News Breaking
NNTV
wb_sunny

Breaking News

Rumitnya Siasati Seluk beluk Tekhnis Pemilu dan Electoral Threshold

Rumitnya Siasati Seluk beluk Tekhnis Pemilu dan Electoral Threshold

JAKARTA - Refleksi akhir tahun 2018 yang digelar oleh Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Bulan Bintang (PBB) di markasnya, Jalan Raya Pasar Minggu KM. 18, No. 1B, Kalibata, Jakarta Selatan, mengungkap betapa tidak mudahnya menyiasati perangkap seluk-beluk tekhnis Pemilu yang memang akan menguntungkan penguasa.

Banyak temuan di lapangan, seharusnya satu partai tertentu tidak akan melenggang ke Senayan, tetapi karena intervensi, dapat dengan mulus masuk melewati hambatan electoral threshold. Hal itu dikemukakan oleh pengamat politik, Said Salahudin, dari SIGMA yang menjadi narasumber diskusi yang dihelat oleh DPP PBB, Senin (31/12/2018)

Karena itu, Said  mengatakan memahami langkah strategis yang diambil oleh Ketua Umum PBB, Yusril Ihza Mahendra, yang kini berada sebagai lawyer Capres-cawapres Jokowi – Ma’ruf Amin.

Sebab, lanjut dia, dengan posisi seperti itu, tentu akan menguntungkan partai guna mengantisipasi bilamana ada intervensi untuk merugikan usaha PBB yang ingin kembali ke Senayan.

Dalam diskusi terungkap pula adanya kehawatiran dari sebagian caleg yang akan menghadapi kesulitan ketika citra PBB yang mendukung capres 01, namun hal itu dapat terjawab. Caleg diperkenankan menentukan langkah-langkah kreatif guna meraup suara dari basis konstituennya. Bahkan Wakil Ketua Umum PBB, Jurhum Lantong, yang hadir sebagai pembicara, mempersilahkan secara bebas untuk tidak terikat dengan 01 atau 02.

"Bila wilayah dan basis konstituennya dominan pendukung 02, tidak ada larangan mengidentifikasi caleg dengan barisan 02. Toh PBB merupakan pembela ulama sejak lama,” tegas orang dekat Yusril ini.

WIJAYA DAENG R. MAPPASOMBA

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.