Festival Sungai Santan Upaya Merawat Lingkungan Warisan Leluhur

MARANGKAYU - Masyarakat desa Santan, Kecamatan Marangkayu, Kabupaten Kutai Kartanegara, akan menggelar gawean besar akbar Festival Sungai Santan yang bertajuk "Menyatukan Kepingan Ingatan Yang Hilang". Acara ini akan digelar di Kampung Masjid, Santan Tengah, tanggal 22-23 Desember 2018 mendatang.

Romiansyah, aktifis lingkungan hidup yang juga panitia penyelenggara Festival Sungai Santan, mengatakan festival ini merupakan upacara merayakan kebudayaan dan tradisi masyarakat yang hidup dalam daerah aliran Sungai Santan dalam rangka meneguhkan warisan leluhur dalam merawat lingkungan dan ekosistem hidup.

Menariknya, ini merupakan kali pertama diadakan festival sepanjang sejarah berdirinya kampung Santan.

"Sungai adalah pembawa pesan leluhur,dari sanalah kita memahami adanya sinergi manusia dengan alam," kata Romiansyah ditemui media ini di Santan Tengah, Rabu (12/12/2018).

Romi menyebutkan, kawasan ini mayoritas dihuni masyarkat suku Bugis dan Kutai yang sudah mendiami Santan sekitar seabad lebih. Sejak dahulu sungai yang melintasi tiga desa yakni Santan Ulu, Tengah dan Hilir ini memainkan peran penting bagi ruang hidup masyarakatnya.

Selain sebagai media transportasi yang menghubungkan desa juga menjadi sumber pengairan bagi sawah dan perkebunan masyarkat setempat. Di sungai itu masyarakat juga menggunakan untuk mandi, mencuci, memasak, bahkan untuk minum. 

"Namun saat ini Daerah Aliran Sungai (DAS) Santan mengalami perubahan drastis. Keseimbangan ekosistem terganggu, sejumlah warga harus kehilangan nyawa akibat serangan buaya yang habitat aslinya dirusak," ujarnya.

Selain itu, menurutnya, sungai Santan juga mengalami pendangkalan, perubahan warna dan rusaknya kenaekaragaman hayati. Bahkan Banjir meluap sudah sering terjadi di kawasan tersebut sehingga petani berulang kali mengalami gagal panen.

Karena itu, festival ini diharapkan mengembalikan ingatan sosial ekologis masyarakat Santan untuk tetap menjaga kampung dan tanah air dari kerusakan lingkungan.

"Kegiatan ini juga sebagai wahana edukatif untuk membuka wawasan tentang tradisi leluhur masyarakat lewat aliran sungai Santan serta dalam rangka membangun semangat persatuan lewat perjumpaan budaya pesisir dan hutan," ujar anak muda multi talenta ini.

Festival Sungai Santan rencananya digelar di bantaran sungai Santan, Dusun Kampung Masjid, Desa Santan Tengah, kecamatan marangkayu, Kabupaten Kutai Kartanegara selama 2 hari (22-23 Desember 2018)

Panitia menyiapkan sejumlah kegiatan dalan festival ini seperti pameran berbagai medium grafis maupun benda historik sebagai media untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman terhadap perubahan sosial ekologis yang terjadi di kampung Santan. Serta beragam kegiatan menarik lainnya seperti perlombaan dan sebagainya.

Festival ini pula melakukan ziarah makam dan susur sungai Santan. Sebelum melakukan susur sungai kegiatan dimulai dengan ziarah makam para pendiri kampung salahsatunya makam KH Muhammad Saleh yang terletak di Dusun Kampung Masjid.

Susur sungai mengambil rute dari lokasi acara Dusun Kampung Masjid menuju ke muara Sungai Santan. Peserta akan mendapatkan penjelasan dari salah-satu pelaku sejarah bagaimana awal mula kampung Santan terbentuk.

Sepanjang perjalan, kapal melintasi sejumlah area bersejarah seperti perkampungan kecil di Muara Santan, Kampung Belanda serta melihat lebih dekat ekosistem sungai Santan.*

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel