News Breaking
NNTV
wb_sunny

Breaking News

Hadiah dari Hijrah-ku, Ikhtiar Menggapai Kebahagiaan Dunia Akhirat

Hadiah dari Hijrah-ku, Ikhtiar Menggapai Kebahagiaan Dunia Akhirat

Oleh Putri Hijriah

KINI memasuki fase dimana hijrah menjadi sesuatu yang populer dan sudah banyak orang-orang muslim yang memulai untuk berhijrah. Sehingga, sudah tak heran lagi, banyak kita temukan saudara muslim kita yang merubah dirinya khususnya dalam berpakaian. 

Dulunya berpakaian yang terbuka dan menantang mata lelaki, sekarang menggunakan hijab. Masa lalunya berpakaian ketiak terbuka dan dada berontak, Alhamdulillah sekarang berpakaian yang lebih longgar. Dulunya suka berteriak-teriak tetapi kini dalam berbicara lebih respek dan halus. Masih banyak hal-hal perubahan lainnya yang kita temukan.

Secara etimologi kata hijrah berasal dari bahasa Arab yang berbentuk kata benda (isim) dari kata kerja (fi’il) hajara yang berarti memutuskan hubungan, pindah, dan meninggalkan suatu tempat pindah kepada yang lain.

Kata ini juga dapat dimaknai lawan kata (antonim) dari kata al-wasl. Pengertian hijrah sebagai lawan kata al-wasl digunakan dengan konotasi umum, sedangkan pengertian yang digunakan dengan makna keluar dari suatu daerah ke daerah lain merupakan pemaknaan yang khusus.

Dalam konteks sejarah hijrah, hijrah adalah kegiatan berpindah yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW bersama para sahabat beliau dari Mekah ke Madinah, dengan tujuan mempertahankan dan menengakkan risalah Allah, berupa akidah dan syari’at Islam.

Dengan merujuk kepada hijrah yang dilakukan Rasulullah SAW tersebut sebagian ulama dan yang mengartikan bahwa hijrah adalah keluar dari “darul kufur” menuju “darul islam”. Keluar dari kekufuran menuju keimanan. Didalam Al-Quran banyak ayat-ayat yang memerintahkan kita untuk mensegerakan berhijrah salah satunya ialah :

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang yang berhijrah dan berhijrah di jalan Allah, Mereka itu mengharapkan rahmat Allah, dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyanyang”. (Qs. Al Baqarah : 218)

Jika kita mendalami isi dari ayat-ayat Allah tentang berhijrah pasti kita tahu bahwa bersinggungan dengan tiga prinsip hidup yaitu Iman, Hijrah dan Jihad. Iman yang bermakna keyakinan, hijrah yang bermaknan ada sesuatu yang ditinggalkan dan ada sesuatu yang dituju (tujuan), dan jihad berada di jalan Allah SWT.

Tentu saja dalam membuat keputusan berhijrah tentunya banyak faktor yang mempengaruhi, entah itu dari keluarga, sahabat, dan bahkan keinginan sendiri untuk berubah menjadi lebih baik atau belajar dari kisah orang lain.

Contoh sebuah kisah insipiratif dalam berhijrah yang saya alami sendiri ialah ketika beberapa tahun belakangan ini Alhamdulillah saya dalam proses berhijrah banyak teman-teman yang selalu mengingatkan saya kedalam hal-hal kebaikan, serta terus mendorong untuk terus istiqomah dalam perjalanan hijrah ini.

Bahkan terkadang tema-teman saya memfasilitasi sesuatu yang dapat meningkatkan proses hijrah saya. Seperti mengajak untuk hadir di pertemuan halaqah. Dimana halaqah ini saya ibaratkan tempat untuk mencharger ruhiyah saya agar saya tetap terus meningkatkan proses hijrah dan keimanan saya.

Istilah halaqah (lingkaran) menggambarkan sekelompok kecil muslim yang berjumpa di waktu yang telah ditetapkan mempelajari dan mendalami ajaran Islam. Halaqah/usroh disebut juga dengan mentoring, taklim, tarbiyah yang terdiri daripada sekumpulan orang yang ingin mempelajari dan mengamalkan Islam secara serius.

Biasanya ahli halaqah dipimpin dan oleh seorang murobbi/ pembimbing/ pendamping. Halaqah/usroh menjadi alternatif sistem pendidikan Islam yang cukup efektif untuk membentuk pribadi Muslim.

Banyak hal positif yang lebih baik yang akan kita dapatkan dengan berhijrah apalagi dengan senantiasa kita terus melibatkan Allah SAW dalam proses hijrah kita. Butuh kefokusan yang kuat dan mendalam agar hijrah kita tidak gagal.

Agar hijrah kita tidak dikatakan gagal dapat kita lakukan dengan hal: (1) Berniat ikhlas ketika hijrah, (2) Segera mencari lingkungan yang baik dan shabat yang shalihah, (3) Menguatkan fondasi dasar tauhid dengan berilmu dan memahami maknanya, (4) Mempelajari Al Quran dan mengamalkannya, (5) Berusaha untuk tetap terus beramal walaupu sedikit, (6) Sering berdoa dan memohon keistiqomahan dan keikhlasan. Dan masih banyak amalan-amalan lainnya yang dapat kita lakukan untuk terus menuju jalan kebaikan.

_________
*)PUTRI HIJRIAH,
penulis adalah mahasiswi STEI SEBI Depok

Tags

Newsletter Signup

Jadilah yang pertama mendapatkan update berita terbaru nasional news langsung di email Anda.