Daurah Quran 40 Hari Metode Tadarruj Sukses Telurkan 2 Hafidzah

BOGOR -  Alhamdulillah, program Karantina Menghapal Quran 30 Juz 40 Hari Metode Tadarruj angkatan pertama berhasik menelurkan 2 hafidzah Al Qur'an. Keduanya adalah Yeni Selphia dari Tangerang Banten dan Ummu Najiah Assafuroh dari Kalimantan Timur.

Penyusun Metode Tadarruj, Ustadz Ahmad Muzakky, yang juga pembina dari program ini, mengatakan rata-rata peserta karantina mampu menuntaskan hafalan sedikitnya 20 juz dalam 40 hari. Direktur Pesmadai ini berharap program karantina dengan metode Tadarruj dapat terus dikembangkan dan dimasyarakatkan.

“Alhamdulillah, harapannya metode tadarruj ini menjadi sumbangsih dalam rangka memasyarakatkan Al Qur’an khususnya dalam metodologi hafalan. Melalui program ini, kami berkomitmen pada tahun 2019 ini bisa mncetak sepuluh ribu penghafal Quran,” kata Ahmad Muzakky dalam obrolan dengan media ini, Rabu (27/2/2019).

Muzakky menjelaskan, menghapal Al Quran metode tadarruj memeiliki lima kelebihan yang disingkat 5M, yaitu memudahkan, meneguhkan, menjaga, memiliki dan menguatkan. Muzakky yang juga Direktur Yayasan Dai Muda Indonesia ini mengatakan metode tadarruj dikembangkan sejalan dengan pendekatan dalam mendakwahkan Al Qur’an.


Sebagaimana pengertiannya menurut bahasa, metode tadarruj, jelas Muzakky, merupakan salah satu tahapan dalam ikhtiar mempelajari Al Qur’an sebagai pedoman hidup umat manusia. Sehingga, jelas dia, walaupun dalam praktiknya diterapkan selama 40 hari, namum secara gradual metode ini memiliki tapahan yang sistematis dan berkelanjutan.

“Metode tadarruj merupakan salah satu alternatif pembelajaran dan pengembangan kapasitas dalam memahami dan menghafal Al Qur’an. Alhamdulillah disambut antuas masyarakat, bahkan tingkat rata-rata pencapaian peserta melampaui ekspektasi kami,” kata pencetus metode tadarruj ini.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel