News Breaking
NNTV
wb_sunny

Breaking News

BMOIWI - Muslimah Center Gelar TOT Trauma Healing Berbasis Al Qur'an

BMOIWI - Muslimah Center Gelar TOT Trauma Healing Berbasis Al Qur'an

PALU - Badan Musyawarah Organisasi Islam Wanita Indonesia (BMOIWI) bekerjasama dengan Komunitas Muslimah Center (KMC) menggelar acara Training for Trainer (TOT) Trauma Healing Berbasis Al Qur'an yang diselenggarakan di Kampus Pondok Pesantren Hidayatullah, Jalan Uwe Buro Nomor 33 Kelurahan Tondo, Palu Timur, Kota Palu, Sulawesi Tengah, Kamis (28/2/2019).

Acara TOT Trauma Healing Berbasis Al Qur'an hari ini sedianya dibuka oleh Gubernur Provinsi Sulawesi Tengah, Drs. H. Longki Djanggola, M.Si. Namun Gubernur berhalagan hadir karena sedang ada tugas dinas lainnya. Ia mengutus Sekretaris Dinas Kesejahteraan Sosial Provinsi Sulteng, Dra. Siti Hasbiah, M.Si.

Sekretaris Dinas Kesejahteraan Sosial Provinsi Sulteng Siti Hasbiah dalam sambutannya mengatakan sangat menyambut baik acara tersebut. Apalagi tema yang diangkat selaras dengan kebutuhan masyarakat terhadap penyuluhan mental berbasis keagamaan.

"Kegiatan ini baik sekali. Jika biasanya trauma healing hanya bersifat umum, ini terobosan menarik karena berbasis Al-Quran. Tentu ini penting bagi masyarakat muslim yang barangkali belum memahami betul kandungan hikmah-hikmah dalam kita suci kita," kata Siti Hasbiah.

Siti berharap, kegiatan seperti ini dapat semakin ditingkatkan bahkan tidak saja di Palu melainkan juga meluas ke daerah-daerah lainnya. Pemerintah provinsi, kata dia, berkoitmen untuk terus mengembangkan pelatihan ini untuk memberi solusi pada trauma yang dialami masyarakat saat tsunami atau bencana lainnya.

Dalam kesempatan yang sama, Presidium BMOIWI Hj Dr Sabriati Aziz, M.Pd.I, dalam sambutannya, sekaligus memperkenalkan BMOIWI sebagai sebuah federasi ormas-ormas muslimah di Indonesia yang memiliki sedikitnya 34 anggota perkumpulan.

"Muslimah merasa memiliki tanggungjawab terhadap musibah yang terjadi di Palu. Kegiatan ini kami harapkan juga menjadi sumbangsih BMOIWI dan komunitas mitra lainnya terhadap masyarakat di Palu dan Sulteng pada umumnya," kata Sabriati.

Sekretaris Dinas Kesejahteraan Sosial Provinsi Sulteng, Dra. Siti Hasbiah, M.Si
Dikatakan Sabriati, kegiatan ini diharapkan terus berkelanjutan dan memberi manfaat positif bagi para trainer dalam penanganan trauma healing di kawasan-kawasan bencana. Apalagi, lanjut dia, kerentanan bencana tak pernah bisa diprediksi secara pasti.

Ketua Panitia acara, Azizah, dalam keterangannya mengungkapkan bahwa kegiatan mendapat sambutan yang luar bisa. Ruang acara penuh menampung puluhan peserta dalam pembukaan acara yang rencananya digelar selama 3 hari tersebut.

"Alhmadulillah, peserta sangat semangat. Peserta datang dari berbagai elemen ormas muslimah dan lembaga pendidikan Al Quran dan pengelola pendidikan di Kota Palu," kata Azizah.

Kegiatan ini pun mendapat apresiasi dari Ketua Dewan Pengurus Wilayah Hidayatullah Sulawesi Tengah, Ustadz Muhammad Arsyad, yang sekaligus sebagai tuan rumah hajatan ini.

"Sebagai tuan rumah, kami sangat senang bisa melayani para peserta sekalian. Mohon maaf sekiranya ditemukan kekurangan di pesantren dan atau ada pelayanan yang tak maksimal," katanya. 

Acara ini berlangsung khidmat penuh keakraban dan persaudaraan. Apalagi panitia acara ini berasal dari beragam organisasi muslimah di Kota Palu yang berada di bawah payung federasi BMOIWI. 

ABDUL WAHAB

Tags

Newsletter Signup

Jadilah yang pertama mendapatkan update berita terbaru nasional news langsung di email Anda.