News Breaking
NNTV
wb_sunny

Breaking News

Wahai Orangtua, Anak-anakmu Bukanlah Bidak Catur

Wahai Orangtua, Anak-anakmu Bukanlah Bidak Catur

Oleh Dwi Sugianto*

ANAK merupakan salah satu harta dan titipan dari Tuhan untuk kedua orangtua yang sangatlah berharga dan harus dijaga dengan baik. Agar si anak tidak salah melangkah atau salah pergaulan. Disinilah peranan orangtua sangat dibutuhkan untuk mementoring dan mengontrol sang anak dengan batasan–batasan yang normal dan wajar.

Orangtua juga perlu menyadari bahwa ia tak boleh mengekang anak untuk tidak boleh mengeksplor dunianya dan menentukan jalan hidupnya sendiri. Karena setiap anak mempunyai hak untuk menerima dan menolak setiap masukan dari orangtua. Anak juga mempunyai hak menentukan jalan hidupnya sendiri. Selama si anak masih berada di jalan yang benar dan baik menurut agama dan negara.

Banyak sekali anak di dunia ini berjalan dengan semua aturan dan kemuan orangtuanya layaknya sebagai bidak catur. Tetapi tak jarang juga anak yang menentang keputusan orangtuanya tersebut. Bukan karena tidak menurut dan berbakti kepada orangtua, tetapi si anak punya jalan sendiri untuk menuju kesuksesannya itu.

Seorang anak itu bebas menentukan masa depannya, bebas menentukan mau jadi apa mereka kelak.  Tugas orangtua hanya memonitoring sang anak agar tidak salah jalan, bukan memutuskan dan memaksakan kehendak mereka terhadap anak.

Terkadang orangtua memaksakan kehendak mereka terhadap anak dengan alasan bahwa orangtua pasti memberikan yang terbaik untuk anak. Orangtua lahir duluan dan memiliki pengalaman yang banyak.

Parahnya, ada juga orangtua yang memaksakan sang anak harus jadi seperti dirinya dan mengikuti jejaknya. Padahal faktanya yang terbaik menurut orangtua belum tentu terbaik untuk sang anak. Sebab, sang anak mempunyai karakter dan bakatnya sendiri untuk menjadi sukses. Dan, masanya pun berbeda ketika orangtua menyamakan kondisi yang tampak sama padahal jauh berbeda. Karena zaman sudah jauh berbeda dimana saat dulu mereka masih muda.

Padahal ketika sang anak mendapatkan ketidaknyamanan terhadap hidupnya, tak jarang seorang anak malah balik melawan dan menjadi brutal. Banyak anak yang melawan orangtuanya yang kelewat batas dan malah menjadi tidak wajar.

Akhirnya yang terjadi orangtua manjadi kewalahan dan kebingungan menghadapi anaknya yang menjadi balik melawan. Sang anak merasa memiliki keyakinan sendiri bahwa dirinya bisa sukses dengan jalannya sendiri dan dengan caranya sendiri.

Tugas orangtua hanyalah mengawasi sang anak dan memberikan dorongan kepada sang anak ketika dia memilih jalan yang ia pilih. Selama sang anak masih berada pada jalan yang benar (on the track). Agar sang anak merasa nyaman dan senang ketika orangtuanya mendukung penuh kegiatannya tersebut.

Dengan kedewasaan orangtua dalam mendampingi anak dan dengan proporsionalitasnya dalam menerapkan hak kepengasuhan anak, sang anak pun akan merasa nyaman karena punya "partner" yang cocok. Ketika sang anak mempunyai keluh kesah, dia tidak lagi bingung untuk mencari mentor ketika dia sedang jatuh karena ada orangtuanya yang memahami dirinya. Orangua benar–benar menjadi guru untuk si anak dengan memberikan masukan dan dukungan.

_______
*) DWI SUGIANTO, penulis adalah seorang (calon) pengusaha muda yang menggeluti bisnis migas, batu bara, properti dan online trading sekaligus mahasiswa semester 3 jurusan Manajrmrn Bisnis Syariah di STEI SEBI.

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.