Kemeriahan Festival Sungai Santan, Satukan Kepingan Ingatan yang Hilang

KUTAI KARTANEGARA - Masyarakat desa Santan, Kecamatan Marangkayu, Kabupaten Kutai Kartanegara, baru saja selesai menyelenggarakan gawean besar Festival Sungai Santan yang bertajuk "Menyatukan Kepingan Ingatan Yang Hilang". Acara ini digelar di Kampung Masjid, Santan Tengah, selama 2 hari pada tanggal 22-23 Desember 2018.

Acara ini diinisiasi oleh anak muda Santan yang tergabung dalam komunitas Tani Muda Santan (TMS) yang diantaranya digawangi oleh pemerhati yang juga aktivis muda di bidang lingkungan hidup seperti Romiansyah, Taufik Iskandar, Sudirman Ridwan, Suherman Rahman dan sejumlah relawan muda lainnya.

Romiansyah, yang juga panitia Festival Sungai Santan, mengatakan festival ini merupakan upacara merayakan kebudayaan dan tradisi masyarakat yang hidup dalam daerah aliran Sungai Santan dalam rangka meneguhkan warisan leluhur dalam merawat lingkungan dan ekosistem hidup.

Menariknya, ini merupakan kali pertama diadakan festival sepanjang sejarah berdirinya kampung Santan.

Sungai diketahui merupakan pembawa pesan leluhur, dari sanalah kita memahami adanya sinergi manusia dengan alam. Kawasan ini mayoritas dihuni masyarkat suku Bugis dan Kutai yang sudah mendiami Santan sekitar seabad lebih. Sejak dahulu sungai yang melintasi tiga desa yakni Santan Ulu, Tengah dan Hilir ini memainkan peran penting bagi ruang hidup masyarakatnya.

Selain sebagai media transportasi yang menghubungkan desa juga menjadi sumber pengairan bagi sawah dan perkebunan masyarkat setempat. Di sungai itu masyarakat juga menggunakan untuk mandi, mencuci, memasak, bahkan untuk minum.

Kegiatan ini juga sebagai wahana edukatif untuk membuka wawasan tentang tradisi leluhur masyarakat lewat aliran sungai Santan serta dalam rangka membangun semangat persatuan lewat perjumpaan budaya pesisir dan hutan.

Panitia menggelar sejumlah kegiatan dalan festival ini seperti pameran berbagai medium grafis maupun benda historik sebagai media untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman terhadap perubahan sosial ekologis yang terjadi di kampung Santan. Serta beragam kegiatan menarik lainnya seperti perlombaan dan sebagainya.

Festival ini pula melakukan ziarah makam dan susur sungai Santan. Sebelum melakukan susur sungai kegiatan dimulai dengan ziarah makam para pendiri kampung salahsatunya makam KH Muhammad Saleh yang terletak di Dusun Kampung Masjid.

Susur sungai mengambil rute dari lokasi acara Dusun Kampung Masjid menuju ke muara Sungai Santan. Peserta akan mendapatkan penjelasan dari salah-satu pelaku sejarah bagaimana awal mula kampung Santan terbentuk.

Sepanjang perjalan, kapal melintasi sejumlah area bersejarah seperti perkampungan kecil di Muara Santan, Kampung Belanda serta melihat lebih dekat ekosistem sungai Santan.

Berikut beberapa sejumlah dokumentasinya yang diabadikan media ini. Nantikan juga dokumentasi videonya di channel Nasionalnews TV di sini.














































Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel