Move-on, Guys, Mulailah Berbisnis!

BANYAK orang-orang yang telah sukses di bidang bisnis, terutama para pemuda. Tapi sayangnya masih ada puluhan juta orang di Indonesia lainnya yang masih bingung dan terkatung-katung karena belum bekerja. Masih menganggur.

Mungkin ada yang berangan-angan setelah tamat sekolah/kuliah nanti akan bekerja kantoran atau buka usaha sendiri. Ada pula yang mengkhayalkan akan punya bisnis sendiri dan menikmati hidup lebih santai.

Adapula mungkin rakyat Indonesia yang berfikir bahwa kerja kantoran lebih terjamin penghasilannya. Ada juga yang beranggapan mending kerja dulu untuk cari modal + pengalaman. Nanti kalau sudah siap baru bisnis. Bla-bla-bla.

Jika kalian masih bercita-cita untuk sekedar bekerja sebagai orang kantoran, jika kalian masih bercita-cita jadi PNS biar besok-besok hidup terjamin sampai tua, sebaiknya Anda pikir ulang. Yah, memang enak jadi pegawai negeri, gaji besar, hidup terjamin. Tapi sadarlah, sob, itu adalah cita-cita sudah lama sekali, mimpi banyak orang zaman dulu, SMA angkatan 70-80 mungkin cara berfikirnya masih begitu.

Ingatlah, sob, kalian itu hidup di zaman baru, di zaman dimana banyak orang mengatakan zaman ini zaman edan. Zaman yang keras, hidup di mana mencari pekerjaan itu sulitnya setengah mati. Apalagi bagi kalian yang hanya memiliki ijazah SMA.

Bahkan bagi pemilik ijazah S1 pun hari ini sudah sulit untuk mendapatkan pekerjaan. Yaa, paling banter untung-untungnya si kerja di pabrik garmen yang pemiliknya gak bakal jauh adalah orang-orang pendatang dari negeri jauh di sana.

Saya mau tanya, apa kalian masih mau diperbudak oleh orang lain yang bahkan mereka pun numpang di negeri kita? Masa kalian masih mau diperbudak di negeri sediri? Kerja pergi pagi pulang malem, tapi gaji gak seberapa. Itu kerja apa di kerjain? Hahaha.

Seharusnya kalian tidak bercita-cita seperti itu lagi. Kalian adalah warga negara dunia, tersambung dengan seluruh sudut dunia. Lantas apa cita-cita kalian?

Jadilah pemuda kreatif, pemuda yang dapat menginspirasi banyak orang, jangan jadi pemuda yang hanya bisa menghabiskan harta orangtua saja. Kita harus bisa berpikir keras dan berpikir cerdas. Selalu berusaha dan jangan lupa diiringi dengan doa kepada yang Maha Kuasa, karena usaha tanpa doa itu sombong.

Mulai sekarang kita harus bisa menciptakan produk kita sendiri. Kita harus mengenali passion kita dan mulailah dari apa yang mudah dan bisa dijalani, misalnya  jual haandpone, jual pulsa, jilbab dan lain-lain.

Dengan memulai usaha sejak dini, diharapkan dalam beberapa tahun kedepan akan memperoleh pengalaman yang sangat banyak dan siap menjadi pengusaha yang sesungguhnya.

Saya berpesan kepada saya sendiri dan juga kepada teman-teman muda se-tanah air Indonesia, janganlah pernah berpikir pesimistik bahwa saya tidak bisa, saya tidak berbakat, saya mah bukan terlahir dari keluarga pengusaha. Anda harus tahu, bahwa kata-kata seperti inilah yang sering keluar dari lisan pemuda lemah, pemuda yang bermental kerupuk, pemuda yang tidak berfikir besar.

Ingat baik-baik kawan, tidak ada orang jadi pengusaha karena darah atau turunan. Hari ini kalian jadi konsumen Burger King, KFC, dll, maka besok-besok giliran kalian yang menciptakan rumah makan sendiri, giliran orang lain yang menjadi konsumen produk kalian. Anda harus yakin dengan jiwa dan pikiran besar semacam itu.

Itulah masa depan kalian. Jangan hanya mau jadi pengikut. Jangan jadi followers. Mau sampai kapan kalian mengikuti orang lain dan Anda sendiri lupa mengembangkan sisi spesial yang Anda miliki?. Come on, ayolah berfikir untuk menciptakan sesuatu yang bermanfaat, jangan hanya duduk manis sambal memandangi smartphone berjam-jam.

Jangan takut dengan kegagalan. Kalau Anda takut tidak punya pekerjaan, takut menganggur, khawatir jadi anak berandalan, maka mulailah sekarang Anda membangun potensi Anda. Sepanjang kita memang sungguh-sungguh, tahan banting, kita bisa menjadi yag terbaik di bidang yang kita geluti.*

______
*) ARIIJ RIZQI AZHARUDIN, penulis adalah pengusaha muda dan mahasiswa STEI SEBI Depok

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel