Empat Layanan BAKTI Membangun Indonesia dari Pinggiran

NasionalNews - Kementerian Komunikasi dan Informatika terus mendorong Badan Aksesibilitas dan Informasi (BAKTI) untuk terus membangun infrastruktur telekomunikasi di daerah-daerah prioritas. Melalui empat layanan program utama BAKTI, pembangunan infrastruktur telekomunikasi tersebut lebih dikenal dengan sebutan membangun dari pinggiran.

Empat layanan tersebut yaitu Layanan Akses Internet, Penyediaan BTS, Palapa Ring dan Satelit Multifungsi. Hal teraebut disampaikan Direktur Utama BAKTI Anang Latif melalui program Tok Tok Kominfo Kepoin BAKTI untuk Negeri, di Menara Merdeka, Jakarta Pusat, Senin, (17/12/2018).

Anang menjelaskan empat layanan ini bertujuan untuk memudahkan masyarakan lebih khususnya di wilayah 3T (Terdepan, Terluar dan Tertinggal) sebagai upaya pemerintah untuk mewujudkan keadilan bagi seluruh masyarakat.

Layanan pertama yakni penyediaan akses internet yang merupakan salah satu program USO (Universal Service Obligation atau Kewajiban Pelayanan Universal di bidang telekomunikasi dan informatika yang dikelola BP3TI serta program akses internet ini untuk setiap desa.

"Layanan ini menyediakan akses internet di sekolah-sekolah, balai latihan kerja, puskesmas, balai desa, kantor-kantor pemerintahan serta lokasi publik di daerah 3T. Dari semester 1 tahun 2016 yang lalu, terdapat 778 titik lokasi akses internet untuk desa yang tersebar di 33 provinsi, adapun akses internet disediakan melalui perangkat Vsat dengan kecepatan akses sebesar 2Mbps," kata Anang

Layanan ke dua adalah penyediaan Base Transceiver Station (BTS) di wilayah Blankspot Telekomunikasi. Lebih lanjut menurut Anang, BTS merupakan salah satu program Universal Service Obligation (USO) yang dilaksanakan oleh Kemkominfo melalui Balai Penyedia dan Pengelola Pembiayaan Telekomunikasi dan Informatika (BP3TI).

"Program ini juga menjangkau wilayah 3T yang merupakan salah satu strategi BP3TI dalam mengurangi kesenjangan telekomunikasi, program ini fokus kepada penyediaan layanan seluler telepon dasar di daerah yang belum mendapatkan sinyal selular, selain itu juga merupakan bagian dari Rencana Strategis Kemkominfo Tahun 2015-2019, di mana Kementerian Kominfo memiliki tugas menjamin konektivitas broadband nasional melalui USO," papar Anang.

Kata Anang, sejak Oktober 2016, terdapat 21 BTS yang telah on-air di wilayah blankspot telekomunikasi sepanjang perbatasan Indonesia. Sementara layanan ke tiga adalah palapa ring yang merupakan proyek Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU).

"Cita-cita besar dari Proyek KPBU palapa ring ini untuk mewujudkan kedaulatan negara dan ketahanan nasional dalam bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), proyek ini diharapkan adanya pemerataan pembangunan serta menunjang iklim kompetisi yang lebih sehat di bidang penyelenggaraan jasa telekomunikasi," terang Anang.

Anang juga mengatakan target Proyek KPBU palapa ring tersebut membangun jaringan backbone di 57 lokasi dari yang belum dilayani oleh jaringan backbone. Selain itu proyek ini dibangun di daerah terpencil yang potensi penggunannya relatif kecil.

Sementara layanan ke empat merupakan kerjasama antara Kemkominfo dengan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM). Anang menjelaskan kerjasama guna menyelenggarakan kegiatan pre-market sounding untuk satelit multifungsi pemerintah.

"Dengan kerja sama tersebut, Kemkominfo berencana melakukan pengadaan satelit multifungsi pemerintah dengan teknologi terbaru yaitu high throughput satellite. Pengadaan ini akan melalui BP3TI," jelas Anang.*

HASYIM HUSAINI

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel