak yang terus berusaha menunjukkan eksistensinya.

Menjelang pilpres 2019 mendatang, barisan emak-emak ini sepertinya akan terus eksis dan meningkat. Barisan yang sudah terlanjur ada ini akan semakin menjamur di berbagai pelosok daerah pemilihan di Indonesia.  Hal ini pun pasti akan menjadi perhatian khusus di tim pemenangan Prabowo-Sandi maupun lawannya Jokowi-Ma’ruf.

Barisan emak-emak memiliki kekuatan dan peluang setelah eksistensi mereka ada. Barisan ini jika diorganisir dengan baik maka akan menjadi sebuah gerakan strategis, mengingat jumlah emak-emak yang tidak sedikit. Dengan pengaruh media sosial saat ini pun sangat memungkinkan bagi barisan ini untuk berkembang hingga ke daerah pedalaman sekalipun.

Bagi sebagian kalangan yang menjadi kelemahan demokrasi adalah suara seorang ilmuan akan sama-sama dihitung satu suara dengan suara seorang preman jalanan ketika mencoblos. Suara emak-emak di desa akan sama dihitung satu suara juga dengan bapak-bapak di kota.

Sedangkan hari ini data menunjukkan bahwa perbandingan antara jumlah penduduk laki-laki dengan perempuan hampir seimbang. Ini semakin menunjukkan bahwa suara dari emak-emak di pilpres 2019 nanti akan sangat diperhitungkan.

Dengan adanya sebuah barisan yang mengatasnamakan kaum perempuan inipun menjadi peluang dan kesempatan bagi semua perempuan Indonesia agar menyuarakan harapan untuk disampaikan kepada kedua pasangan capres-cawapres agar dalam program yang mereka tawarkan tidak mengesampingkan perempuan. Bahwa setelah ini emak-emak Indonesia memang harus diemansipasikan. 

__________
*)RIZKI ULFAHADI, penulis adalah mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.