Kiat-kiat Meraih Prestasi dalam Kaca Mata Islam

Oleh Rofiatul Ummah*

SUATU kesuksesan studi berdiri atas beberapa unsur dasar yang saling melengkapi dan berinteraksi satu sama lain. Sesuai dengan beberapa prinsip, juga dengan menggunakan beberpa perangkat dan fasilitas untuk mewujudkan tujuan tertinggi dalam proses pendidikan untuk meraih sebuah prestasi.

Perlu kita sadari sebagai pelajar, bahwa ada banyak hal yang harus kita korbankan untuk meraih suatu yang kita impikan. Seseorang dapat meraih kesuksesan karena telah melewatkan proses dan pengorbanan yang amat panjang.

Tentunya pengorbanan baik waktu dan tenaga semacam itu tidak mudah dilakukan bagi para pelajar. Apalagi umumnya anak-anak remaja khususnya pelajar dan mahasiswa lebih senang menghabiskan waktunya untuk bermain gadget, nonton drakor, atau pun hangout bersama teman–teman. Menghabiskan uang kiriman orangtua yang entah untuk apa saja.

Tanpa kita sadari, kita senyatanya telah melewatkan waktu yang sangat berarti. Masa-masa itu adalah dimana kita sebagai anak muda sebagai harapan orangtua dan bangsa ini seharusnya bisa menjemput kesuksesan kita dengan cepat. Namun, sedihnya, kita menyianyiakan waktu yang sudah Allah berikan dengan melakukan hal-hal yang unfaedah.

Disini dapat kita temukan problemnya, bahwa masalah terbesar bagi para anak muda hari ini ialah bagaimana me-manage waktu.

Mengapa harus waktu? Ya, karena waktu adalah kehidupan, dimana manusia akan diminta pertanggungjawabannya oleh Allah tentang bagaimana kita menggunakan waktu kita.

Jika seorang muslim menggunakan waktunya dalam kebaikan, keshalehan serta ketaqwaan, berarti ia telah mendapatkan keuntungan dari waktunya itu. Sedangkan sebaliknya, jika ia gunakan waktu itu dengan hal-hal negatif maka ia telah menyianyiakan waktunya dan hanya kerugianlah yang ia dapatkan pada saat itu.

Waktu adalah amanah. Amanah yang harus dipertanggung jawabkan dan harus dimanfaatkan dengan sebaik– baiknya. Rasullah SAW telah mewasiatkan kepada kita untuk memanfaatkan waktu dengan baik. Beliau bersabda sebagaimana diriwayatkan Imam Bukhori, yang artinya:

"Dua nikmat yang sering disalah gunakan oleh manusia ialah kesehatan dan waktu kosong"

Dua hal ini pun yang sering diabaikan para remaja. Terkadang kita sebagai sebagai seorang pelajar atau mahasiswa mengalami titik jenuh bahkan sampai bisa mengalami jenuh stadium akhir.

Masalah lainnya, adalah remaja seringkali ingin terus santai, malas-malasan, have fun, hingga akhirnya tidak memiliki gairah untuk belajar. Diantara gejalanya ialah cenderung menjauhi buku, banyak alasan, malas berangkat sekolah sebab faktor tertentu, atau mungkin memilih untuk tidak datang kuliah serta menyibukkan dirinya dengan hal sepele yang sifatnya kekanak–kanakan. Semua ini akan berakibat dan berdampak buruk terhadap karakteristik kita.

Maka dengan itu, pelajar muslim harus menjadi seorang yang amat menjaga waktunya seperti kesungguhannya menjaga kehidupan dan hartanya. Ia menjaga ibadah dan semangat belajarnya. Ia harus pandai merancang dan menyusun waktunya dengan cara yang memungkinkn sehingga ia dapat mempelajari pelajarannya supaya menjadi pelajar yang berprestasi.

Seorang pelajar harus bisa mengatur waktu agar ia menjadi pelajar berprestasi. Seharusnya bagi seorang pelajar, mengatur waktu adalah suatu keharusan karena terlalu singkat hidup ini jika dihabiskan hanya sekedar dengan bersendau gurau yang tak positif.

Seorang ulama masyhur, Ibnu Jauzi namanya. Dia pernah berkata begini,"Seseorang yang berakal adalah orang yang mengetahui bahwa dunia ini tidak diciptakan untuk senang–senang, sehingga ia amat berhati–hati  dalam menggunakan waktunya dalam segala perkara".

Maka, saya mengingatkan diri saya pribadi dan kepada sahabat-sahabat muda semua, bahwa kita harus bisa membagi waktu dengan baik dan disiplin antara beribadah, hal duniawi, menyelesaikan urusan pribadi, maupun mengulang pelajaran. Karena Allah sejatinya telah memberi porsi waktu kepada kita dengan sebaik-baiknya namun hanya diri kitalah yang dapat mengendalikan waktu tersebut.

Adapun langkah–langkah untuk mengatur waktu bagi seorang pelajar atau pemuda menurut hemat penulis, adalah:

Pertama, menentukan tujuan dalam menggunakan waktunya. Kita harus memantapkan niat dalam menggunakan waktu. Waktu adalah ibadah. Menurut pandangan Islam, menuntut ilmu adalah ibadah maka sertakanlah niat kita semata–semata  untuk mencari pahala dan keridhaan dari–Nya.

Kedua, menggunakan waktu sesuai dengan kebutuhan yang ada, misalnya: membagi pekerjaan–pekerjaan yang perlu dikerjakan dalam waktu yang tersedia.

Ketiga, membuat jadwal aktivitas sehingga dapat menentukan jenis pekerjaan yang akan dikerjakan pada waktu tertentu sehingga sesuatu pekerjaan tidak mengorbankan pekerjaan lain dan dapt digunakan waktunya untuk mengulang pelajaran.

Keempat, menentukan metode pembelajaran, misalnya: mencari waktu yang nyaman untuk belajar seperti waktu sebelum shubuh yang didahului dengan mendirikan shalat tahajjud.

Kesimpulannya, derajat penuntut ilmu sesungguhnya sangatlah tinggi dan mulia di sisi Allah SWT. Namun, derajat yang diberikan Tuhan kepada para penuntut ilmu tersebut musti sejalan dengan nilai-nilai moral yang seharusnya dimiliki setiap penuntut ilmu. Allah SWT berfirman pada surat Al Mujadilah ayat 11 yang artinya:

"Allah akan meninggikan orang – orang yang beriman diantaramu dan orang – orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat”

Oleh karena itu, sahabat-sahabatku yang shaleh dan shalehah, sebagai pelajar dan mahasiswa kita harus selalu meluruskan niat kita semata karena Allah SWT. Karena dengan-Nya, segala aktifitas kita menjadi ringan dan berkah. Dari sinilah kita akan mendapatkan tambahan ilmu, pemahaman, kemuliaan dan prestasi dalam kancah ilmu pengetahuan.

_______
*)ROFIATUL UMMAH, penulis adalah mahasiswa STEI SEBI Depok. Wanita bersahaja ini berasal dari Bekasi, ia menyelesaikan sekolah di SMP IT Muslimah Sejati Boarding School dan merupakan jebolan MA Mu'min Cendekia Bekasi.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel