Tips Mahasiswi STEI SEBI Menjaga Hafalan Al-Quran Agar tidak Mudah Hilang

Oleh Ajeng Dwi Nilova*

Al-QUR'AN adalah kitab suci umat Islam. Memiliki banyak sekali keutamaan bagi yang membacanya, apalagi yang sampai  menghafalkannya dengan ganjaran kemuliaan dari Allah SWT berupa syafaat di yaumil akhir dan memberikan mahkota kepada kedua orangtua.

Saat ini kita banyak melihat para penghafal Quran di tengah-tengah kita misalnya di siaran televisi. Banyaknya penghafal Quran (hafidz), terutama mereka yang masih berusia muda, tentunya memotivasi kita untuk juga turut menghafal dan memaknai serta mengamalkannya di dalam kehidupan kita sehari-hari.

Selain menghafalkan Al-Quran, hal yang tidak kalah penting adalah menjaga hafalan tersebut agar tidak hilang dari ingatan dan hati kita. Untuk itu kita memerlukan usaha sungguh-sungguh yang lebih keras lagi dalam menjaga hafalan Quran kita.

Dan, Rasulullah SAW sendiri juga telah menyebutkan dalam suatu hadist bahwa menjaga hafalan Al-Quran sangatlah penting dan mudah hilang apabila tidak di jaga dengan baik (murajaah).
"Jagalah Al-Quran, demi jiwaku yang berada di tangan-Nya, Al-Quran itu lebih cepat lepas dari pada seekor unta dari ikatannya” (H.R. Bukhari).
Adapun tips-tips menjaga hafalan Al-Quran, antara lain:

1. Harus selalu konsisten
     
Hal pertama yang paling penting dalam usaha mempertahankan atau menjaga hafalan Quran ialah harus konsisten. Seseorang yang berniat (berazzam) dalam hati untuk selalu konsisten menjaga hafalannya pasti akan lebih mudah berusaha dan terhindar dari rasa malas.

2. Me-manage waktu

Hidup kita memang tidak selalu diisi dengan membaca Al-Quran. Tatkala kita bekerja, beraktivitas ataupun sekolah atau kuliah, sejenak kita tak melihat lembaran ayat-ayat Quran. Oleh sebab itu, salah satu cara untuk menjaga hafalan Quran ialah menyediakan waktu untuk membaca dan menghafalkan kembali ayat-ayat yang telah kita hafal.
       
Waktu untuk menghafal/ memurajaah Quran bisa di pagi hari selepas sholat shubuh saat pikiran masih segar atau di malam hari saat sunyi dan tidak ada halangan lainnya. Dan bisa juga kita mengulang hafalan di saat kita sholat sendirian, seperti ketika selesai shalat tahajjud, dhuha dan sunnah rawatib.

3. Perbanyak membaca Al-Quran

Salah satu cara ampuh untuk menjaga hafalan Al-Quran ialah dengan sering-sering membacanya, mengkajinya, meresapi makna dan ibrahnya. Karena dengan semakin sering kita membaca, maka otomatis hafalan Quran yang lengket di kepala kita akan semakin kuat dan Insya Allah lidah pun akan lancar dalam melafadzkannya serta fashih dalam mengucapkannya.

Bacalah Al-Quran dengan menetapkan jumlah atau target kita dalam sehari, misalnya seperti dalam ‘one day one juz’. Dan akan lebih baik lagi jika mengkhatamkan Al-Quran dalam 5 hari untuk menjaga hafalan kita.

4. Membacanya dalam shalat

Agar hafalan tetap ada dalam pikiran dan tidak mudah hilang/lupa, kita bisa membaca surat yang kita hafal sewaktu melaksanakan shalat baik shalat fardhu maupun sunnah. Selain itu memperbanyak bacaan Al-Quran dalam shalat juga bisa membantu untuk menguatkan hafalan. Memaknai Al-Quran saat shalat bisa membuat kita lebih khusyuk dan menjaga kita dalam mempertahankan hafalan agar tetap terjaga dengan baik.

5. Menjauhi diri dari melakukan maksiat
     
Ini yang menurut penulis sangat penting. Perbuatan maksiat bisa menimbulkan penyakit hati dan hal ini akan berdampak pada pribadi seseorang. Seseorang  yang banyak melakukan maksiat atau sering melakukannya tentunya akan sulit menerima cahaya Al-Quran apalagi menghafal dan menjaga hafalannya.
         
“Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al-quran atau hati mereka terkunci?” (Q.S. Muhammad: 24)
6. Mendengarkan rekaman CD/Murattal
             
Saat ini kita bisa mendapatkan berbagai jenis perangkat elektronik yang bisa dibawa kemana pun kita yang yang berisi rekaman ayat ayat suci Al-Quran yang dibacakan dengan indah oleh para ulama maupun hafidz Al-Quran (qari'). Mendengarkan rekaman suara yang berisi ayat Quran tersebut juga merupakan cara efektif untuk menjaga hafalan.

7. Mengajarkan pada orang lain
         
Dalam kitab Shahihnya, Imam Al-Bukhari meriwayatkan sebuah hadits dari Hajjaj bin Minhal dari Syu’bah dari Alqamah bin Martsad dari Sa’ad bin Ubaidah dari Abu Abdirrahman As-Sulami dari Utsman bin Affan Radhiyallahu Anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda yang artinya:
“Sebaik-baik kalian adalah orang yang belajar Al-Qur`an dan mengajarkannya.”
Mengajarkan Al Qur'an kepada siapa saja yang belum mengerti adalah merupakan metoda atau tekhnik lainnya yang bisa digunakan untuk menjaga hafalan Al-Quran. Selain juga hal itu merupakan amal shaleh yang diganjar pahala dari Allah SWT.

Anda bisa mengajarkan hafalan anda pada anak-anak atau mereka yang usianya lebih muda atau juga lebih dewasa dari kita. Sehingga karena sering kita mengamalkan atau mengajarkannya kepada orang lain itu juga sangat membantu dalam menjaga hafalan Al-Quran kita.

8. Membaca tanpa mushaf

Terkadang ayat Al-Quran yang kita hafal bisa saja luntur karena semangat dan motivasi kita mengendur. Untuk menghindari hal tersebut maka bacalah sejarah para penghafal Al-Quran maupun kisah-kisah hafidz dunia agar kita bisa mendapat hikmah dari cerita tersebut serta termotivasi kembali untuk senantiasa menghafal dan memurajaah hafalan kita.

Kesimpulannya, mari mencintai Al Quran dengan sepenuh hati. Jangan setengah-setengah dalam mengimani, mengilmui, memahami, menginternalisasi dan selanjutnya mentransformasikan keagungan serta keajaiban Al Quran sebagai mukjizat dari Allah SWT. Karena ternyata masih banyak dari umat ini yang belum menyadari bahwa Al Qur'an adalah mukjizat yang luar biasa.

_______
AJENG DWI NILOVA, penulis adalah penghafal Al Qur'an yang kini mahasiswi STEI SEBI Depok. Penulis adalah alumni TK Jagatraya Depok, SDN 1 Kedongdong, SMP Ponpes Tahfizh Al-Qur'an Terpadu Al-Hikmah Cirebon dan lulusan MA Al-hikmah Cirebon.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel